7 Alasan Kenapa Sebaiknya Jangan Ikut Campur Kehidupan Orang Lain

Angelina Donna | Suara.com

Minggu, 30 Agustus 2015 | 07:01 WIB
7 Alasan Kenapa Sebaiknya Jangan Ikut Campur Kehidupan Orang Lain
Ilustrasi (malesbanget)

Uwoo, kalau ngomongin tentang Indonesia itu nggak lengkap rasanya kalau kita nggak ngebahas tentang kebiasaan masyarakatnya (termasuk kamu) yang suka ngurusin kehidupan orang lain. Mungkin ini kali ya yang jadi salah satu alasan kenapa media sosial itu begitu laris bagi penduduk Indonesia. Udah pada kepoan tentang kehidupan orang lain, terus berlanjut pengen sok-sok ngurusin dan kemudian sampailah pada level pengen ikut campur. Kalau kamu pernah dan sering ikut campurin kehidupan orang, mending kamu insyaf deh karena...

1. Urusan Kamu Kan Udah Banyak

Ngapain sih kamu pake ngurus-ngurusin kehidupannya orang lain. Sementara kamu kan punya kehidupan sendiri dengan segala permasalahannya. Ya, kecuali pekerjaan kamu itu konsultan, psikolog atau motivator gitu baru boleh lah kamu sedikit ngasih saran buat kehidupan orang lain. Kalau bukan ya nggak usah sih ikut campurin urusannya orang. Gini ya, MBDC minta kamu untuk nggak usah ngurusin dan ikut campur kehidupan orang lain itu bukan berarti MBDC minta kamu jadi orang yang cuek dan antipati. Ngasih tau orang untuk berbuat baik dan menjauhi hal-hal negatif sih boleh aja, tapi jangan ikut campur dalam permasalahan pribadi orang lain sementara kamu nggak diminta untuk terlibat di dalamnya. Daripada kamu ngurusin masalah orang kan mending kamu urusin hidup kamu, daripada ntar...

2. Jadi Pusing Sendiri

Kamu aja ngurusin kehidupan kamu udah keteteran dan sering ngeluh, ini pake acara ngurusin kehidupannya orang lain. Yang ada kamu bakalan jadi pusing sendiri karena dengan ikut ngurusin masalah yang sebenarnya bukan dalam wilayah kamu buat ikut campur. Nah kalau kamu nggak diminta ikut ngurusin masalah tersebut ya mending kamu melipir aja pergi ke tempat pijit buat ngilangin rasa penat, pusing dan cenut-cenut yang sempat menghinggapi kepala kamu.

3. Kamu Nggak Ada Kemajuan

Dengan ngurusin kehidupan orang lain, itu nggak akan merubah apapun dalam kehidupan kamu. Karena fokus kamu itu cuma tentang kehidupan dan permasalahan orang lain, sementara hidup kamu sendiri stuck di situ-situ aja. Coba deh renungin kenapa selama ini karir kamu nggak naik-naik? Usaha kamu nggak berkembang atau prestasi kamu biasa-biasa aja. Itu semua karena kamu terlalu sibuk ngurusin segala masalah yang sebenernya bukan permasalahan kamu.

4. Nanti Jatuhnya Malah Gosip

Ketika kamu mulai kepo dan ngurusin permasalahan orang lain, maka akan ada kecenderungan bagi kamu untuk nyeritain masalah tersebut dengan orang lainnya lagi. Kamu tau nggak kalau kegiatan kamu nerus-nerusin cerita berantai gitu ntar bisa malah jadi gosip. Nah kalau berita yang asalnya dari kamu itu udah berkembang menjadi gosip, kamunya bisa apa coba? Tanggung jawab seperti apa yang bisa kamu lakukan sama orang yang udah jadi bahan gosip itu. Palingan kamu cuma bisa minta maaf dan itu juga nggak bakalan ngerubah keadaan. Karena apabila sebuah gosip itu sudah dihembuskan, dia nggak akan bisa ditarik kembali. Nah lo!

