Kiat Membiasakan si Kecil Konsumsi Buah dan Sayur

Jum'at, 24 Juli 2015 | 07:11 WIB
Kiat Membiasakan si Kecil Konsumsi Buah dan Sayur
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas yang menentukan kehidupan seorang manusia di masa mendatang. Apabila pembentukan pola makan sehat sudah dilakukan sejak bayi maka besar kemungkinan di saat dewasa kebutuhan gizi seseorang akan terus terpenuhi.

Aturan ini juga berlaku untuk urusan mengasup sayur dan buah-buahan. Lanatas, bagaimana caranya agar anak terbiasa mengonsumsi sayuran sejak bayi?

Menurut Guru Besar di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. Agus Firmansyah SpA(K), sejak usia 6 bulan ke atas, anak bisa diperkenalkan dengan MPASI (makanan pendamping ASI) dalam beragam tekstur, tampilan dan rasa untuk memenuhi jumlah nutrisi yang komprehensif seiring dengan pertambahan usia. Pada masa inilah anak bisa mulai diperkenalkan pada sayur dan buah secara bertahap dan teratur.

"Banyak cara menarik yang sebenarnya bisa dilakukan ibu untuk membuat anaknya suka makan sayur. Misal dengan memberikan buah dalam bentuk jus, atau menambahkan sayur dalam nasi tim atau bubur. Kemudian secara bertahap beralih ke makanan padat seperti yang dimakan orang dewasa," kata Prof Agus pada 'Nutritalk: Pembentukan Pola Makan Sehat Sejak Dini' di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat memberi sayur dan buah pada periode transisi, Prof Agus mengingatkan agar orangtua membiasakan anak mengonsumsi satu jenis sayur dan buah selama beberapa hari untuk melatih kemampuan indera pengecap anak.

"Buah dan sayur kan teksturnya agak kasar jadi jangan langsung memberikan bermacam-macam jenisnya. Misal pisang dulu seminggu nanti diganti lagi. Ibu mesti pintar mengolah agar disukai anak," imbuhnya.

Prof Agus menuturkan bahwa kandungan serat, prebiotik, vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah dan sayuran sangat dibutuhkan anak pada masa tumbuh kembangnya. Jika kebutuhan akan sayur dan buah terpenuhi sejak kecil, maka saluran cerna dan sistem kekebalan tubuh anak akan lebih sehat.

"Kecukupan serat sejak dini menurunkan risiko terkena berbagai penyakit seperti peradangan, alergi, diare, jantung, kanker, dan tekanan darah tinggi saat dewasa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI