Tiga Tradisi Bali Jadi Warisan Budaya Indonesia

Tomi Tresnady

Kamis, 22 September 2016 | 00:53 WIB
Tiga Tradisi Bali Jadi Warisan Budaya Indonesia
Umat Hindu di Gianyar, Bali, saat menggelar upacara Odalan di Pura. [shutterstock]

Suara.com - Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan tiga tradisi dari Bali ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2016.

"Bali sudah mengajukan sejak dua tahun lalu dan memang mengajukan tiga tradisi tersebut. Pekan lalu sudah disidangkan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta ketiganya langsung ditetapkan. Tetapi penetapan resminya nanti di bulan Oktober," kata Dewa Beratha, di Denpasar, Rabu.

Tiga tradisi Bali yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia itu adalah tradisi Mekotek/Ngerebeg dari Desa Munggu, Kabupaten Badung, kemudian Gebug Ende dari Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, dan terakhir Ter-Teran dari Desa Jasri, Karangasem.

"Tiga tradisi tersebut masuk dalam klasifikasi karya budaya di bidang ritus dan perayaan," ujarnya sembari menyebutkan untuk tahun ini dari seluruh daerah di Indonesia ada 150 karya budaya yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud.

Pihaknya mengajukan tiga tradisi tersebut karena memang memenuhi persyaratan. Pertama dari segi dokumen lengkap, ada referensi dalam bentuk foto dan video, dan ketiga ada uraian atau naskah lengkapnya.

Menurut dia, dengan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Indonesia, tentu saja ada berbagai keuntungan yang bisa diperoleh Bali.

"Warisan budaya tak benda ini akan tercatat di Kemendikbud dan sebagai warisan milik masyarakat Bali yang tentunya tidak akan diklaim oleh negara lain," ujar Dewa Beratha.

Di samping mendapat keuntungan tersebut, tambah dia, tentu ada kewajiban dari Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Indonesia untuk memelihara dan melestarikan kesenian ini agar tetap hdup dan berkembang.

"Untuk pelestarian di Bali tentu tidak perlu dikhawatirkan, kita kan punya ajang Pesta Kesenian Bali, Bali Mandara Mahalango dan Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya. Berbagai kegiatan ini akan menjadi ruang pelestarian di samping juga untuk pembinaan," katanya.

Dewa Beratha berharap ke depannya itu semakin banyak tradisi yang bisa diajukan menjadi Warisan Budaya Indonesia karena sebenarnya di seluruh Bali memiliki tradisi masing-masing.

"Kami berencana untuk menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dari sembilan kabupaten/kota dan nanti masing-masing akan kami berikan format blanko pengajuannya," ucapnya.

Pada tahun lalu, 12 karya budaya Bali juga mendapat sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yakni Tari Barong Ket, Tari Joged, Tari Legong Kraton, Drama Tari Wayang Wong, Drama Tari Gambuh, Topeng Sidakarya, Baris Upacara, Tari Sanghyang Dedari dan Tari Rejang.

Sembilan tarian tersebut kemudian juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Selain sembilan tarian, Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2015 juga diberikan untuk Kain Gringsing Tenganan, Seni Lukis Kamasan, dan Tenun Endek Bali. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Umat Hindu Rayakan Galungan, Suasana di Bali Semarak

Umat Hindu Rayakan Galungan, Suasana di Bali Semarak

Lifestyle | Rabu, 07 September 2016 | 08:05 WIB

Terkini

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:26 WIB

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:25 WIB

Ditemukan Nelayan, Satu Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Ditemukan Nelayan, Satu Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:19 WIB

Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP

Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:14 WIB

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:13 WIB

Perpres Timah Disorot! Pemerintah Kini Legalkan Praktik yang Dulu Dipidana

Perpres Timah Disorot! Pemerintah Kini Legalkan Praktik yang Dulu Dipidana

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:08 WIB

5 Zodiak yang Dikenal Mudah Jatuh Cinta, Gampang Baper dan Cepat Terpesona

5 Zodiak yang Dikenal Mudah Jatuh Cinta, Gampang Baper dan Cepat Terpesona

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:05 WIB

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

×