"CEO Message #11", Menpar Gencar Bicara Soal "Go Digital"

Madinah Suara.Com
Kamis, 29 September 2016 | 13:55 WIB
"CEO Message #11", Menpar Gencar Bicara Soal "Go Digital"
Digital Marketing. (Shutterstock)

 “Digital Lifestyle”

 Mengapa kita harus go digital? Tak lain karena perilaku konsume sudah berubah, yaitu menjadi semakin digital, apalagi jika gen Y (milenial) dan gen Z semakin besar jumlah dan pengaruhnya.

Kini kita mengenal istilah “always-connected travellers”, di manapun dan kapanpun mereka saling terkoneksi dengan adanya mobile apps/devices.

“Ingat, jika kita tak berubah mengikuti perubahan konsumen, kita pasti akan mati,'' paparnya.

Gaya hidup wisatawan dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital. Singkatnya, mereka search and share dengan media digital. Ciri digital lifestyle ada tiga, yaitu mobile, personal, dan interactive.

Dalam mencari informasi, membeli, dan mengonsumsi produk wisata, mereka telah menggunakan mobile device, melakukan engagement secara personal, dan interaksinya bersifat “two-way”, bahkan “many-to-many” dengan cara berbagi dengan peers dan komunitasnya.

Harus diingat, pencarian produk (search) dan berbagi informasi (share) di industri pariwisata dengan media digital, kini sudah mencapai 70 persen. Harus diingat pula, efektifitas media digital (digital media effectiveness) bisa mencapai empat kali lipat dari media konvensional.

''Karena itu, kita harus mulai meninjau ulang proporsi media digital kita dibanding media konvensional,” katanya.

Berdasarkan statistik, biaya promosi yang dikeluarkan di seluruh dunia rata-rata sekitar 70 persen dari uang kita di media konvensional dan 30 persen di media digital, atau 70:30. Maka proporsi ini harus kita ubah menjadi 60:40 atau bahkan 50:50. Dengan mengalikan proporsi tersebut, dengan masing-masing angka media effectiveness-nya, maka kita akan bisa melihat berapa kali kenaikan efektifitasnya.

Matematikanya sederhana. Kalau proporsinya 70:30, maka perhitungannya adalah: 70 x 1 ditambah 30 x 4, yaitu 190. Nah, kalau kita ubah proporsinya menjadi 60:40, maka perhitungannya menjadi 60 x 1 ditambah 40 x 4, yaitu 240.

“Jadi untuk masing-masing proporsi itu kita akan mendapatkan kenaikan media effectiveness dari 190 menjadi 240,'' katanya.

Kalau proporsinya diubah menjadi 50:50, maka tentu kenaikan efektivitasnya akan lebih besar lagi. Intinya, dengan menaruh uang di media digital, maka kita akan mendapatkan efektifitas yang jauh lebih tinggi.

Look-Book-Pay”

Digital media juga lebih ampuh dibanding conventional media, karena pada dasarnya digital media adalah convergence media. Convergence media terbagi menjadi tiga, yaitu paid, owned, dan earned media.

''Karena orang mendefinisikan earned media sulit, saya mengganti namanya biar mudah menjadi social media,” kata menpar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI