Indonesia Tempati Peringkat 79 dalam Indeks Kebahagiaan Dunia

Esti Utami

Rabu, 16 Maret 2016 | 21:15 WIB
Indonesia Tempati Peringkat 79 dalam Indeks Kebahagiaan Dunia
Anak-anak bermain di ruang-ruang kosong di kawasan rusun Jatinegara Barat, Jakarta. Indeks kebahagiaan warga Indonesia tergolong rendah. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Indonesia menempati urutan 79 dari 157 negara  dalam indeks kebahagiaan dunia yang dirilis Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB pada Rabu (16/3/2016).

Indonesia berada di bawah sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia (47), Singapura (22), Thailand (33), dan bahkan Filipina (82) menempati urutan yang lebih tinggi dalam indeks tersebut.

Sementara itu Denmark menjadi negara yang dinilai paling bahagia di seluruh dunia, menggeser Swiss yang pada tahun lalu menempati urutan pertama. Negara lain yang berada dalam 10 besar di antaranya adalah Australia, Selandia Baru, dan Belanda.

Di sisi yang berseberangan, negara-negara terbawah pada umumnya merupakan negara yang dilanda perang atau keamanan yang tidak stabil seperti Suriah dan Afghanistan.

Indeks UNSDN mengukur kebahagiaan suatu negara dalam skala 0 sampai 10 dengan mempertimbangkan faktor-faktor berupa pendapatan per kapita, dukungan sosial, usia harapan hidup sehat, kebebasan menentukan pilihan, kedermawanan, dan persepsi korupsi.

Indonesia memperoleh nilai 5,314 sementara negeri jiran Malaysia mendapatkan nilai 6.005. Dalam urusan pendapatan per kapita, warga Malaysia rata-rata memperoleh penghasilan tiga kali lipat lebih banyak dibanding warga Indonesia.

Namun demikian, uang bukan satu-satunya penentu kebahagiaan. Warga Filipina yang rata-rata mendapatkan penghasilan lebih rendah dibanding Indonesia ternyata bisa hidup lebih bahagia karena dinilai lebih dermawan dan bebas menentukan pilihan hidup.

Kepala UNSDSN yang juga penasihat khusus Sekretaris Jenderal PBB, Professor Jeffrey Sachs, mencontohkan bagaimana Amerika Serikat (13) tidak bertambah bahagia meski terus menimbun kekayaan dalam 50 tahun terakhir.

"Pesannya bagi Amerika Serikat sudah jelas. Bagi masyarakat yang hanya mengejar uang, kami telah mengejar sesuatu yang salah. Keterikatan sosial kami semakin renggang, tidak ada kepercayaan sosial, demikian pula dengan kepercayaan terhadap pemerintahan," kata Sachs.

Sachs menunjuk Kosta Rika, yang berada di urutan 14 di atas negara-negara maju lain seperti Inggris (23) dan Prancis (32), sebagai contoh masyarakat yang sehat serta bahagia meski bukan merupakan kekuatan ekonomi dunia.

Laporan indeks kebahagiaan dunia tersebut mengingatkan bahwa "pembangunan ekonomi yang mengabaikan faktor sosial dan lingkungan akan berdampak buruk pada kebahagiaan manusia." "Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara yang berhasil meraih pertumbuhan ekonomi namun hanya menghasilkan peningkatan ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan," tulis laporan tersebut.

Saat ini, hanya ada empat negara di dunia yang khusus mengangkat menteri kebahagiaan dalam kabinet pemerintahan; Bhutan (84), Ekuador (51),  Uni Emirat Arab (28), dan Venezuela (44). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pilih Mana, Jalan-jalan Atau Belanja?

Pilih Mana, Jalan-jalan Atau Belanja?

Lifestyle | Senin, 28 Desember 2015 | 18:35 WIB

Masyarakat Negara Maju di Asia Pasifik Lebih Stres

Masyarakat Negara Maju di Asia Pasifik Lebih Stres

Press Release | Selasa, 24 November 2015 | 09:13 WIB

Terkini

Susul Jeongyeon, Chaeyoung TWICE Umumkan Hengkang dari JYP Entertainment

Susul Jeongyeon, Chaeyoung TWICE Umumkan Hengkang dari JYP Entertainment

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Sidang Tahunan dan RAPBN 2027 Digelar Hari Ini, Prabowo Dua Kali Pidato di DPR

Sidang Tahunan dan RAPBN 2027 Digelar Hari Ini, Prabowo Dua Kali Pidato di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:26 WIB

5 Lipstik Warna Merah yang Hasilnya Glossy dan Tahan Lama untuk Semua Undertone Bibir

5 Lipstik Warna Merah yang Hasilnya Glossy dan Tahan Lama untuk Semua Undertone Bibir

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Kapan Persib Melantai di Pasar Modal? Ini Bocorannya

Kapan Persib Melantai di Pasar Modal? Ini Bocorannya

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Jenderal Iran: Atas Izin Allah, Kami Akan Lebih Agresif dalam Perang di Masa Depan

Jenderal Iran: Atas Izin Allah, Kami Akan Lebih Agresif dalam Perang di Masa Depan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:24 WIB

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:11 WIB

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:52 WIB

×