Pemuda Asal Jawa Tengah Ini Kembangkan Batik Bakau

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 08 Oktober 2015 | 20:35 WIB
Pemuda Asal Jawa Tengah Ini Kembangkan Batik Bakau
Cahyadi Adhe Kurniawan. (Foto: suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Siapa sangka, buah bakau yang membusuk dan berjatuhan di bibir pantai ternyata dapat mengubah perekonomian penduduk pesisir di dua desa di Semarang, Jawa Tengah.

Di tangan Cahyadi Adhe Kurniawan, pemuda yang kala itu masih sebagai mahasiswa di Universitas Diponegoro, buah bakau yang membusuk bisa diolah menjadi pewarna batik yang kini dikenal sebagai batik bakau.

"Awalnya saya berpikir banyak sekali sampah mangrove (propagul) yang menutupi saluran air di tambak milik masyarakat. Lalu saya cari tahu dan riset bagaimana cara memanfaatkannya," katanya usai ditemui pada temu media 'Hilo Green Leader' di Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Berawal dari coba-coba, Cahyadi melakukan riset selama satu tahun untuk menemukan jenis mangrove yang menghasilkan pewarna alami yang baik untuk batik.

"Jadi yang saya pakai khusus yang sudah membusuk. Tinggal mungutin aja," imbuhnya.

Pewarna alami yang terbuat dari bakau ini menghasilkan warna dengan gradasi coklat. Oleh karena itu, kain batik bakau masih didominasi dengan warna-warna gelap. Bahkan untuk mendapatkan warna yang diinginkan, batik tersebut harus dicelup 10 sampai 15 kali dalam pewarna bakau.

"Dicelup pun tidak langsung celup. Celup sekali, keringkan. Setelah kering, celup lagi, kemudian dijemur. Celup-jemur, celup-jemur, begitu seterusnya hingga memperoleh warna yang diinginkan," Terang Cahyadi merinci.

Hingga kini, ia sudah membina dua desa di daerah pesisir Semarang dengan total 12 ibu rumah tangga. Bahkan ia kerap diminta beberapa pemerintah daerah yang memiliki kampung pesisir seperti Deli Serdang, Batam, Jambi, Belitung, dan Rembang untuk melatih masyarakat mengolah bakau menjadi pewarna batik dan menghasilkan kain batik.

Salah satu grand finalist Hilo Green Leader ini tak hanya memanfaatkan bakau untuk menghasilkan produk yang siap jual. Ia bersama masyarakat binaannya juga memiliki program penanaman kembali bakau untuk melestarikan ekosistem bakau.

"Ekosistem mangrove hanya sekitar 15 hektar di Semarang. Empat dalam kondisi baik sedangkan 11 hektar lainnya sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Dengan melakukan penanaman bakau secara rutin kita bisa menyelamatkan 11 hektar itu," paparnya.

Ke depan, ia berharap bisa membuat kampung batik di Semarang untuk menyatukan desa binaan yang mengembangkan usaha batik bakau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:12 WIB

×