Siapa Bilang Anak Muda Tak Peduli Budaya Nusantara

Esti Utami, Firsta Nodia

Senin, 09 November 2015 | 09:19 WIB
Siapa Bilang Anak Muda Tak Peduli Budaya Nusantara
Komunitas Sobat Budaya. (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Masih ingatkah Anda ketika lagu "Rasa Sayange", reog Ponorogo hingga tarian tradisional Indonesia diklaim oleh negara tetangga? Peristiwa ini sempat membuat masyarakat Indonesia gerah dan marah-marah.

Tapi jika menengok lebih dalam, sebenarnya apa yang sudah dilakukan untuk melindungi budaya Nusantara dari klaim oleh negara lain? Tak banyak, bahkan data resmi berapa jumlah budaya milik Indonesia pun hingga kini belum tersedia. Wajar jika negara lain memanfaatkan keacuhan masyarakat Indonesia untuk 'mengklaim' beberapa seni budaya.

Tak mau hal ini terulang kembali, sebuah komunitas yang menamakan dirinya sebagai 'Sobat Budaya' pun melakukan berbagai upaya untuk melestarikan dan melindungi budaya Indonesia. Salah satunya melalui 'Gerakan Sejuta Data Budaya' yakni dengan mendata produk budaya di seluruh wilayah di Indonesia ke dalam bentuk perpustakaan digital sejak 2007 silam.

Ketua umum komunitas Sobat Budaya, Siti Wulandari mengatakan bahwa Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya belum memiliki data yang pasti mengenai jumlah, jenis, apalagi asal usul budaya itu sendiri.

"Kami ingin data budaya yang terkumpul bisa menjadi referensi budaya untuk mencegah klaim dari negara lain dan kepunahan. Lewat perpustakaan digital kita bisa melihat budaya yang beranekaragam itu dan mengetahui informasi pendukungnya," ujar Wulan kepada Suara.com belum lama ini.

Wulan juga mengatakan, melalui komunitas Sobat Budaya ini, ia ingin menunjukkan bahwa anak muda juga peduli untuk melestarikan budaya bangsa. Hal ini terlihat dari anggotanya yang rata-rata merupakan pelajar dan mahasiswa.

"Banyak anggapan kalau anak muda tidak peduli dengan budayanya, ternyata nggak semuanya begitu. Masih banyak yang peduli dan mau berkontribusi untuk melestarikan budaya," imbuhnya.

Komunitas Sobat Budaya. (suara.com/Firsta Nodia)

Setelah empat tahun berdiri, komunitas Sobat Budaya sudah tersebar di seluruh daerah melalui 43 cabang komunitasnya. Hingga kini anggotanya bahkan telah mencapai 1000 orang.

Melalui cabang komunitas daerah yang dibawahinya, Sobat Budaya melakukan ekspekdisi pendataan terhadap budaya setempat melalui tokoh adat sekitar. Pendataan meliputi berbagai macam seni budaya mulai dari motif batik, arsitektur rumah tradisional, tarian, alat musik, hingga kuliner khas daerah setempat.

Hasil pendataan tersebut nantinya bisa diakses oleh siapapun melalui website www.budaya-indonesia.orgatau melalui aplikasi Budaya-Indonesia.org yang bisa diunduh di Play Store.

"Bahkan siapapun juga bisa berkontribusi untuk menambahkan jenis budaya yang ditemuinya. Misalnya kuliner dari daerah tertentu, tinggal di foto lalu upload melalui aplikasi atau website dan tambahkan informasi pendukungnya," jelas perempuan kelahiran 1991 ini.

Selain pendataan, Wulan menyebut bahwa komunitas Sobat Budaya juga melakukan roadshow ke sekolah, universitas maupun panti sosial untuk memperkenalkan suatu budaya lebih detil dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak muda yang mungkin belum mengenal jenis budaya tertentu dari suatu daerah bisa melihat langsung pertunjukkan tari, cerita tradisional atau dihibur dengan lagu-lagu tradisional.

"Misalnya ke panti asuhan kita dongenging cerita tradisional dari Indonesia. Mereka yang mungkin tidak tahu cerita tersebut jadi tahu dan memiliki rasa cinta tanah air," pungkasnya.

Meski masih berumur jagung, Sobat Budaya telah dipercaya untuk terlibat dalam pameran buku bertaraf dunia, Frankfurt Book Fair di Jerman pada Oktober 2015 lalu. Sobat Budaya berkesempatan untuk menyediakan informasi mengenai budaya Indonesia melalui search engine khusus.

"Kita juga launching Map of Batik di pameran tersebut. Bahkan batik Indonesia memiliki DNa berdasarkan garis dan distribusi warnanya. Jadi wajar jika motif batik dari satu daerah ke daerah di sekitarnya hampir sama. Sistem kami akan mendeteksi DNA dari satu jenis batik di Indonesia," pungkas Wulan.

Baru-baru ini Sobat Budaya juga baru saja meluncurkan aplikasi Peta Lagu Tradisional Indonesia. Aplikasi ini merupakan sebuah pemetaan lagu tradisional Indonesia yang menunjukkan persaudaraan dan kekerabatan musikan di berbagai daerah di Indonesia.

Meski menargetkan pendataan sejuta budaya Indonesia, Wulan mengakui bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dan keterlibatan dari semua pihak untuk membantu melestarikan budaya Indonesia.

"Hingga kini sudah 33 ribu data yang masuk. Untuk mencapai sejuta kita memang butuh waktu dan dukungan semua pihak. Semoga semakin banyak anak muda dan masyarakat Indonesia yang peduli untuk melindungi budaya bangsa sendiri," harapnya.

Bagi Anda yang tertarik untuk bergabung dengan komunitas Sobat Budaya, bisa kunjungi langsung akun twitter mereka di @sobatbudaya, atau faceboook Budaya Indonesia. Jangan lupa untuk berbagi informasi budaya daerahmu di Budaya-Indonesia.org. Mari lestarikan budaya bangsa!

Salah satu kegiatan komunitas Sobat Budaya. (suara.com/Firsta Nodia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketika Tubuh Berbicara: Pantomim dan Bahasa yang Melampaui Kata

Ketika Tubuh Berbicara: Pantomim dan Bahasa yang Melampaui Kata

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok

Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Kolaborasi Motul dan Von Dutch Rayakan Budaya Kustom Lewat Kampanye Lifestyle Otomotif

Kolaborasi Motul dan Von Dutch Rayakan Budaya Kustom Lewat Kampanye Lifestyle Otomotif

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Indosat Ubah Cara Gamer Menikmati Dunia Digital, 5G Jadi Mesin Utama HoYo FEST 2026

Indosat Ubah Cara Gamer Menikmati Dunia Digital, 5G Jadi Mesin Utama HoYo FEST 2026

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:34 WIB

Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Mutilasi Depok, Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Mutilasi Depok, Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta

Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh

Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:04 WIB

Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat

Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:06 WIB

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

Terkini

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×