Opera Ular Putih: Reinkarnasi Siluman Masa Kini

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 04 April 2015 | 15:06 WIB
Opera Ular Putih: Reinkarnasi Siluman Masa Kini
Opera Ular Putih

Suara.com - Teater Koma didukung Djarum Apresiasi Budaya kembali mempersembahkan lakon terbarunya ke-139 yang berjudul Opera Ular Putih.

Lakon ini diangkat dari legenda tua asli Cina dan sebelumnya pernah dipentaskan di tempat yang sama, yakni Taman Ismail Marzuki pada 1994. Sesuai judulnya, pementasan ini berkisah tentang siluman ular putih yang ingin menjadi manusia dan ingin menjalani kehidupan sebagai manusia biasa.

Untuk mewujudkan impiannya, ia bertapa selama 1000 tahun lamanya. Berkat usaha dan niat baik yang dimiliki si ular putih, dewa pun mengabulkan permintaannya.

Siluman ular putih pun menjelma menjadi seorang perempuan cantik jelita bernama Pehtinio. Tak hanya dirinya yang berubah menjadi manusia biasa, sang adik yang merupakan siluman ular hijau juga menjelma menjadi manusia bernama Siocing.

Cerita berlanjut ketika Tinio, si ular putih bertemu pemuda bernama Kohanbun yang merupakan reinkarnasi dari orang yang dulu pernah menolong Ular Putih ratusan tahun yang lalu. Ia pun bertekad untuk menjadi istri dari Kohanbun.

Namun, kedamaian mereka terusik ketika Kohanbun bertemu dengan Gowi, seorang peramal yang memberitahu bahwa istrinya adalah seekor siluman ular jahat, tidak peduli segala kebaikan yang dilakukan Tinio.

Lakon ini memberi penyadaran bagi penonton apakah sosok Tinio yang dulunya pernah berbuat kejahatan lalu berupaya untuk menjadi manusia baik tidak bisa dimaafkan?

Apakah yang dikutuk sebagai kejahatan memang benar kejahatan? Apakah hal yang diagungkan sebagai kebaikan hanya merupakan kedok suatu kebusukan? Mungkin pesan ini kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari dimana sulit memaafkan orang-orang yang pernah berbuat jahat meski kini yang bersangkutan telah berubah menjadi baik.

Meski mengusung tagline yang serius, "Bumi harus bersih, langit harus suci", Teater Koma di setiap pertunjukkannya kerap membumbui alur ceritanya dengan dialog-dialog yang menghibur dan membawa pesan kekinian yang kerap dikaitkan dengan perilaku penguasa.

Pementasan Teater Koma selalu tampil maksimal, penonton dimanja dengan sentuhan yang artistik pada tata panggung dan penampilan para pemain. Kostum pemain pun tak melulu mengangkat budaya Cina yang menjadi tema besar opera ini.

Sentuhan batik Indonesia pun disematkan untuk menunjukkan kekuatan dua budaya yang bersatu dalam satu panggung.

Opera Ular Putih ini dibintangi oleh Tuti Hartati yang sebelumnya juga tampil di pementasan Teater Koma bertajuk Republik Cangik. Bila sebelumnya ia harus berperan jenaka sebagai Limbuk, tapi kini Tuti berubah 180 derajat menjadi Tinio yang lemah lembut.

Tak ketinggalan, pementasan kali ini didukung oleh aktris dan aktor kawakan Teater Koma seperti Budi Ros, Andhini Putri Lestari, Adri Prasetyo, Ade Firman Hakim, Dodi Gustaman, Daisy Lantang, Ratna Ully, Dorias Pribadi, Sir Ilham Jambak, Aris Abdullah, Dana Hassan, Julung Ramadan dan Rangga Riantiarno.

Pemakaian kostum warna warni yang dirancang oleh Rima Ananda Oemar, serta tata rias oleh Sena Sukarya. Para pemain juga menunjukkan keserasian gerak serta tari yang ditata oleh Elly Luthan, diperindah oleh tata artistik dan cahaya garapan Taufan S. Chn.  

Produksi yang dipimpin oleh Ratna Riantiarno ini akan dibantu juga oleh pengarah teknik Tinton Prianggoro dan pimpinan panggung Sari Madjid Prianggoro.

Karya ini dikemas dengan teknik modern dengan menghadirkan gelak tawa dan air mata, cinta dan rindu, diiringi lagu dan musik yang menyentuh. Menyajikan kisah klasik Cina yang dikemas dalam balutan kostum serta pernak-pernik khas Indonesia yang akan mewakili semangat akulturasi budaya.

“Pertanyaan yang diajukan akan tetap relevan: Masih sanggupkah kita membedakan siapa manusia dan siapa siluman? Semoga penonton dapat mengambil makna yang kaya akan pesan moral tersirat yang berusaha kami sampaikan dalam lakon ini,” tutur Nano Riantiarno, sang penyadur naskah dan sutradara pementasan ini.

Pementasan Opera Ular Putih dihelat di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Cikini, mulai 3 hingga 19 April 2015 setiap pukul 19.30 WIB untuk Selasa hingga Sabtu dan khusus Minggu pementasan dimulai pukul 13.30 WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Persembahan Terbaru dari Teater Koma

Ini Persembahan Terbaru dari Teater Koma

Press Release | Rabu, 25 Maret 2015 | 15:40 WIB

"Republik Cangik" Ketika Panakawan Memilih Raja

"Republik Cangik" Ketika Panakawan Memilih Raja

Lifestyle | Jum'at, 14 November 2014 | 20:35 WIB

Republik Cangik

Republik Cangik

Foto | Kamis, 13 November 2014 | 12:43 WIB

Teater Koma Pentaskan Lakon Republik Cangik

Teater Koma Pentaskan Lakon Republik Cangik

Entertainment | Senin, 03 November 2014 | 17:38 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×