Studi: Sebagian Besar Perempuan Ragu Bisa Menemukan Jodoh

Doddy Rosadi

Selasa, 24 Februari 2015 | 13:29 WIB
Studi: Sebagian Besar Perempuan Ragu Bisa Menemukan Jodoh
Ilustrasi: Pasangan. (Shutterstock)

Suara.com - Riset yang dilakukan oleh perusahaan biro jodoh profesional asal Singapura, Lunch Actually menunjukkan bahwa perempuan Indonesia cenderung lebih menilai laki-laki dari sisi materi. Kebanyakan perempuan di Indonesia lebih memilih laki-laki yang memiliki karir dan penghasilan yang mapan. Hal ini berbeda dengan perempuan di negara-negara lain yang lebih tertarik kepada laki-laki yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Lunch Actually melakukan penelitian  terhadap 1.659 responden dengan komposisi 49,01 % perempuan dan 50,99 % laki-laki, dari empat negara Singapura, Malaysia, Hongkong dan Indonesia. Sebanyak 74,08% pendidikan responden merupakan tingkat sarjana ke atas. Tingkat kepercayaan penelitian ini 95 % dengan margin error mencapai 3 %.

“Riset kami menemukan tiga alasan besar apa yang menjadi daya tarik dari seorang laki-laki atau perempuan. Laki-laki akan tertarik pada perempuan karena faktor kecantikan sebesar 44,7 %, daya tarik fisik sebesar 36,2 % serta humoris atau baik sebanyak 31,9 %. Tidak ada perbedaan signifikan antara laki-laki di Singapura, Hong Kong dan Malaysia. Sementara perempuan Indonesia tertarik pada laki-laki yang memiliki karir dan penghasilan yang mapan di banding perempuan di negara lain yang memilih laki-laki karena rasa percaya dirinya,” ujar Violet Lim, CEO Lunch Actually, dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com.

Selain hal tersebut, hasil riset Lunch Actually juga mengungkapkan fakta perilaku mencari jodoh melalui penggunaan aplikasi online dating. Terungkap bahwa 49,09% laki-laki dan 32.72 % perempuan menggunakan aplikasi online dating untuk mencari pasangannya. Dari sisi komposisi umur, laki-laki berusia 21 hingga 30 tahun yang lebih banyak menggunakan aplikasi dibandingkan mereka yang berumur di atas 31 tahun.

Sementara untuk perempuan, usia 26 hingga 35 tahun yang lebih mayoritas. Hal ini memang wajar mengingat perempuan pada usia tersebut sudah mulai merasakan kecemasan psikologis selagi belum menemukan jodohnya.

Meski tren menggunakan aplikasi jodoh terus tumbuh, namun mayoritas responden tetap memilih cara konvensional dalam mencari pasangan hidupnya. Menggunakan jasa biro jodoh profesional saat ini tetap menjadi piilihan utama.

Salah satu alasan mereka adalah menilai cocok tidaknya calon pasangan haruslah dilihat langsung secara fisik (18,57 %), sementara yang menjawab tidak yakin terhadap profil dan kualitas seseorang jika mengandalkan aplikasi saja mencapai 37,4 %.

Sebagai tambahan, lanjut Violet, para responden sangat yakin bahwa setiap orang memiliki pasangan hidupnya masing-masing. Sayangnya mereka ragu apakah mereka bisa menemukan jodohnya. Perempuan lebih banyak memiliki keraguan tersebut (43,90 %) dibandingkan laki-laki (39,72 %).

Hal ini disebabkan karena secara psikologis perempuan yang ragu tersebut menganggap bahwa mereka tidak seagresif perempuan lain dalam mengejar jodoh. Di samping itu pula, keraguan timbul karena mereka memiliki standart yang tinggi dalam memilih calon suami dan tidak ada laki-laki yang memenuhi standar tersebut.
    
“Kami sudah sering membantu klien-klien kami yang kesulitan mendapatkan jodoh di berbagai negara di Asia. Hasilnya cukup memuaskan. Dengan konsep makan siang bersama calon pasangan hidup, mereka bisa memutuskan apakah akan melanjutkan hubungannya atau tidak. Tentu sebelum saling bertemu kami akan mendampingi dan menjalin komunikasi yang intensif dengan klien. Apalagi rata-rata responden kami masih memilih untuk bertemu langsung dibandingkan mengenal secara maya,” tegasnya.

Masyarakat Indonesia yang masih berorientasi pada hubungan sosial turut mempengaruhi pola pikir terhadap pernikahan. Jika di Hongkong umur ideal untuk menikah adalah 33 tahun ke atas, maka di Indonesia responden memilih usia lebih muda untuk menikah.

“Laki-laki dan perempuan Indonesia belum berubah dalam hal pilihan usia untuk menikah, yaitu 26 hingga 32 tahun. Pada usia seperti ini, biasanya sudah lulus kuliah dan memiliki pekerjaan tetap serta tabungan yang cukup sehingga dianggap ideal untuk menikah,” tuturnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Saat yang Tepat Untuk 'Berburu' Pasangan Hidup

Inilah Saat yang Tepat Untuk 'Berburu' Pasangan Hidup

Lifestyle | Kamis, 02 Oktober 2014 | 17:05 WIB

Mencari Jodoh Lewat Kencan Makan Siang

Mencari Jodoh Lewat Kencan Makan Siang

Lifestyle | Kamis, 02 Oktober 2014 | 13:53 WIB

Hal-hal Mengejutkan Setelah Menemukan Belahan Jiwa

Hal-hal Mengejutkan Setelah Menemukan Belahan Jiwa

Lifestyle | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 14:12 WIB

Cari Istri "Suci dan Alami", Miliuner Ini Bayar Biro Jodoh 1,8 Miliar

Cari Istri "Suci dan Alami", Miliuner Ini Bayar Biro Jodoh 1,8 Miliar

News | Rabu, 16 Juli 2014 | 14:58 WIB

Lelaki Ini Ikut Ajang Pencarian Jodoh di TV setelah Bunuh Dua Istrinya

Lelaki Ini Ikut Ajang Pencarian Jodoh di TV setelah Bunuh Dua Istrinya

News | Jum'at, 09 Mei 2014 | 00:05 WIB

Syahrini Berharap Menikah Tahun Ini

Syahrini Berharap Menikah Tahun Ini

Entertainment | Jum'at, 18 April 2014 | 16:11 WIB

Belum Bertemu Jodoh, Vicky Shu Dilangkahi Adik

Belum Bertemu Jodoh, Vicky Shu Dilangkahi Adik

Entertainment | Senin, 14 April 2014 | 13:41 WIB

Terkini

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:39 WIB

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:30 WIB

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:29 WIB

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:28 WIB

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:26 WIB

×