Selain Presiden, 9 Menteri Juga Siap Hadiri Pesona Danau Toba

Yazir Farouk

Sabtu, 20 Agustus 2016 | 12:32 WIB
Selain Presiden, 9 Menteri Juga Siap Hadiri Pesona Danau Toba
Danau Toba [Shutterstock]

Suara.com - Gaung Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) 2016, di Sumatera Utara (Sumut), semakin menyita perhatian. Tak hanya Presiden RI, Joko Widodo, sembilan menteri dan tiga pimpinan lembaga tinggi negara juga turut hadir di sana.

Mereka semua akan menyaksikan konser dan karnaval yang menjadi bagian KKPDT 2016. Acara konser sendiri digelar di Parapat, Kabupaten Simalungun pada 20 Agustus, sedangkan karnaval dilangsungkan di Balige, Kabupaten Tobasa, sehari setelahnya.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Raseno Arya, mengatakan, kesembilan menteri yang sudah mengkonfirmasi dan memastikan hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Pariwisata, Kepala Staf Kepresidenan, Wakil Sekretaris Kabinet, Deputi Bidang Kemaritiman Sekretaris Kabinet, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet Sekretaris Kabinet, dan Staf Khusus Presiden.

"Rombongan akan hadir dan mendarat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Rencananya, para menteri juga akan hadir pada Rapat Terbatas Poros Maritim, yang diadakan di Hotel Inna Parapat, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sabtu 20 Agustus 2016, dipimpin langsung presiden. Pada malam harinya, pukul 19.30, presiden dan para menteri langsung membuka KKPDT 2016 dan Festival Panggung Terapung di Pantai Bebas, Danau Toba," kata Raseno.

Karnaval, konser, dan pesta rakyat tahun ini terasa lebih meriah. Tahun lalu, jumlah menteri yang datang tidak sebanyak KKPDT 2016.

Karnaval 2015 di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), hanya dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, Kapolri Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Kepala Bappenas, Sofyan Djalil dan Gubernur Kalbar, Cornelis MH.

Tahun Ini Jumlah Penumpang Melalui Parapat Naik

Danau Toba atau yang biasa disebut "Dato" sedang uforia. Setelah ditetapkan sebagai satu dari 10 top destinasi prioritas di Indonesia, banyak wisatawan memilih terbang melalui Bandara Silangit, yang terletak di Tapanuli Utara. Lama perjalanan hanya 1,5 jam menuju Parapat.

Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandar Udara PT Angkasa Pura II (Persero), Ituk Herarindri, mengungkapkan, pada 2015, jumlah penumpang yang terbang melalui Bandara Silangit terhitung hanya sekitar 17.000 penumpang. Namun pada 2016, dalam satu bulan terakhir, jumlah penumpang yang melalui bandara tersebut sudah mencapai 15.000 penumpang.

"Jadi, sampai akhir tahun‎ pasti akan lebih dari kapasitas yang ada saat ini, 35.000 penumpang. Sekarang ada Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Wings Air, dan Susi Air," kata Ituk menjelaskan kepada Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, di Silangit, Jumat (19/8/2016).

Pengembangan Bandara Silangit sendiri merupakan hasil kerja sama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan AP II, dimana Kemenpar mengembangkan destinasi wisata, sementara AP II mengembangkan bandara dan membantu konektifitas udara ke beberapa kota.

"Ini berkat Kemenpar, yang sangat gencar menjadikan Danau Toba sebagai destinasi utama! Luar biasa. Rata-rata per hari, lebih dari 300 orang mendarat di Silangit, dan terus bertumbuh pesat," ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang terjadi saat ini, AP II tengah mengembangkan perbaikan dan perpanjangan runway Bandara Silangit, termasuk pembangunan terminal penumpang.

"Nanti, kapasitas penumpang akan menjadi 100.000 per tahun. Kalau terminal sendiri, kita targetkan akan selesai pada Desember 2016," katanya.

