Gerebeg Syawal Keraton Solo, Sedekah Raja bagi Rakyat

Arsito Hidayatullah

Minggu, 19 Juli 2015 | 14:42 WIB
Gerebeg Syawal Keraton Solo, Sedekah Raja bagi Rakyat
Sejumlah warga tampak berebut gunungan dalam tradisi Gerebeg Syawal Keraton Solo, Minggu (19/7/2015). [Suara.com/Labib Zamani]

Suara.com - Ratusan warga dari berbagai daerah berebut dua gunungan dalam perayaan Gerebeg Syawal yang diselenggarakan oleh Keraton Solo, Jawa Tengah, Minggu (19/7/2015).

Pantauan Suara.com, upacara Gerebeg Syawal dimulai sekitar pukul 10.45 WIB. Acara dibuka drumband Bregada Tamtama Prajurit Keraton, Prajurit Prawira Anom, Prajurit Sorogeni, Pasukan Doropati, disertai dua gunungan yakni Jaler dan Estri.

Kedua gunungan tersebut diarak dari Kori Kamandungan Keraton Solo, menuju halaman Masjid Agung Solo yang berjarak sekitar 500 meter.

Gunungan Jaler berisi hasil bumi, berupa sayur-sayuran dan lauk-pauk, seperti kacang panjang, terong, tebu, telur, cabai merah, wortel dan jeruk. Sedangkan gunungan Estri berisi intip, rengginang, dilengkapi dengan bendera Merah Putih.

Sebelum diperebutkan, kedua gunungan itu didoakan terlebih dahulu di Masjid Agung. Setelah doa dipanjatkan, gunungan Jaler pun langsung "dijarah" oleh warga yang berada di sekitar serambi masjid. Warga bahkan rela berdesak-desakan hanya untuk mendapatkan sedekah dari Raja Keraton Solo tersebut.

Sementara, gunungan Estri dibawa kembali ke halaman Kori Kamandungan Keraton. Selama di perjalanan, sejumlah Abdi Dalem serta Sentono Dalem melakukan pagar betis, agar gunungan Estri tersebut tidak ikut diperebutkan warga.

Setelah sampai di halaman keraton, warga yang telah menunggu lebih awal, pun langsung berebut isi dari gunungan Estri itu.

Salah seorang pengunjung dari Sidoarjo, Jawa Timur, bernama Alfiah, mengaku senang bisa mendapatkan berkah dari Gerebeg Syawal Keraton Solo. Alfiah mengaku baru kali ini menyaksikan perayaan Gerebeg Syawal.

"Seru banget, bisa ikut berebut sedekah keraton. Saya dapat intip dan rengginag. Sedekah ini akan saya bawa pulang ke Sidoarjo. Semoga menjadi berkah, karena langsung saya peroleh dari keraton," kata Alfiah.

Sementara itu, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo, Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusumo menjelaskan, Gerebeg Syawal merupakan tradisi tahunan yang dilakukan secara turun-temurun. Kegiatan itu bertujuan untuk mengingatkan perkembangan Islam masa lalu, di samping juga sebagai bentuk selamatan atau wilujengan.

"Gerebeg Syawal ini merupakan ucap syukur merayakan kemenangan bagi umat Islam yang sudah selesai menjalankan ibadah puasa selama 30 hari. Ucap syukur kita wujudkan dengan dua gunungan yang diperebutkan oleh warga," kata lelaki yang akrab disapa Kanjeng Win itu.

Lebih lanjut, Kanjeng Win mengatakan, sebagai pewaris kerajaan Islam, sudah menjadi kewajiban untuk terus mengingatkan peristiwa Islam kepada masyarakat. Masyarakat pun diminta untuk selalu bersyukur atas berkah yang mereka dapatkan di bumi. [Labib Zamani]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Libur Lebaran, Bonbin Ragunan Masih Jadi Favorit

Libur Lebaran, Bonbin Ragunan Masih Jadi Favorit

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2015 | 12:20 WIB

Asyik Berselfie di Ujung Genteng, Dua Wisatawan Diseret Ombak

Asyik Berselfie di Ujung Genteng, Dua Wisatawan Diseret Ombak

News | Sabtu, 18 Juli 2015 | 17:07 WIB

Jokowi: Lebaran di Daerah Akan Dijadikan Tradisi

Jokowi: Lebaran di Daerah Akan Dijadikan Tradisi

News | Jum'at, 17 Juli 2015 | 18:07 WIB

Ziarah Makam di Hari Raya

Ziarah Makam di Hari Raya

Foto | Jum'at, 17 Juli 2015 | 15:59 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×