Hidupkan Kembali Cerita Daerah Lewat 'Ayo Dongeng Indonesia'

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Sabtu, 29 Oktober 2016 | 13:09 WIB
Hidupkan Kembali Cerita Daerah Lewat 'Ayo Dongeng Indonesia'
Hidupkan kembali cerita daerah lewat 'Ayo Dongeng Indonesia'. [Instagram Ayo Dongeng Indonesia]

Suara.com - Masihkah Anda mengingat jelas kisah Jaka Tarub, Calon Arang, dan Keong Mas, yang dulu sering ada dalam buku pelajaran? Setiap daerah biasanya memiliki ceritanya masing-masing yang dikisahkan turun temurun.

Ada yang menyebutnya sebatas mitos, namun tak sedikit pula yang mempercayainya. Dan biasanya, dari setiap cerita terselip pesan moral yang mengajarkan kebaikan.

Kebiasaan mendongeng cerita-cerita legenda memang sudah membudaya di Indonesia. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan mendongeng ini tergerus perkembangan zaman.

Hidupkan kembali cerita daerah lewat 'Ayo Dongeng Indonesia'.

Teknologi canggih menggantikan kebiasaan dongeng antara orangtua dan anak. Bahkan, orangtua zaman sekarang yang tak tau caranya mendongeng.

Mereka menganggap bahwa mendongeng butuh modal suara yang bisa menirukan karakter tertentu atau gerak-gerik lincah agar anak mengerti makna dongeng.

Padahal, disampaikan pendiri komunitas Ayo Dongeng Indonesia, Ariyo Zidni, mendongeng sangat sederhana, bisa dilakukan dimana saja dan kapanpun. Menurutnya, yang paling dibutuhkan saat mendongeng adalah adanya interaksi dua arah antara pendongeng dan anak-anak yang menjadi objek dongeng.

"Kami ingin menggalakkan kembali dongeng di zaman modern ini. Karena sebenarnya dongeng bisa dilakukan dimanapun, di rumah bahkan di sekolah. Yang terpenting bagaimana menghidupkan interaksi," ujar lelaki yang akrab disapa Kak Aio ini pada temu media belum lama ini.

Untuk menghidupkan kembali kebiasaan mendongeng, Aio mendirikan sebuah komunitas sosial bernama Ayo Dongeng Indonesia pada 3 Desember 2011 silam.

Namun Aio mengatakan, bukan berarti semua anggota komunitasnya berprofesi sebagai pendongeng. Siapapun yang memiliki misi yang sama untuk menggiatkan kembali dongeng, bisa bergabung dengan komunitas ini.

"Isinya bukan pendongeng semua. Ada pekerja kantoran, ibu rumah, tangga, bapak-bapak juga bergabung menjadi anggota komunitas Ayo Dongeng Indonesia," tambah dia.

Aktivitas komunitas ini, kata Aio, lebih ke kegiatan sosial di rumah sakit, panti asuhan ataupun event-event bercerita lainnya, yang dilakukan pada akhir pekan.

Hidupkan kembali cerita daerah lewat 'Ayo Dongeng Indonesia'. [Instagram Ayo Dongeng Indonesia]

Namun sejak 2013 lalu, komunitas ini berhasil menyelenggarakan Festival Dongeng Indonesia yang jangkauannya diperluas menjadi Festival Dongeng Internasional Indonesia mulai 2015 lalu.

Pada gelaran berskala Internasional ini, Aio mengajak rekan pendongeng dari negara tetangga seperti India, Singapura, Thailand dan Malaysia untuk berbagi cerita-cerita dongeng yang berasal dari negara asalnya.

Tahun ini, Aio mengatakan bahwa Komunitas Ayo Dongeng Indonesia kembali menggelar Festival Dongeng Internasional Indonesia pada 5-6 November mendatang, bertempat di Museum Nasional dengan mengusung tema Indonesiaku.

Tercatat pendongeng asal India, Korea Selatan, Inggris, Singapura, Malaysia dan Thailand akan turut membawakan cerita tentang dongeng Indonesia.

Hidupkan kembali cerita daerah lewat 'Ayo Dongeng Indonesia'. [Instagram Ayo Dongeng Indonesia]

"Jadi kenapa kita mengundang pendongeng dari luar, karena saat ada event serupa di Amerika, banyak yang belum tahu cerita tentang Indonesia. Banyak yang mengira cerita si Kancil itu dari Malaysia, sehingga kita pengen banget mengusung dongeng Indonesia yang akan dibawakan seniman Indonesia dan beberapa negara tetangga pada event tahun ini," lanjut dia.

Selain pertunjukkan dongeng, Ayo Dongeng Indonesia juga mengadakan pelatihan bagi masyarakat yang ingin belajar bagaimana caranya mendongeng yang baik.

"Sebenarnya mendongeng itu nggak harus membutuhkan alat bantu atau boneka tangan atau mampu menirukan suara karakter tertentu. Cukup pilih cerita yang kita senangi dan bangun interaksi dengan audien, sehingga mendongeng bisa menjadi pengalaman menarik," tambah Aio.

Hidupkan kembali cerita daerah lewat 'Ayo Dongeng Indonesia'.

Kini komunitas Ayo Dongeng Indonesia memiliki 50 anggota aktif dan 200-an relawan yang siap mendongeng secara sukarela untuk anak-anak Indonesia. Jika Anda tertarik untuk bergabung sebagai relawan atau tertarik mengikuti gelaran Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016, kunjungi akun media sosial mereka baik twitter maupun Instagram di @Ayodongeng_ind.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masih  Buang Sampah Sembarang, Malu dengan Komunitas Ini

Masih Buang Sampah Sembarang, Malu dengan Komunitas Ini

Lifestyle | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 12:08 WIB

Mereka Tularkan Hidup Damai Lewat Meditasi

Mereka Tularkan Hidup Damai Lewat Meditasi

Lifestyle | Minggu, 16 Oktober 2016 | 09:10 WIB

Mereka Lestarikan Kopi Nusantara Lewat "Latte Art"

Mereka Lestarikan Kopi Nusantara Lewat "Latte Art"

Lifestyle | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 08:41 WIB

Ini Wadahnya Para Pejuang Leukimia Granulositik Kronis

Ini Wadahnya Para Pejuang Leukimia Granulositik Kronis

Lifestyle | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 15:16 WIB

Ayo Main, Wadah Orangtua dan Anak Bermain

Ayo Main, Wadah Orangtua dan Anak Bermain

Lifestyle | Minggu, 11 September 2016 | 14:05 WIB

Terkini

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 14:49 WIB

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:36 WIB

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 14:23 WIB

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

×