Mengenal Yiwu, Desa Natal dari Cina

Esti Utami | Suara.com

Senin, 22 Desember 2014 | 04:39 WIB
Mengenal Yiwu, Desa Natal dari Cina
Seorang pekerja sedang mengerjakan pernak-pernik Natal (Reuters/China Daily)

Suara.com - Kota Yiwu di Cina ini dijuluki sebagai 'desa Natal'. Padahal tak ada salju, pohon Natal ataupun kereta salju di sana. Kecuali 600 pabrik yang memproduksi 60 persen dari semua dekorasi Natal di dunia.  Warna merah meruah ke setiap sudut desa ini. Di lantai gedung-gedungnya, warna merah menetes dari kusen jendela dan gelembung-gelembung merah berlumuran di dinding.

Jantung bengkel Santa di dunia ini terletak ribuan mil dari Kutub Utara. Tepatnya 300 kilometer sebelah selatan dari Shanghai, Cina.  Bertahun-tahun Yiwu mejadi rumah bagi ratusan pabrik yang secara kolektif memproduksi hampir 60 persen dekorasi dan aksesoris Natal di seluruh dunia.

Para pekarja kebanyakan dalah buruh migran yang bekerja 12 jam sehari, dengan upah 200-300 poundsterling atau sekitar Rp4-6 juta per bulan. Uniknya, banyak dari mereka yang tidak sepenuhnya yakin apa itu Natal.

"Mungkin seperti Tahun Baru (Cina) untuk orang asing," kata Wei (19), seorang pekerja yang datang ke Yiwu dari sebuah desa di Provinsi Guizhou.

Wei yang datang ke Yiwu bersama ayahnya, bekerja sepanjang hari di sarang merah berceceran.  Menjalani rutinitas, mengambil kepingan salju polystyrene, mencelupkannya ke dalam bath lem, kemudian menempatkannya ke dalam mesin powder coating-sampai berubah menjadi merah. Setiap hari ia membuat 5.000 item aksesories Natal.

Dalam prosesnya, mereka berdua akhirnya membersihkan seluruh tubuh mereka dari bubuk merah halus. Sang Ayah mengenakan topi Santa agar rambutnya tidak memerah, dan mereka berdua menghabiskan setidaknya 10 masker wajah sehari, agar tidak menghirup debu. Ini adalah pekerjaan yang melelahkan dan mereka tidak ingin melakukannya lagi tahun depan. Setelah memperoleh cukup uang untuk pernikahan Wei, ayah dan anak ini berencana untuk kembali pulang ke Guizhou.

Oleh PBB Yiwu dinyatakan menjadi "pasar grosir terbesar di dunia untuk komoditi kecil". Dan skala operasi membutuhkan semacam rencana kota, dengan perdagangan diatur dalam lima distrik yang berbeda. District Dua adalah tempat pernak-pernik Natal dapat ditemukan.

Ada koridor yang berdenyut bersaing dengan LED menunjukkan cahaya, kaus kaki dalam berbagai ukuran, pohon Natal plastik berwarna pink biru dan kuning dan neon, pohon cemara plastik warna emas dan perak.

Penjualan di Yiwu berkembang selama resesi, karena dunia ingin berbelanja lebih murah untuk Natal. Namun penjualan internasional turun tahun ini. Namun, menurut Cai Qingliang, wakil ketua Asosiasi Industri Produk Natal Yiwu, nafsu makan dalam negeri terus meningkat, seperti China merangkul festival tahunan Mamon. Santa Claus, kata Economist, sekarang lebih dikenal oleh kebanyakan orang Cina daripada Yesus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bagi-bagi Hadiah, Alena Wu: Ini Panggilan Tuhan

Bagi-bagi Hadiah, Alena Wu: Ini Panggilan Tuhan

Entertainment | Sabtu, 20 Desember 2014 | 22:11 WIB

Obama Kesulitan Cari Hadiah Natal untuk Istrinya

Obama Kesulitan Cari Hadiah Natal untuk Istrinya

News | Selasa, 16 Desember 2014 | 14:22 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika

Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 21:51 WIB

Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita

Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 21:38 WIB

7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget

7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 21:32 WIB

Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri

Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 20:22 WIB

65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?

65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 20:22 WIB

Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat

Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 20:11 WIB

Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan

Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 19:56 WIB

5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural

5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 19:00 WIB

Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet

Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 17:29 WIB

Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan

Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 17:11 WIB