Menjelajah Kuliner Nusantara di Kota Tua

Esti Utami, Firsta Nodia

Jum'at, 09 Januari 2015 | 09:54 WIB
Menjelajah Kuliner Nusantara di Kota Tua
Suasana tempo dulu di "Historia Food & Bar". (suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Kawasan Kota Tua identik dengan Jakarta tempo dulu. Tak hanya lewat gedung-gedung kuno yang antik, santapan khas Jakarta tempo dulu juga dihadirkan oleh deretan kafe di sekitar Museum Fatahillah.

Salah satunya adalah Historia Food & Bar, yang menawarkan nuansa tempo dulu dengan sentuhan kekinian.

Memasuki kafe ini saya seakan diajak untuk masuk ke dalam lorong waktu abad ke-18 saat Indonesia masih dijajah Belanda. Kekayaan bumi Nusantara akan beragam rempahnya hadir lewat lorong pintu masuk yang ditata layaknya sebuah museum. Di sini pengunjung bisa mengenal beragam jenis rempah yang dihasilkan bumi Nusantara, seperti lada, kayu manis, cengkeh, kapulaga dan masih banyak lagi.

Menurut Vina, Manajer Historia Food & Bar, konsep ini ada hubungannya dengan masa lalu gedung yang kini bertransformasi menjadi Historia Food & Bar. Konon, gedung tua ini dulunya adalah tempat penyimpanan rempah-rempah.

Masuk ke bagian dalam, suasana menjadi lebih futuristik meski tanpa menanggalkan kesan antik. Gaya Art industrial history yang memadukan klasik dan modern sangat kuat terasa. Kursi dan meja bergaya vintage dipadu dengan interior jadul. Sebut saja mesin kasir antik, aneka kaleng masa kolonial, hingga lemari kayu jadul yang banyak ditemukan di rumah jaman dulu.

"Sebagai salah satu cagar budaya, gedung ini tidak bisa diubah sepenuhnya. Makanya, kita tetap usung nuansa historis yang dikombinasikan dengan tema industrial," kata Vina.

Beragam rempah mengiasi interior "Historia Food & Bar" (suara.com/Firsta Nodia)

Itu sebabnya tampak luar bangunan masih dipertahankan sesuai aslinya. Jendela dan pintu kafe ini dibiarkan seperti aslinya. Bahkan jejak sejarah itu juga bertahan hingga ke ruang dalam. Dinding kafe pun semarak oleh lukisan yang menceritakan kisah Indonesia di masa lalu. Tentang Kompeni, budak, penari dan none Belanda. Meski mengusung cerita sejarah, warna-warni lukisan ini terasa tetap cocok anak muda.

"Meski mengusung konsep sejarah, kita tetap menanamkan unsur modern dengan tujuan kita ingin mengajak anak muda mau mengenal sejarah lewat citarasa kuliner dan suasana yang kami hadirkan," imbuh Vina.

Menu
Citarasa kuliner tempo dulu itu, oleh Historia dihadirkan lewat sederet makanan tradisional Betawi seperti sayur babanci atau lumpia oma.

Dan pilihan saya siang itu, jatuh pada nasi sayur babanci dan ikan goreng saus Andaliman. Sedangkan untuk minuman saya memilih es Jenggala. Terus terang, saya penasaran dengan menu-menu yang masih asing di lidah dan kuping ini. Karena penasaran, saya juga memesan lumpia Oma.

Lumpia oma dari "Historia Food & Bar" (suara.com/Firsta Nodia)

Tak lama menunggu, pesanan saya pun sudah terhidang. Lumpia Oma yang dibanderol Rp30 ribu datang duluan. Seporsi menu ini terdiri atas 5 potongan lumpia yang berisi sayuran, daging sapi cincang, dan telur. Tak seperti lumpia Semarang yang sausnya kental, kecokelatan, dan manis,  Lumpia oma disajikan bersama saus yang mengesankan rasa asam manis.

Belum habis lumpia Oma yang saya pesan, hidangan kedua pun datang. Kali ini Ikan Goreng saus Andaliman (Rp39 ribu) dan Nasi Sayur Babanci (Rp39 ribu)

Menurut Vina, Ikan goreng saus Andaliman merupakan kuliner khas Medan. Terdiri atas dua tumpuk ikan kakap putih yang diguyur dengan saus racikan rempah-rempah khas Sumatera. Paduan rasa pedas, asin, dan sedikit manis membalur daging ikan yang lembut. Itulah kata-kata yang bisa menggambarkan kelezatan menu ini.

Sedangkan Nasi sayur babanci merupakan kuliner khas Betawi. Sekilas penampilannya mirip soto betawi, berisi daging kepala sapi, kelapa muda dan santan. Meski sama sekali tak mengandung sayuran, hidangan ini disebut sayur dengan tambahan babanci di belakangnya. mungkin karena tak jelas jenisnya ya? Yang pasti ketika menyentuh lidah, rasa sayur babanci terasa yang tak jauh beda dengan soto Betawi, namun lebih gurih dan asin. Di sela-sela menyeruput kuahnya, Anda akan menemukan daging kelapa muda yang menjadi ciri khasnya. 

Nasi sayur babanci. (suara.com/Firsta Nodia)

Menurut Vina, menu ini makin sulit ditemukan karena rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu utama, seperti temu mangga, kedaung, bangle, adas, dan lempuyang makin sulit didapatkan.

Kenyang menyantap tiga menu di atas, saya sudah tak sabar menyeruput es Jenggala (Rp27.000) yang segarnya begitu menggoda. Segelas Es Jenggala,  berisikan buah leci, apel, dan potongan jeruk nipis. Pas disandingkan dengan makanan yang mengandung santan seperti yang saya coba sebelumnya.

Anda juga bisa mencicipi menu khas Nusantara lainnya seperti Nasi goreng, Mie goreng Jawa, Soto Betawi, Pempek, Nasi bakar, Nasi Keraton. Di kafe ini juga tersedia Es kacang merah, Es palubutung, Aneka jus, yoghurt, dan masih banyak lagi. Jadi ketika Anda berakhir pekan di Kota Tua luangkan waktu untuk mampir ke Historia. Harga makanannya lumayan terjangkau kok, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menyusuri Al Balad, Kota Tua Jeddah yang Menyimpan Jejak Peradaban Berabad-Abad

Menyusuri Al Balad, Kota Tua Jeddah yang Menyimpan Jejak Peradaban Berabad-Abad

Foto | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:00 WIB

Rin Culinary Art, Fine Dining dengan Sentuhan Jepang dan Bahan Lokal Indonesia

Rin Culinary Art, Fine Dining dengan Sentuhan Jepang dan Bahan Lokal Indonesia

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:38 WIB

Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!

Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 15:15 WIB

CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore

CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB

Chef Arnold Keluhkan Harga Daging Impor Naik Imbas Dollar, Disindir Buat Protes ke Gibran

Chef Arnold Keluhkan Harga Daging Impor Naik Imbas Dollar, Disindir Buat Protes ke Gibran

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 08:38 WIB

Novel Misteri Kota Tua, Petualangan Beno Menyusuri Sejarah Kota Tangerang

Novel Misteri Kota Tua, Petualangan Beno Menyusuri Sejarah Kota Tangerang

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:15 WIB

Miswan Tek Mina, Rahasia Kuah Segar di Balik Syahdunya Jambi Seberang

Miswan Tek Mina, Rahasia Kuah Segar di Balik Syahdunya Jambi Seberang

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:35 WIB

Pembangunan MRT Bundaran HI-Kota Tua Hampir 60 Persen Rampung

Pembangunan MRT Bundaran HI-Kota Tua Hampir 60 Persen Rampung

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:18 WIB

Kisah Ratna Wirahadikusumah, Perempuan di Balik Pembangunan 250 Gerai Restoran di Indonesia

Kisah Ratna Wirahadikusumah, Perempuan di Balik Pembangunan 250 Gerai Restoran di Indonesia

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 16:10 WIB

Baia Nonna Kantongi Sertifikasi Halal, Sajikan Menu Peranakan Autentik dan Kaya Rempah

Baia Nonna Kantongi Sertifikasi Halal, Sajikan Menu Peranakan Autentik dan Kaya Rempah

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 10:32 WIB

Terkini

Pertanian Jadi Penyumbang Utama Emisi Metana di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Iklim?

Pertanian Jadi Penyumbang Utama Emisi Metana di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Iklim?

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:07 WIB

Benarkah Menikah di Bulan Suro Bikin Sial dan Rumah Tangga Hancur? Ini Pandangan Islam dan Budaya

Benarkah Menikah di Bulan Suro Bikin Sial dan Rumah Tangga Hancur? Ini Pandangan Islam dan Budaya

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:35 WIB

Apa Bedanya Cushion Skintific Hijau dan Pink? Cek Manfaat dan Harganya

Apa Bedanya Cushion Skintific Hijau dan Pink? Cek Manfaat dan Harganya

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:05 WIB

Daftar 3 Shio Paling Malas, Hobi Menunda-nunda Pekerjaan

Daftar 3 Shio Paling Malas, Hobi Menunda-nunda Pekerjaan

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:00 WIB

5 Moisturizer Pria dengan Rating Sempurna di Shopee, Atasi Kulit Kusam dan Berjerawat

5 Moisturizer Pria dengan Rating Sempurna di Shopee, Atasi Kulit Kusam dan Berjerawat

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:26 WIB

5 Cara Mengetahui Parfum yang Kedaluwarsa, Ini Tanda-tandanya

5 Cara Mengetahui Parfum yang Kedaluwarsa, Ini Tanda-tandanya

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:22 WIB

Memaknai Peran Ganda: Bagaimana Perempuan Karier Bisa Menginspirasi Generasi Muda

Memaknai Peran Ganda: Bagaimana Perempuan Karier Bisa Menginspirasi Generasi Muda

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:00 WIB

5 Body Lotion Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Ampuh Cerahkan Kulit Kusam

5 Body Lotion Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Ampuh Cerahkan Kulit Kusam

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:26 WIB

3 Sabun Mandi Batangan Paling Laris di Shopee, Review Pembeli Terbukti Ampuh Mencerahkan Kulit Kusam

3 Sabun Mandi Batangan Paling Laris di Shopee, Review Pembeli Terbukti Ampuh Mencerahkan Kulit Kusam

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:19 WIB

Berapa Harga Adidas Samba Jane Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi agar Tak Tertipu Produk KW

Berapa Harga Adidas Samba Jane Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi agar Tak Tertipu Produk KW

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:17 WIB