Suara.com - Seakan tak henti melebarkan sayapnya ke kancah mode dunia, desainer modest wear Indonesia terus berinovasi menciptakan karya-karya luar biasa. Salah satunya ialah Itang Yunasz.
Baru saja kembali dari sebuah event "Collection Premiere Moscow" di Expocentre Moscowx Rusia, Itang yang sudah malang-melintang di dunia mode Indonesia selama 32 tahun ini, merasa senang karena koleksinya yang bertajuk 'Java Sumatra Spirng-Summer 2017' diterima oleh masyarakat Moscow dan tamu yang datang dari beberapa negara.
"Saya memilih pergi ke Rusia sebenarnya karena merasa baru punya keberanian untuk melangkah ke sana. Apalagi, acara ini sudah diselenggarakan sampai 27 kali di sana. Kalau ke Paris, Milan atau New York, jujur rasanya saya belum merasa pantas," ungkap lelaki kelahiran 1958 ini dalam acara 'Kenal Lebih Dekat dengan Itang Yunasz' di Alun-alun Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2016).
Koleksi terbaru yang dibawa lelaki berdarah Minang ini ke Moscow, terinspirasi dari seni dekoratif Jawa dan Sumatra. Ia mengangkat Sawunggaling yang menggambarkan seekor ayam jago sebagai lambang kemenangan.
Motif ini, kata dia, biasanya dikenakan oleh kaum bangsawan Jawa dan menjadi simbol kepemimpinan yang bijak. Sedangkan dari Sumatra, Itang mengangkat motif Tapis Lampung yang menawan.
"Selain Bali, Pulau Jawa dan Sumatra itu juga cukup dikenal di luar negeri. Jadi kalau kita pilih nama yang tidak mereka tahu, takutnya mereka sulit nerimanya, karena gak ngerti itu apa. Saya juga pakai kain tapis Sumatera di sini," lanjutnya.
Beberapa busana mosest wear seperti boho dress, jaket, rok, palazzo, rok wiru tampil dengan elegan. Ada yang menarik pada salah satu koleksinya ini. Itang yang biasa membuat kaftan dengan model oversized dan tidak membentuk lekuk tubuh, justru menyajikan kaftan yang lurus dan sedikit berbentuk.
Alasannya, kata dia, karena pasarnya adalah pasar luar negeri, banyak dari mereka yang suka dengan gaun panjang pas dengan tubuh. Kaftan ini terlihat sangat elegan dan cantik, cukup berbeda dari rancangannya terdahulu.
Beberapa warna seperti krem, hitam, putih, merah anggur serta emas mendominasi koleksi yang menggunakan bahan-bahan seperti chiffon, taffeta, twill dan crepe.