Setelah 30 Tahun, 'Neraka' Binatang Ini Akhirnya Akan Ditutup

Esti Utami

Senin, 16 Maret 2015 | 01:00 WIB
Setelah 30 Tahun, 'Neraka' Binatang Ini Akhirnya Akan Ditutup
Ilustrasi gorila (shutterstock)

Setelah hampir 30 tahun tinggal di "neraka bagi hewan" seekor gorila akhirnya akan dibebaskan ke alam liar.  Pelepasan ini dilakukan setelah pemerintah Thailand menyatakan kebun binatang yang berada di pusat perbelanjaan bertingkat tinggi ini, melanggar hukum. Mereka memerintahkan pemilik kebun binatang untuk memindahkan gorila bernama Bua Noi, dan sejumlah hewan besar lainnya.

Daily Mirror, Sabtu (14/3/2015) melaporkan Bua Noi, yang berarti teratai kecil itu, telah dikandangkan pusat perbelanjaan Pata Bangkok sejak tahun 1987.

Di kebun binatang yang terletak di lantai keenam dan ketujuh dari bangunan itu, terdapat sekitar 200 ekor binatang dari 50 spesies. Di sana termasuk kera, monyet, macan tutul, harimau dan beruang.  Binatang-binatang yang biasa hidup liar di hutan ini 'dipaksa' mengemis makanan atau melakukan pertunjukan bagi pengunjung.

Sebuah rekaman video yang dibuat pada tahun 2010 menunjukkan, harimau yang frustrasi mondar-mandir di sekitar kandang yang kecil, bayi orang utan yang dipaksa mengangkat barbel, monyet dipaksa untuk memakai make-up dan melawan dengan pisau, serta seekor penguin.

Hewan-hewan ini dipaksa tinggal dalam kondisi yang sangat sempit, tanpa akses sinar matahari. Mereka juga mengalami panas dan asap knalpot intens dari jalanan sibuk di bawahnya.  Hingga tahun lalu, sejumlah aktivis perlindungan hewan menggalang petisi untuk membebaskan semua hewan di kebun binatang ini. Petisi ini  menarik hampir 50.000 tanda tangan.

"Pada dasarnya, itu adalah penjara hewan di atas pusat perbelanjaan. Ruangannya terlalu kecil, dan sangat sedikit sinar matahari. Kandang yang kotor dan bau, dan orang-orang yang datang melewati sepanjang hari, mendapatkan terlalu dekat dengan binatang, yang membuat binatang sangat stres," ujar Edwin Wiek, direktur Wildlife Friends Thailand.

Sementara pemilik kebun binatang, Kanit Sermsirimongkol, mengatakan ia membuka kebun binatang ini 30 tahun yang lalu karena dia mencintai binatang.

"Tidak ada aturan atau peraturan untuk mengatakan berapa banyak ruang setiap kebutuhan hewan. Ini bukan tentang ruang, ini tentang cara di mana Anda memperlakukan hewan. Ruang yang kami berikan kepada hewan cukup bagi mereka untuk bebas bergerak, dan berolahraga," katanya.

Keputusan ini disambut baik oleh kelompok-kelompok hak hewan, tetapi dikhawatirkan Bua Noi tidak dapat direhabilitasi dan tidak akan bisa dilepaskan ke alam liar. Sedangkan nasib hewan lain masih belum jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pramono Anung Beri Sinyal Harga Tiket Masuk Ragunan Bakal Ada Penyesuaian

Pramono Anung Beri Sinyal Harga Tiket Masuk Ragunan Bakal Ada Penyesuaian

News | Senin, 07 September 2026 | 19:43 WIB

'Binatang Jalang', Noda Chairul Anwar dalam Skema Korupsi Pakan Binatang

'Binatang Jalang', Noda Chairul Anwar dalam Skema Korupsi Pakan Binatang

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:00 WIB

Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!

Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:12 WIB

Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara

Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:00 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi

Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:19 WIB

Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi

Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:45 WIB

Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa

Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:59 WIB

Berapa Gaji Dirut Kebun Binatang Surabaya Chairul Anwar? Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

Berapa Gaji Dirut Kebun Binatang Surabaya Chairul Anwar? Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:41 WIB

Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 Miliar: Saat Manusia Lebih Buas dari Predator

Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 Miliar: Saat Manusia Lebih Buas dari Predator

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:15 WIB

Jejak Karier Chairul Anwar, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

Jejak Karier Chairul Anwar, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:29 WIB

Terkini

Review Ketok Mejik, Warisan Bengkel dan Palu Sakti

Review Ketok Mejik, Warisan Bengkel dan Palu Sakti

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:00 WIB

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:58 WIB

Perawatan Kecantikan Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Memilih Sesuai Kebutuhan Pasien

Perawatan Kecantikan Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Memilih Sesuai Kebutuhan Pasien

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:57 WIB

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:55 WIB

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:54 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:44 WIB

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

×