Array

Rajaampat dan Pulau Komodo Lokasi Snorkeling Terbaik di Dunia

Liberty Jemadu Suara.Com
Minggu, 03 Januari 2016 | 11:18 WIB
Rajaampat dan Pulau Komodo Lokasi Snorkeling Terbaik di Dunia
Pemandangan di pesisir pantai Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT (Shutterstock).

Suara.com - Rajaampat di Papua Barat dan Taman Nasional Pulau Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dinobatkan sebagai destinasi snorkeling terbaik dunia atau World's Best Snorkeling Destination berdasarkan survei CNN pada 2015.

"Indonesia sekaligus menempatkan dua destinasi yakni Rajaampat di urutan pertama dan Taman Nasional Pulau Komodo di urutan kedua," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Jakarta, Minggu (3/1/2015).

Dua destinasi kebanggaan Indonesia itu, kata dia, berhasil mengalahkan Kepulauan Galapagos yang berada di peringkat ketiga dalam survei tersebut.

CNN (Cable News Network) edisi internasional pada akhir 2015 melibatkan sejumlah ahli maritim untuk menyebutkan beberapa tempat favorit mereka untuk melakukan snorkel.

Jawaban mereka dirangkum dalam tulisan berjudul "11 of the world's best snorkeling destinations" atau 11 destinasi snorkeling terbaik dunia.

Pada peringkat pertama yakni Rajaampat di Papua Barat, Indonesia, yang menjadi habitat bagi 75 persen koral yang dikenal di dunia. Peringkat kedua yakni TN Komodo di Manggarai Barat, NTT, Indonesia.

Kemudian peringkat ketiga hingga 11 yakni Kepulauan Galapagos di Ekuador, Coral Triangles di Asia Pasifik, Filipina, Silver Bank Republik Dominika, Palau di Micronesia, Greet Barrier Reef di Australia, Pulau Solomon, Isla Holbox di Mexico, dan Kealakekua Bay di Big Island, Hawai.

Menteri Arief Yahya mengajak semua pihak untuk turut serta memajukan pariwisata Indonesia yang potensinya sangat besar.

Terkait dengan semakin dikenalnya sejumlah destinasi di Tanah Air, ia mengatakan hal itu tidak lepas dari kerja keras yang telah dilakukan bersama.

"Promosi gencar yang kita lakukan telah mulai membuahkan hasil," katanya.

Menurut dia, semakin dikenalnya lebih banyak destinasi wisata Indonesia di tingkat dunia merupakan keberhasilan bersama yang harus terus ditingkatnya.

"Branding Wonderful Indonesia, yang tadinya tidak ada rankingnya, pada 2015 melesat 100 peringkat menjadi ranking 47, mengalahkan Amazing Thailand ranking 83, dan yang memuaskan mengalahkan branding Trully Asia Malaysia yang hanya ranking 96," katanya.

Menteri Arief meminta agar seluruh masyarakat meyakini potensi wisata Indonesia yang besar kemudian bersama membangun iklim yang mendukung semakin berkembangnya pariwisata di Tanah Air.

"Kita harus yakin potensi wisata kita sangat hebat, untuk destinasi snorkeling, keindahan wisata selam. Galapagos kita kalahkan bahkan oleh dua destinasi kita," katanya.

Ia menjelaskan Kepulauan Galapagos atau Galapagos saja adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari 13 pulau-pulau berapi dan bebatuan.

Sedangkan Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau dengan garis pantai (salah satu) yang terpanjang di dunia menjadikan potensi wisata Indonesia sangat besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI