Eksotisnya Hutan 'Mati' di Papandayan

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Kamis, 01 Januari 2015 | 13:27 WIB
Eksotisnya Hutan 'Mati' di Papandayan
Hutan Mati di Gunung Papandayan (suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Matahari yang megintip dari balik Gunung Cikurai, Garut, Jawa Barat semakin meninggi. Hangat sinarnya kami rasakan dari tenda kami di Pondok Saladah, Gunung Papandanyan. Udara dingin akibat hujan yang mengguyur semalaman, masih tersisa. Maka kami tak menyia-nyiakan 'kemewahan' ini.

Bergegas kami menyambangi salah satu tempat favorit di Gunung Papandayan yang berada di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut itu.

Hutan Mati. Banyak orang mengatakan, tak lengkap rasanya mendaki Gunung Papandayan jika belum menyempatkan ke Hutan Mati. Sayangnya, air hujan membuat beberapa jalan menjadi berlumpur. Untuk itu, kami memerlukan cukup usaha untuk melewatinya.

Paling tidak, agar tidak terpeleset atau jatuh terduduk karena sepatu kami mengendap lumpur yang cukup dalam.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih selama setengah jam, kami pun mulai melihat apa yang disebut dengan Hutan Mati atau Dead Forest. Batang-batang pohon menghitam berbaris memadati area bekas aliran lahar yang dimuntahkan Gunung Papandayan pada tahun 2002.

Kejadian alam ini rupanya menyebabkan wilayah ini hangus terbakar. Menyisakan ranting-ranting yang mencuat sepanjang batang yang gundul tanpa daun itu, yang berdiri di atas hamparan tanah berkerikil berwarna putih keperakan ditimpa sinar matahari dengan latar hijau perbukitan.


Pemandangam ini membuat saya merinding. Dalam sunyi, saya tenggelam dalam perasaan 'misterius' yang tiba-tiba menyelinap. Pemandangan di sini sangat unik, rasanya seperti sedang berada di film fiksi. Tak menyesal rasanya, berjuang melewati medan berlumpur. Selama beberapa menit saya tak bosan menggumuli pemandangan ini.

Panorama eksotis yang menakjubkan ini lantas tak dibiarkan oleh setiap pendaki untuk mengabadikannya. Beberapa asyik mengabadikan pemandangan yang tersaji di depannya. Adapula yang bergaya memanfaatkan latar belakang Hutan Mati yang indah ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Takut Terbang? Ini Cara Mengatasinya

Takut Terbang? Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 30 Desember 2014 | 16:49 WIB

Proyek ini Akan Menyulap Changi Menjadi 'Surga'

Proyek ini Akan Menyulap Changi Menjadi 'Surga'

Lifestyle | Senin, 29 Desember 2014 | 07:30 WIB

Rayakan Pergantian Tahun di Papandayan

Rayakan Pergantian Tahun di Papandayan

Lifestyle | Minggu, 28 Desember 2014 | 13:54 WIB

Tips Menangani Jebakan Tiket Murah

Tips Menangani Jebakan Tiket Murah

Lifestyle | Selasa, 16 Desember 2014 | 10:56 WIB

Ingin Liburan Hemat? Ini Caranya

Ingin Liburan Hemat? Ini Caranya

Lifestyle | Kamis, 04 Desember 2014 | 08:08 WIB

Takut Melancong Sendirian? Ini Cara Mengatasinya

Takut Melancong Sendirian? Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 03 Desember 2014 | 09:19 WIB

Ifran, Merasakan Swiss di Benua Afrika

Ifran, Merasakan Swiss di Benua Afrika

Lifestyle | Selasa, 02 Desember 2014 | 11:06 WIB

Pulau-pulau Terpencil Ini Digandrungi Wisman

Pulau-pulau Terpencil Ini Digandrungi Wisman

Lifestyle | Senin, 01 Desember 2014 | 12:46 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Hobi, Tanaman Hias Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Berbasis Alam

Bukan Sekadar Hobi, Tanaman Hias Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Berbasis Alam

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 22:11 WIB

Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Korupsi, Bahlil: Ini Musibah buat Golkar

Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Korupsi, Bahlil: Ini Musibah buat Golkar

Video | Kamis, 17 September 2026 | 22:05 WIB

Hidup Lebih Lama Tak Cukup, Ini Cara Menjalani Hari agar Tetap Sehat dan Bermakna

Hidup Lebih Lama Tak Cukup, Ini Cara Menjalani Hari agar Tetap Sehat dan Bermakna

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 21:49 WIB

172 Ribu PPPK Guru Paruh Waktu Bakal Tes, Lulus Bisa Jadi Pegawai Penuh Waktu

172 Ribu PPPK Guru Paruh Waktu Bakal Tes, Lulus Bisa Jadi Pegawai Penuh Waktu

News | Kamis, 17 September 2026 | 21:48 WIB

DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026

DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026

Bogor | Kamis, 17 September 2026 | 21:35 WIB

Haji Isam Ambil Alih 30 Persen Saham Bayan Resources

Haji Isam Ambil Alih 30 Persen Saham Bayan Resources

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 21:34 WIB

9 Oleh-Oleh Bali Favorit Wisatawan, Falala Chocolate Jadi Pilihan Nomor 1

9 Oleh-Oleh Bali Favorit Wisatawan, Falala Chocolate Jadi Pilihan Nomor 1

Bali | Kamis, 17 September 2026 | 21:31 WIB

DSI Harus Jadi  Integrated Data Center dan Pengawas, Kesuksesan Diukur dari Perbaikan Tata Kelola

DSI Harus Jadi Integrated Data Center dan Pengawas, Kesuksesan Diukur dari Perbaikan Tata Kelola

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 21:28 WIB

Tak Harus Jago Teknologi, Ini 5 Cara AI Bisa Bantu UMKM Kembangkan Bisnis

Tak Harus Jago Teknologi, Ini 5 Cara AI Bisa Bantu UMKM Kembangkan Bisnis

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 21:24 WIB

Raksasa Alat Berat China Bangun Pusat Layanan Purnajual di Balikpapan

Raksasa Alat Berat China Bangun Pusat Layanan Purnajual di Balikpapan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 21:18 WIB

×