Di Kampung Ini, Dukun Beranak Lebih Dihormati daripada Bidan

Ardi Mandiri

Jum'at, 06 Maret 2015 | 17:17 WIB
Di Kampung Ini, Dukun Beranak Lebih Dihormati daripada Bidan
bidan

Suara.com - Dukun beranak. Bila mendengar nama itu, kita, agaknya kembali ke masa lampau, di mana era pengobatan belum secanggih sekarang.

Tak heran, eksistensi dukun beranak, saat ini, makin jarang terdengar, lantaran kalah bersaing dengan rumah sakit, bahkan bidan.

Tapi di perkampungan Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, dukun beranak, ternyata, jauh lebih populer ketimbang bidan, apalagi rumah sakit.

Kaum ibu --di tempat yang terkenal dengan jeruknya itu, lebih nyaman bila ditangani dukun daripada jasa bidan untuk proses persalinan.

Ditelisik, keberadaan bidan, yang sudah bertugas sejak 2007 di tempat itu dinilai tidak efektif. Selain jumlah yang terbatas, bidan juga dianggap kurang maksimal melayani para pasien.

Demikian dikatakan Magdalena Ndiken, 54, perempuan yang telah 15 tahun lebih berprofesi sebagai dukun.

"Jadi dukun beranak sendiri sebetulnya sudah turun temurun. Keluarga saya, bahkan saya sendiri melahirkan bukan di rumah bersalin atau tenaga bidan, tapi dibantu dukun," kata perempuan yang akrab disapa Mama Magda.

"Bidan di sini tidak efektif. Jumlahnya sedikit dan pelayanannya juga tidak maksimal," ujar Mama Magda, yang merupakan perempuan asli Suku Marind Dek itu.

"Jadi warga kurang hormat kepada bidan," dia melanjutkan.

Menggunakan pendekatan spiritual
Diungkapkan Mama Magda bahwa dirinya kerap membantu proses persalinan dan perawatan bayi secara spiritual. Tak cuma itu, dia juga hanya menggunakan peralatan sederhana, tanpa pernah menyentuh benda-benda modern dunia kedokteran.

"Kalau potong pusar bayi, biasanya bidan pakai silet. Tapi Mama cukup dengan bambu yang sudah ditajamkan ujungnya," katanya.

Setelah melahirkan, Mama Magda melanjutkan, ibu dan bayi juga harus dipisahkan dengan ayahnya, sekira 40 hari lamanya.

Dalam momentum tersebut, ibu dan bayi akan diasapi, agar darah kotor pada rahim cepat bersih. "Proses itu juga membuat anak menjadi lebih kuat," dia menerangkan.

"Ada juga ramuan dari daun-daun kampung yang saya berikan untuk ibu yang baru melahirkan. Harus minum ramuan itu agar lebih bersih setelah melahirkan," dia menambahkan.

Soal biaya persalinan, Mama Magda mengaku tak pernah menerapkan tarif. Malah ada satu kasus di mana dia hanya dibayar dengan sekantong pinang dan sirih.

"Ya semampunya saja. Mama tidak pernah patok harga, malah ada yang suka kasih sirih dan pinang saja Mama sudah senang. Kasihan di sini warga kan hanya petani, jadi saling tolong menolong karena namanya satu kampung sudah kayak keluarga," ucapnya. (Lidya Salmah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Kementerian Kerja Sama Siapkan Program Desa Sehat

Dua Kementerian Kerja Sama Siapkan Program Desa Sehat

Health | Sabtu, 03 Januari 2015 | 04:40 WIB

IBI: 63% Kelahiran Per Tahun di Indonesia Ditangani Bidan

IBI: 63% Kelahiran Per Tahun di Indonesia Ditangani Bidan

Health | Kamis, 26 Juni 2014 | 17:10 WIB

Terkini

Memahami Duka dan Continuing Bonds dalam Voicemails for Isabelle

Memahami Duka dan Continuing Bonds dalam Voicemails for Isabelle

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Jatim | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:45 WIB

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Fakta SEEN, Boy Group Baru Asal Indonesia yang Lagi Curi Perhatian

Fakta SEEN, Boy Group Baru Asal Indonesia yang Lagi Curi Perhatian

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Hari ke-22 Pencarian KM Virgo Transport 8, Dua Jasad Ditemukan di Kalimantan Tengah

Hari ke-22 Pencarian KM Virgo Transport 8, Dua Jasad Ditemukan di Kalimantan Tengah

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Dapur MBG Bertambah di 16 Provinsi, Jumlah Capai Lebih dari 27.000 Unit

Dapur MBG Bertambah di 16 Provinsi, Jumlah Capai Lebih dari 27.000 Unit

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Rekor Milik Gajah Perang, Garuda Punya Modal SUGBK

Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Rekor Milik Gajah Perang, Garuda Punya Modal SUGBK

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:04 WIB

×