Sensasi Rasa Berbeda Cokelat Luwak dari Bali

Arsito Hidayatullah

Minggu, 06 September 2015 | 13:54 WIB
Sensasi Rasa Berbeda Cokelat Luwak dari Bali
Salah seorang SPG menunjukkan produk cokelat luwak, di Denpasar, Bali, Minggu (6/9/2015). [Suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Kopi luwak mungkin kini sudah biasa dinikmati oleh banyak orang. Tapi bagaimana dengan cokelat luwak? Apa kekhususannya, dan bagaimana sensasi rasanya?

Untuk awal proses produksinya, pada dasarnya cokelat dan kopi luwak bisa dikatakan berasal dari prinsip yang sama. Yaitu dari hewan luwak (sejenis musang) yang selama ini dikenal suka memakan buah kopi, yang nyatanya juga bisa berlaku sama untuk buah cokelat.

Untuk produk ini, buah cokelat yang sudah masak diberikan kepada luwak-luwak yang kemudian memakannya. Biji cokelat yang lantas keluar dari kotoran luwak itulah yang lantas diambil untuk diproses. Tentu saja, biji-biji cokelat tersebut dipastikan dicuci terlebih dulu hingga bersih, sebelum lantas diproses untuk dijadikan cokelat seutuhnya.

Menurut Wirawan Tjahjadi, Direktur Bhineka Djaja, salah satu produsen kopi dan cokelat luwak dari Bali, secara keseluruhan proses pembuatan cokelat luwak dengan cokelat lainnya pun tidak berbeda jauh. Hanya proses mendapatkan biji cokelatnya yang di awal berbeda, yaitu dimakan lebih dulu oleh hewan luwak.

Wirawan menambahkan, yang jelas, produk cokelat luwak ini tidak menggunakan bahan tambahan apa pun termasuk gula.

"Cokelat luwak ini tidak ada tambahannya sama sekali, murni cokelat. Bahkan kami juga tidak ada menambahkan gula," terangnya, Minggu (6/9/2015).

Dijelaskan Wirawan, produksi cokelat luwaknya sendiri dilakukan di Yogyakarta, namun dipasarkan di Bali. Menurutnya, produksi cokelat luwak ini sendiri sudah dijabaninya sejak beberapa tahun lalu, namun baru mulai terkenal akhir-akhir ini.

Meski baru relatif mulai dikenal di Indonesia, Wirawan menyatakan bahwa cokelat luwak produksinya sendiri sudah banyak penggemarnya yang rata-rata adalah orang asing. Cokelat luwak itu bahkan juga sudah diekspornya ke berbagai negara di Eropa, juga ke Korea, Cina dan Jepang.

Diakui Wirawan, penikmat cokelat luwak ini sejauh ini rata-rata memang adalah wisatawan asing, sementara wisatawan lokal relatif masih jarang yang membeli. Untuk harganya, pihaknya menjual antara Rp100 ribu hingga Rp400 ribu per bungkus dengan berat bersih 700 gram.

Cokelat luwak ini disebutkan memiliki rasa manis yang ada pahit-pahitnya sedikit, serta ada nuansa rasa kacangnya. Menurut Ketut Rote, salah seorang penggemar cokelat luwak, produk ini rasanya tidak terlalu pahit dan sedikit berminyak.

"Waktu cokelatnya sudah habis kita makan, rasa cokelatnya itu masih melekat di lidah," paparnya.

Ketut pun menambahkan bahwa menurutnya cokelat luwak ini sepertinya aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

"Kalau orang punya sakit diabetes, kayaknya tidak masalah makan cokelat ini, karena no sugar," tuturnya. [Luh Wayanti]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nenek Ini Racuni Cucu Dengan Cokelat Kadaluarsa 25 Tahun Lalu

Nenek Ini Racuni Cucu Dengan Cokelat Kadaluarsa 25 Tahun Lalu

News | Minggu, 05 April 2015 | 22:42 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×