Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Luki Prawira mengatakan, Sail Selat Karimata bertujuan untuk meningkatkan perekonomian setempat melalui sektor pariwisata. Rangkaian kegiatan tersebar di empat provinsi, yakni Kepri, Bangka Belitung, Jambi dan Kalbar.
Selain itu, Sail Selat Karimata 2016 juga diharapkan menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari Tanah Air, dengan menjadikan Karimata sebagai destinasi utama.
Luki menjelaskan, secara keseluruhan, wilayah Kepri terdiri dari 4 kabupaten dan 2 kota, 47 kecamatan serta 274 kelurahan/desa, dengan 2.408 pulau besar dan kecil.
“Adapun luas wilayahnya mencapai 252.601 km², yang sekitar 96 persennya merupakan lautan, dan hanya sekitar 4 persen berupa daratan. Bintan siap lahir batin menyambut acara ini,” katanya.
Selain menyiapkan Bintan, pariwisata Kepri juga menyiapkan Tanjungpinang dan Batam untuk menyambut peserta Sail Karimata. Tak hanya undangan panitia, Kepri juga mendatangkan pelayar asing tambahan.
”Batam ikut menyambut, karena akan jadi pintu masuk peserta tambahan. Bintan dan Batam mempunyai pelabuhan dengan fasilitas khusus untuk memudahkan kapal layar asing masuk perairan Indonesia,” timpal Wali Kota Batam, HM Rudi.
Para “Yachter” yang Berlabuh di Singapura Diundang
Sail Karimata juga merupakan sebutan untuk Sail Indonesia 2016. Reli pelayar asing yang dimulai dari Indonesia timur menuju Selat Malaka itu menjadi salah satu andalan pariwisata bahari RI.
Kepri berinisiatif mengundang peserta tambahan yang akan masuk lewat Batam dan Bintan, yang mana kapal-kapal mereka sebelumnya berlabuh di Singapura.
Inisiatif itu memanfaatkan pelabuhan dengan fasilitas khusus untuk memudahkan kapal wisata asing masuk perairan Indonesia. Adapun dari 18 pelabuhan itu, ada yang terletak di Batam dan Bintan.