Di Komunitas Ini Para Waria Memperjuangkan Haknya

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 16 Januari 2016 | 14:17 WIB
Di Komunitas Ini Para Waria Memperjuangkan Haknya
Para waria yang tergabung dalam Forum Komunikasi Waria Indonesia Peluncuran 'Say Cyin Line Chat Sticker' di Paviliun 28, Jakarta, Rabu (6/1/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menjadi kaum minoritas di Indonesia bukan hal yang mudah bagi para waria, sebutan untuk wanita pria. Pandangan miring selalu menggelayuti kehidupan mereka, dimanapun dan kapanpun.

Ada di antara mereka yang mampu bertahan dan keluar dari jalanan, tapi ada pula yang teronggok menjadi pesakitan. Belum lagi penolakan demi penolakan yang harus mereka terima dari pihak keluarga.

Ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia Yuli dan Lucky Diah Pitaloka dalam peluncuran Say Cyin Chat Sticker di Paviliun 28, Jakarta, Rabu (6/1/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Merasakan pahit getir menjadi seorang waria yang kerap dipandang sebelah mata, Yulianus Rettoblaut atau yang kerap disapa Mami Yuli bertekad memperjuangkan nasib sesamanya.

Delapan tahun tahun sudah ia menggeluti dunia malam dan berpindah dari satu jalanan ke jalanan lainnya demi memenuhi kebutuhan perutnya.

Waria asal Timur Indonesia, Papua ini tahu betul bagaimana diskriminasi yang dialamatkan kepadanya dan ribuan waria yang hidup di jalanan.

"Bencooong... Bencong.. teriakan seperti itu sudah nggak saya anggap hinaan saking seringnya diberikan kepada kami. Belum lagi harus hidup di jalanan, karena keluarga bahkan masyarakat setempat belum mau menerima kami," ujarnya kepada Suara.com belum lama ini.

Hingga akhirnya pada 1997, Mami Yuli memutuskan berhenti menjadi penjaja seks jalanan. Bermula dari diskriminasi yang tak henti menghujaninya, ia bertekad untuk menyongsong kehidupan lebih baik dengan melanjutkan pendidikannya.

Merangkul Waria Jalanan
Seiring waktu berjalan, ia mengumpulkan waria yang telah lanjut usia (lansia) dan merangkul waria-waria jalanan di Jakarta. Bahkan, ia tak segan memperjuangkan hak kaum waria yang terpinggirkan terutama ketika melihat sahabatnya mendapat penolakan di masyarakat.

"Jadi kalau komunitas nggak resminya sekedar ngumpul dan diskusi sesama waria itu sudah lama ya. Tapi untuk resminya saya bikin Forum Komunikasi Waria Indonesia sejak Kontes Miss Waria pada 2005 silam," ujar Mami Yuli sambil mengibas rambutnya.

Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI) saat menggelar sebuah seminar. (Suara.com/Firsta Nodia)

Melalui komunitas yang didirikannya, ia aktif menampung persoalan waria seantero Indonesia. Kepiawaiannya dalam lobi dan keluwesannya dalam bersosialisasi membuat Mami Yuli akrab dengan para petinggi parlemen.

"Suara waria di daerah kita sosialisasikan dan membawanya ke parlemen. Kita juga membina hubungan baik dengan Departemen Sosial agar teman-teman waria bisa dibina dengan baik," imbuhnya.

Di komunitas ini, para waria dibekali dengan berbagai keterampilan seperti memotong rambut, memasak, membuat anyaman dan lainnya. Melalui keterampilan inilah diharapkan para waria memiliki bekal untuk menjalani hidup yang lebih baik.

"Kegiatannya seperti bikin kue, nyalon, atau membuat kerajinan tangan sehingga bisa jadi modal mereka bertahan hidup dan tidak kembali ke jalanan lagi," imbuh Mami Yuli yang kini tengah meraih gelar S3 di bidang hukum.

Dari 8000 waria yang dirangkul dalam komunitas ini, tinggal 40 persen yang masih bertahan di jalanan. Sisanya telah menarik diri dari gelapnya kehidupan malam dan bertumpu dengan keterampilan yang dibekalkan kepadanya.

Waria Pun Bisa Berprestasi
Salah satu waria yang telah bergabung di FKWI adalah Evi. Perempuan paruh baya ini sadar betul bahwa mencari pekerjaan layak dengan statusnya sebagai waria bukanlah hal yang mudah di Indonesia. Bergabung dengan FKWI membuatnya bisa hidup mandiri dan keluar dari jeratan pekerjaan malam.

"Saya sadar, cari kerja yang kayak orang-orang pada umumnya itu sulit. Makanya kita ngembangin keterampilan disini. Belajar nyalon, masak, biar bisa berkembang dan mandiri," ujar waria yang kini berprofesi sebagai pekerja salon ini.

Hal yang sama diungkapkan Mami Ita. Meski pembawaan femininnya dirasakan sejak kecil, ia mengaku tak pernah bermimpi menjadi pelacur jalanan demi mengais rezeki. Beruntung Mami Ita mengenal Mami Yuli yang mengeluarkannya dari jalanan.

Lucky Diah Pitaloka, waria yang menyabet predikat Miss Waria Hukum dan HAM. (Foto: Antara/M Agung Rajasa)

Kini ia menjadi pekerja salon setelah mendapatkan keterampilan setelah bergabung dalam komunitas ini.

"Saya nggak mau hidup di jalanan terus. Makanya ketika ditawari keterampilan saya mau dan memilih kursus salon," ujarnya lirih.

Waria berusia 47 tahun ini mengaku bahwa sedikit demi sedikit penerimaan dari masyarakat akan statusnya muncul setelah dirinya menunjukkan bahwa waria juga bisa berprestasi.

"Hinaan, penolakan pasti ada. Tinggal bagaimana kita bisa membawa diri di masyarakat. Kita tunjukkan bahwa meski waria kita punya keterampilan yang bermanfaat," imbuhnya.

Dalam menjalankan kegiatannya, komunitas ini memiliki semacam rumah singgah yang berlokasi di Maruyung, Depok, Jawa Barat.

Meski sederhana, di sinilah mereka saling berkumpul, mengembangkan diri, dan belajar bersosialisasi dengan masyarakat untuk menjadi insan manusia yang lebih baik.

Sederet prestasi pun diukir anggota komunitas ini. Salah satunya Wayan Lucky Dyah Pithaloka. Kemolekan dan paras yang menawan membawanya menyabet predikat Miss Hukum dan HAM dari Komnas HAM pada 2011.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Sini Tempat Ngumpulnya Pecinta Vespa dan Kopi

Di Sini Tempat Ngumpulnya Pecinta Vespa dan Kopi

Lifestyle | Sabtu, 26 Desember 2015 | 14:20 WIB

Anak Sabang Merauke, Merantau Untuk Kembali

Anak Sabang Merauke, Merantau Untuk Kembali

Lifestyle | Sabtu, 19 Desember 2015 | 16:15 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×