Array

Tak Perlu Khawatir Jika Rapor si Kecil Jeblok

Sabtu, 03 Oktober 2015 | 08:21 WIB
Tak Perlu Khawatir Jika Rapor si Kecil Jeblok
Ilustrasi. (Shutterstock).

Tak sedikit orangtua yang was-was ketika buah hatinya berada di rangking paling bontot atau nilainya jeblok. Padahal tak seharusnya para orang tua bersikap demikian , karena nilai pelajaran di sekolah bukan satu-satunya indikator untuk mengukur kecerdasan anak.

Menurut pakar Multiple Intelligences dari Amerika, Thomas Armstrong, kecerdasan dalam bidang akademik hanyalah 1 dari 8 kecerdasan yang dimiliki setiap anak.

"Kalau berpikir kecerdasan anak dinilai dari nilai atau rankingnya di sekolah itu termasuk indikator kecerdasan yang tradisional," kata Armstrong pada temu media bertajuk "#BedaAnakBedaPintar bersama S-26 Procal GOLD" di Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Delapan kecerdasan yang dimaksud Armstrong antara lain word smart, number smart, picture smart, body smart, music smart, people smart, self smart, dan nature smart.

Anak yang memiliki kecerdasan bahasa atau word smart ditandai dengan kemampuannya yang lebih cepat untuk berbicara atau melakukan percakapan. Sementara number smart ditandai dengan kemampuan anak yang menonjol dalam bidang hitung-menghitung dan matematika.

Self smart diartikan sebagai kemampuan anak dalam menyadari kelebihan diri dan mengkomunikasikan perasaannya.

People smart ditandai dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain, bagaimana berempati dan memahami perasaan orang lain. Sedangkan anak-anak yang memiliki keahlian dalam bidang musik bisa digolongkan memiliki kecerdasan musik (music smart), dan jika keahliannya dalam bidang menggambar atau berimajinasi digolongkan memiliki kecerdasan visual (picture smart).

Armstrong menambahkan, ada pula anak-anak yang menonjol di bidang olahraga namun akademiknya biasa saja. Ini berarti kecerdasan anak yang lebih menonjol memang pada bidang body smart. Sedangkan anak-anak yang penyayang binatang dan peduli pada alam bisa digolongkan memiliki kecerdasan alam (nature smart).

"Setiap anak bisa memiliki satu atau lebih kecerdasan diatas. Tergantung bagaimana stimulasi yang diberikan orangtuanya sejak kecil agar semua potensi kecerdasan ini dimiliki sang buah hati," imbuhnya.

Suara.com - BERITA MENARIK LAINNYA: 

Putus dengan Shaheer, Ayu Ingin Pacar yang Tidak Main-main

Sinyal Aviastar yang Hilang di Sulsel Sudah Ditemukan

Ngaku Punya Anak dari Charly, Rere Dipolisikan

Benarkah Mengisi Ulang Ponsel Semalaman Merusak Baterai?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI