Wisatawan Keluhkan Retribusi Taman Wisata Gunung Papandayan

Tomi Tresnady

Rabu, 13 Juli 2016 | 19:56 WIB
Wisatawan Keluhkan Retribusi Taman Wisata Gunung Papandayan
Gunung Papandayan (suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Sejumlah pengunjung mengeluhkan retribusi yang terlalu mahal serta tidak seimbangnya dengan pelayanan dan kebersihan di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Saya kecewa dengan sistem pengelolaan kawasan Gunung Papandayan mulai dari pungutan tarif dan banyak sampah," kata Daniel wisatawan Gunung Papandayan asal Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Daniel menuturkan tarif yang ditentukan oleh pihak pengelola terlalu banyak dan tidak rasional, berbeda dengan tahun-tahun musim libur Lebaran sebelumnya.

Dia menambahkan, tarif yang dipungut untuk wisatawan yakni mulai dari tarif masuk kawasan wisata, tarif kemah, dan tarif parkir kendaraan yang sangat mahal.

"Terus terang saja kami sangat kecewa dengan pengelolaan kawasan objek wisata Papandayan saat ini yang semuanya dikenakan tarif dan tarifnya pun mahal-mahal," katanya.

Ia menyebutkan tarif yang ditentukan pengelola yakni untuk tarif masuk sebesar Rp65 ribu, kemudian tarif kemah Rp35 ribu per malam, dan tarif parkir kendaraan roda dua sampai Rp17 ribu.

Namun besaran tarif itu, kata dia, tidak sesuai dengan pelayanan dan kondisi kebersihan di sepanjang jalur pendakian dan kawasan berkemah.

Kondisi tersebut, kata dia, sempat dibahas oleh pengunjung lainnya dan menyatakan sama kecewa dengan pengelolaan Gunung Papandayan saat ini.

"Karena kecewa dengan tarif itu membuat pendaki lain pindah ke objek wisata lainnya," katanya.

Ia menambahkan jika kondisi tersebut tidak segera dibenahi maka Taman Wisata Alam Gunung Papandayan akan ditinggalkan oleh wisatawan.

Padahal Gunung Papandayan tersebut, kata dia, memiliki potensi daya tarik tersendiri, dan sudah terkenal hingga ke mancanegara.

"Jika pengelolaannya tidak segera dibenahi, saya yakin tak lama lagi objek wisata ini tak akan lagi diminati para wisatawan," katanya.

Wisatawan lainnya, Kurniawan menyatakan sama kecewa terhadap pengelolaan Gunung Papandayan yang terkesan komersial dan merugikan wisatawan.

Ia berharap pihak swasta yang mengelola wisata itu tidak hanya mengambil keuntungan saja, tetapi perhatikan masalah sampah dan kenyamanan pengunjung.

"Pengelola jangan hanya mengambil keuntungan dengan menaikan tarif tapi juga harus memperhatikan soal lainnya," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bunga Abadi di Gunung Papandayan Terbakar

Bunga Abadi di Gunung Papandayan Terbakar

News | Rabu, 09 September 2015 | 07:28 WIB

100 Hektare Hutan Gunung Papandayan Terbakar

100 Hektare Hutan Gunung Papandayan Terbakar

News | Senin, 07 September 2015 | 23:41 WIB

Kebakaran Hutan Papandayan Capai Dua Hektare

Kebakaran Hutan Papandayan Capai Dua Hektare

News | Jum'at, 31 Juli 2015 | 04:13 WIB

Eksotisnya Hutan 'Mati' di Papandayan

Eksotisnya Hutan 'Mati' di Papandayan

Lifestyle | Kamis, 01 Januari 2015 | 13:27 WIB

Rayakan Pergantian Tahun di Papandayan

Rayakan Pergantian Tahun di Papandayan

Lifestyle | Minggu, 28 Desember 2014 | 13:54 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×