5. Yang Kamu Urusin Juga Belum Tentu Seneng

Apa selama ini kamu ngerasa dengan ikut ngurusin kehidupan orang lain tingkat kekerenan yang ada pada diri kamu itu bakalan meningkat? Salah besar tau. Karena dengan ikut campurin permasalahan orang lain itu kamu bakalan dianggap sebagai orang kepo nan rese yang cuma gangguin hidupnya orang. Mungkin niat kamu sih baik dengan berusaha nyariin jalan keluar dari permasalahan orang tersebut. Tapi kalau kamu bergerak sok tau sendiri tanpa koordinasi dan persetujuan yang bersangkutan sih bisa-bisa orang yang kamu bantuin itu bakalan marah besar.

6. Bisa Memicu Konflik yang Lebih Besar

Kalau orang yang kamu bantuin itu marah besar sama kamu, bisa aja hal itu bakalan memicu konflik yang lebih besar. Secara kamu tau sendiri kan pemikiran yang ada pada tiap orang itu berbeda-beda. Nah perbedaan cara berpikir inilah yang harus kamu hargai dengan tidak ikut mencampuri masalah-masalah individu lain. Kalau tiba-tiba kamu nyemplung gitu aja, yang ada bukan ikut nyelesaiin tapi malah nambah ruwet masalah tersebut. Inget bahwa pemikiran orang itu berbeda-beda dalam menyikapi sebuah hal, jangan kamu maksain cara pandang kamu ke orang lain.

7. Belum Tentu Kamu Tau Masalah yang Sebenarnya

Kamu sebagai orang luar atau bahkan sahabatnya sekalipun, belum tentu kamu tau masalah yang sebenernya terjadi sama orang tersebut. Yang bisa kamu lakukan sih cuma dengerin (kalau kamu dicurhatin) dan kasih saran aja. Biarkan orang tersebut yang menimbang-nimbang kembali keputusan apa yang akan dia ambil. Tapi kalau yang bersangkutan nggak mau cerita ya udah jangan dipaksa. Karena terpaksa itu cuma menimbulkan luka. Perih tau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

8 Alasan Facebook Adalah Media Sosial Tanpa Tanda Jasa

8 Alasan Facebook Adalah Media Sosial Tanpa Tanda Jasa

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 07:05 WIB

Terkini

Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet

Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:17 WIB

Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL

Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:15 WIB

Tips Menyimpan Opor Ayam Sisa Lebaran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Enak, Jangan Sampai Basi

Tips Menyimpan Opor Ayam Sisa Lebaran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Enak, Jangan Sampai Basi

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:00 WIB

Bolehkah Puasa Syawal 1 Hari Saja? Ini Penjelasan Lengkapnya Sesuai Sunnah

Bolehkah Puasa Syawal 1 Hari Saja? Ini Penjelasan Lengkapnya Sesuai Sunnah

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:35 WIB

Rencana ke Ragunan saat Libur Lebaran? Cek Harga Tiket dan Jam Buka Terbaru

Rencana ke Ragunan saat Libur Lebaran? Cek Harga Tiket dan Jam Buka Terbaru

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:28 WIB

Bolehkah Wanita Haid Ziarah Kubur dan Membaca Yasin? Ini Hukumnya

Bolehkah Wanita Haid Ziarah Kubur dan Membaca Yasin? Ini Hukumnya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:23 WIB

Apakah Puasa Syawal Harus Berturut-Turu atau Boleh Diselingi? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Puasa Syawal Harus Berturut-Turu atau Boleh Diselingi? Ini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:20 WIB

Waduh, Lupa Bayar Zakat Fitrah Setelah Sholat Idulfitri? Ini Hukum dan Cara Mengatasinya

Waduh, Lupa Bayar Zakat Fitrah Setelah Sholat Idulfitri? Ini Hukum dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:18 WIB

5 Tips Aman Makan Makanan Bersantan saat Lebaran agar Tetap Sehat

5 Tips Aman Makan Makanan Bersantan saat Lebaran agar Tetap Sehat

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:10 WIB

Jangan Biarkan Iman 'Drop', 7 Tips Menjaga Semangat Ibadah Tetap On Fire setelah Ramadan

Jangan Biarkan Iman 'Drop', 7 Tips Menjaga Semangat Ibadah Tetap On Fire setelah Ramadan

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:00 WIB