Sementara untuk pelapisan runway, Ituk menjelaskan, akan selesai pada Maret 2017, sedangkan perpanjangan runway akan selesai pada Juli 2017. Saat ini ukuran runway 2.400 meter (m) dan akan diperpanjang menjadi 2.650 m.

"Saat ini, dengan kapasitas runway yang dimiliki di Silangit, pesawat paling besar yang bisa mendarat adalah jenis 737-500. Kalau sudah 2.650 m, jenis 737-900 bisa mendarat di sini. Lebarnya juga akan diperbesar hingga 45 m, dari yang sekarang masih 30 m," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

238 Rider Ikut Toba Grand Fondo 2016

238 Rider Ikut Toba Grand Fondo 2016

Lifestyle | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 17:14 WIB

Ulos Bakal Lebih Mendunia di "Pesona Danau Toba"

Ulos Bakal Lebih Mendunia di "Pesona Danau Toba"

Lifestyle | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 16:17 WIB

Jangan Lewatkan 7 Kawasan Indah di Sekitar Toba!

Jangan Lewatkan 7 Kawasan Indah di Sekitar Toba!

Lifestyle | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 15:00 WIB

Wisata Bahari Jadi Andalan PATA Travel Mart

Wisata Bahari Jadi Andalan PATA Travel Mart

Lifestyle | Kamis, 18 Agustus 2016 | 15:03 WIB

Menpar: Danau Toba Bisa Bersaing di Level Global

Menpar: Danau Toba Bisa Bersaing di Level Global

Lifestyle | Kamis, 18 Agustus 2016 | 16:03 WIB

Mengenal Andaliman, Bumbu Khas Danau Toba

Mengenal Andaliman, Bumbu Khas Danau Toba

Lifestyle | Kamis, 18 Agustus 2016 | 13:10 WIB

Presiden Akan Hadiri Pesona Danau Toba

Presiden Akan Hadiri Pesona Danau Toba

Lifestyle | Kamis, 18 Agustus 2016 | 08:07 WIB

Terkini

Cara Pertamina Berdayakan Anak Pesisir

Cara Pertamina Berdayakan Anak Pesisir

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Belum Jadi Apa-Apa di Umur 25 Tahun? Tenang, Kamu Cuma Butuh Jeda

Belum Jadi Apa-Apa di Umur 25 Tahun? Tenang, Kamu Cuma Butuh Jeda

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Tembus 2,83 Juta TEUs, Naik 8,2%

Arus Peti Kemas IPC TPK Tembus 2,83 Juta TEUs, Naik 8,2%

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:00 WIB

SMRC: Mayoritas Pemilih Gerindra Tidak Pilih Prabowo di Simulasi Pilpres, Justru Pilih Calon Lain

SMRC: Mayoritas Pemilih Gerindra Tidak Pilih Prabowo di Simulasi Pilpres, Justru Pilih Calon Lain

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Sinopsis Rising Justice, Drama Hukum China Gao Ye dan Elvis Han di iQiyi

Sinopsis Rising Justice, Drama Hukum China Gao Ye dan Elvis Han di iQiyi

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Deddy Sitorus Sebut Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Cuma Akal-akalan, Minta Pemerintah Batalkan Usulan

Deddy Sitorus Sebut Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Cuma Akal-akalan, Minta Pemerintah Batalkan Usulan

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun

Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun

Sulsel | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Rilis Terbaru SMRC soal Capres: Dedi Mulyadi Unggul 35,5 Persen, Elektabilitas Prabowo Terjun Bebas

Rilis Terbaru SMRC soal Capres: Dedi Mulyadi Unggul 35,5 Persen, Elektabilitas Prabowo Terjun Bebas

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Daftar 15 Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober hingga Desember 2026

Daftar 15 Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober hingga Desember 2026

Otomotif | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:28 WIB

×