Jalur Pendakian Gunung Slamet Kembali Dibuka

Ardi Mandiri

Rabu, 09 September 2015 | 03:08 WIB
Jalur Pendakian Gunung Slamet Kembali Dibuka
Aktivitas-Gunung-Slamet-Fluktuatif-140914-Irp-1ok

Suara.com - Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, segera dibuka kembali, kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Purbalingga Prayitno.

"Kami telah menerima pemberitahuan lisan melalui kontak telepon dengan Pak Sudrajat selaku Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet yang berlokasi di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, yang menyatakan bahwa status Gunung Slamet sudah normal," katanya di Purbalingga, Selasa (8/9/2015) malam.

Dalam hal ini, kata dia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa status Gunung Slamet diturunkan dari Level II (Waspada) ke Level I (Normal) sejak tanggal 8 September 2015, pukul 17.00 WIB.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pembukaan kembali jalur pendakian di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, akan segera dilakukan setelah pihaknya menerima surat pemberitahuan resmi terkait penurunan status Gunung Slamet.

Dengan pembukaan jalur pendakian Gunung Slamet, lanjut dia, pihaknya akan menempatkan kembali satu orang petugas di Pos Bambangan.

Menurut dia, petugas sebelumnya yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) memilih mengundurkan diri sebagai PNS dan menekuni usaha sendiri di Pekalongan sejak tanggal 1 April 2015.

"Oleh karena itu, pemantauan untuk sementara dilakukan oleh karyawan di Objek Wisata Gua Lawa. Jika sudah dibuka kembali, kami akan menempatkan satu orang untuk memberikan pelayanan kepada para pendaki yang hendak ke puncak Gunung Slamet," katanya.

Lebih lanjut, Prayitno mengakui bahwa animo pendaki yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Slamet sangat tinggi.

Menurut dia, hal itu terlihat saat peringatan Hari Ulang Tahun Ke-70 Republik Indonesia, banyak pendaki yang berdatangan ke Pos Pendakian Bambangan.

Oleh karena Gunung Slamet masih berstatus "Waspada", kata dia, Dinbudparpora selaku pengelola Pos Pendakian Bambangan tidak mengizinkan mereka untuk mendaki.

"Kami tidak berani mengambil risiko untuk mengizinkan pendakian. Kami tetap mengacu pada imbauan PVMBG demi keselamatan para pendaki," katanya.

Ia mengatakan bahwa Pos Pendakian Bambangan ditutup sejak PVMBG menaikkan status Gunung Slamet dari "Normal" menjadi "Waspada" pada tanggal 10 Maret 2014.

Menurut dia, dampak penutupan itu secara ekonomi tidak saja hanya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) tetapi juga aktivitas ekonomi warga yang mengandalkan berjualan dari para pendaki.

"Sejak jalur pendakian ditutup, warga tidak mendapatkan penghasilan apapun karena biasanya kedatangan para pendaki atau wisatawan akan membuat warung makan di sekitar Pos Pendakian Bambangan ramai. Begitu pula dengan penitipan kendaraan sepeda motor atau mobil. Dengan demikian, warga memilih untuk bertani ataupun bekerja serabutan," katanya.

Akibat penutupan jalur pendakian tersebut, kata dia, target PAD tahun 2014 sebesar Rp10 juta tidak tercapai karena sejak awal Januari 2014 hingga tanggal 10 Maret 2014 hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp3.424.000 atau setara dengan 856 pendaki yang mendaki Gunung Slamet para periode itu.

"Sementara target sebesar Rp14 juta untuk tahun 2015, hingga saat ini juga belum satu rupiahpun ada pemasukan," katanya.

Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, kembali mengalami peningkatan aktivitas setelah lima tahun "tertidur" sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status gunung tertinggi di Jateng itu menjadi "Waspada" pada tanggal 10 Maret 2014, pukul 21.00 WIB.

Oleh karena aktivitasnya cenderung meningkat, PVMBG pada tanggal 30 April 2014, pukul 10.00 WIB, menaikkan status Gunung Slamet menjadi "Siaga".

Setelah 12 hari berstatus "Siaga" dan aktivitasnya cenderung turun, PVMBG pada tanggal 12 Mei 2014, pukul 16.00 WIB, menurunkan status Gunung Slamet menjadi "Waspada".

Akan tetapi sejak tanggal 12 Agustus 2014, pukul 10.00 WIB, status Gunung Slamet kembali dinaikkan menjadi "Siaga" karena aktivitasnya cenderung meningkat dan sempat beberapa kali terjadi erupsi.

Setelah menunjukkan penurunan aktivitas cukup lama, PVMBG pada tanggal 5 Januari 2015, pukul 16.00 WIB, menurunkan status Gunung Slamet dari "Siaga" menjadi "Waspada" dan selanjutnya pada tanggal 8 September 2015, pukul 17.00 WIB, diturunkan kembali menjadi "Normal". (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pascabanjir Bandang Gunung Slamet, Pantai Utara Tegal Dipenuhi Kayu

Pascabanjir Bandang Gunung Slamet, Pantai Utara Tegal Dipenuhi Kayu

Foto | Senin, 26 Januari 2026 | 19:37 WIB

Ramai Foto Gundul di Lereng Gunung Slamet, Ini Penjelasan ESDM soal WKP Baturaden

Ramai Foto Gundul di Lereng Gunung Slamet, Ini Penjelasan ESDM soal WKP Baturaden

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 13:31 WIB

Gakkum ESDM Buka Suara Soal Viral Aktivitas Tambang di Gunung Slamet

Gakkum ESDM Buka Suara Soal Viral Aktivitas Tambang di Gunung Slamet

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 16:00 WIB

Kronologi Pendaki Gunung Slamet Meninggal Dunia di Jalur Bambangan

Kronologi Pendaki Gunung Slamet Meninggal Dunia di Jalur Bambangan

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 07:51 WIB

Suara Kidung dari Lereng Slamet: Merapal Doa, Merawat Keseimbangan Bumi

Suara Kidung dari Lereng Slamet: Merapal Doa, Merawat Keseimbangan Bumi

Lifestyle | Senin, 19 Mei 2025 | 10:29 WIB

Daftar Pendaki Hilang di Gunung Slamet: Kisah Tragedi 1985 dan 2001

Daftar Pendaki Hilang di Gunung Slamet: Kisah Tragedi 1985 dan 2001

Lifestyle | Senin, 14 Oktober 2024 | 21:47 WIB

Cerita Naomi Daviola Hilang di Gunung Slamet, Ditolong Burung hingga Ingat Antar Anak-anak ke Gereja

Cerita Naomi Daviola Hilang di Gunung Slamet, Ditolong Burung hingga Ingat Antar Anak-anak ke Gereja

Lifestyle | Rabu, 09 Oktober 2024 | 20:57 WIB

Sosok Naomi, Siswi SMK Semarang yang Viral Usai Hilang di Gunung Slamet

Sosok Naomi, Siswi SMK Semarang yang Viral Usai Hilang di Gunung Slamet

News | Selasa, 08 Oktober 2024 | 21:00 WIB

Masuk KEN 2024, Festival Gunung Slamet Hadirkan Produk UMKM

Masuk KEN 2024, Festival Gunung Slamet Hadirkan Produk UMKM

Bisnis | Rabu, 03 Juli 2024 | 15:36 WIB

Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sampai Kapan? Ribuan Pendaki Batal Muncak!

Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sampai Kapan? Ribuan Pendaki Batal Muncak!

News | Selasa, 14 Mei 2024 | 15:50 WIB

Terkini

Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih

Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:53 WIB

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

×