Seks Bisa Memicu Kontraksi Melahirkan?

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 06 Desember 2016 | 20:49 WIB
Seks Bisa Memicu Kontraksi Melahirkan?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Jika kehamilan Anda sudah melewati due date atau usia kehamilan telah melampaui 42 minggu, atau bisa juga karena keselamatan bayi Anda berisiko tinggi, maka dokter dapat memutuskan untuk memicu kontraksi persalinan dengan induksi.

Induksi persalinan tentu saja berisiko, sehingga dapat dimengerti bahwa banyak perempuan hamil mungkin memilih metode alternatif untuk memulai persalinan. Satu strategi yang dipercaya mampu memicu kontraksi adalah berhubungan intim alias bercinta.

Seperti data yang dihimpun hellosehat.com, ada sejumlah alasan masuk akal di balik alasan seks sebagai metode memicu kontraksi saat bayi sudah waktunya lahir.

Pertama, air mani merupakan sumber alami dari prostaglandin, senyawa kimia yang melemaskan jaringan dan membantu pematangan leher rahim untuk mempersiapkan jalur kelahiran bayi.

Kedua, seks dengan atau tanpa orgasme dilaporkan dapat meningkatkan aktivitas rahim. Berhubungan intim juga dapat memicu pelepasan oksitosin, hormon alami dalam tubuh ibu yang membantu memulai kontraksi.

Adakah Bukti Ilmiah?
Di sisi lain, bukti ilmiah untuk mendukung seks sebagai metode induksi persalinan masih jauh dari kata cukup. Sebenarnya, begitu kehamilan mencapai usia 40-an minggu, Anda akan sangat mungkin untuk masuk ke tahap persalinan spontan setiap saat, dengan atau tanpa seks. Sehingga sangat mudah untuk mengira seks sebagai penyebabnya, padahal pada kenyataannya mungkin orgasme Anda bukanlah yang memicu kontraksi.

Para ahli menduga, induksi persalinan berhubungan dengan hormon yang dihasilkan oleh ibu dan bayi. Itu sebabnya, mencoba untuk memicu kontraksi sendiri bukanlah metode yang dapat diandalkan.

Seks sebagai metode memicu kontraksi juga merupakan hal yang sulit untuk diukur, karena aktivitas dan pengalaman seksual tidak mudah untuk didefinisikan secara seragam. Stimulasi payudara, misalnya, walau diduga dapat merangsang kontraksi rahim, tapi tak semua aktivitas seksual melibatkan foreplay ini.

Dan, peran prostaglandin dari air mani juga akan tergantung pada penggunaan kondom, volume ejakulasi, dan konsentrasi prostaglandin di dalam air mani.

Jadi, inilah mengapa seks untuk induksi persalinan lebih cenderung sebagai teori (jika bukan mitos), daripada fakta medis. “Tidak ada cara non-medis yang terbukti untuk menginduksi persalinan secara alami,” kata Elizabeth Stein, CNM, bidan asal New York, dikutip dari WebMD.

Satu-satunya metode yang aman dan dapat diandalkan untuk memicu kontraksi persalinan adalah dengan obat yang diberikan di rumah sakit. “Tapi, tidak akan ada salahnya mencoba seks untuk menginduksi persalinan!” ungkap Stein.

Tips Aman Bercinta di Akhir Kehamilan
Boleh-boleh saja untuk berhubungan intim dengan pasangan mendekati akhir kehamilan— selama air ketuban Anda belum pecah, dan ketika dokter atau bidan telah memberikan lampu hijau. Begitu ketuban pecah, penetrasi vagina dapat meningkatkan risiko infeksi.

Seks juga akan lebih aman jika Anda tidak memiliki plasenta rendah (plasenta previa) atau tidak pernah mengalami perdarahan vagina.

Pada tahap akhir kehamilan, seks memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Anda bisa mencoba spooning, berbaring menyamping dengan pasangan Anda masuk dari belakang. Atau, Anda bisa berbaring telentang di tepi ranjang, dengan kedua kaki menyentuh lantai dan lutut menekuk.

Pasangan Anda kemudian dapat berlutut atau berdiri di depan Anda untuk melakukan penetrasi.

Penting bagi lelaki untuk ejakulasi di dalam vagina untuk jika Anda memang ingin memicu kontraksi, meskipun tidak ada jaminan ini akan berhasil. Jika tidak bergairah untuk bercinta (dan wajar saja), Anda bisa meminta pasangan untuk lakukan foreplay dengan menstimulasi puting payudara.

Jika kehamilan Anda belum mencapai usia penuh (di bawah 39-40 minggu), seks pada umumnya tidak akan menyebabkan persalinan prematur. Namun, jika telah didiagnosis berisiko tinggi terhadap persalinan prematur, Anda harus bicarakan dengan dokter soal keamanan berhubungan intim; ia mungkin merekomendasikan tindakan pencegahan atau membatasi seks hingga titik tertentu.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Risikonya Bila Vagina Kering Saat Bercinta

Ini Risikonya Bila Vagina Kering Saat Bercinta

Health | Senin, 05 Desember 2016 | 21:12 WIB

Studi: Seks Bisa Tingkatkan Daya Ingat

Studi: Seks Bisa Tingkatkan Daya Ingat

Lifestyle | Sabtu, 03 Desember 2016 | 09:28 WIB

Wah, Kaus Kaki Bisa Bikin Seks Lebih Sempurna?

Wah, Kaus Kaki Bisa Bikin Seks Lebih Sempurna?

Lifestyle | Kamis, 01 Desember 2016 | 19:00 WIB

Terkini

6 Rekomendasi Krim Malam untuk Hempas Flek Hitam dan Bikin Wajah Lebih Cerah

6 Rekomendasi Krim Malam untuk Hempas Flek Hitam dan Bikin Wajah Lebih Cerah

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 15:05 WIB

Dewberry Kembali: Wewangian Ikonik 90-an yang Hidupkan Semangat Empowered by Nature The Body Shop

Dewberry Kembali: Wewangian Ikonik 90-an yang Hidupkan Semangat Empowered by Nature The Body Shop

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 14:56 WIB

6 Tanaman Hias yang Bisa Menyerap Kelembapan, Ruangan Jadi Lebih Nyaman

6 Tanaman Hias yang Bisa Menyerap Kelembapan, Ruangan Jadi Lebih Nyaman

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 14:42 WIB

Cushion Wardah Colorfit Hijau untuk Kulit Apa? Cek Kecocokannya di Sini

Cushion Wardah Colorfit Hijau untuk Kulit Apa? Cek Kecocokannya di Sini

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 14:18 WIB

Serum Apa yang Bikin Wajah Glowing? Ini 5 Rekomendasi Produk dari Brand Lokal

Serum Apa yang Bikin Wajah Glowing? Ini 5 Rekomendasi Produk dari Brand Lokal

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 14:10 WIB

Cushion Timephoria Harga Berapa? Ini Update Terbaru Mei 2026

Cushion Timephoria Harga Berapa? Ini Update Terbaru Mei 2026

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 14:05 WIB

Apakah Sabun Cuci Muka Batangan Bisa Mencerahkan Wajah Kusam? Ini 4 Rekomendasinya

Apakah Sabun Cuci Muka Batangan Bisa Mencerahkan Wajah Kusam? Ini 4 Rekomendasinya

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 13:36 WIB

Beda Deodoran dan Antiperspirant, Mana yang Ampuh Mengatasi Bau Badan?

Beda Deodoran dan Antiperspirant, Mana yang Ampuh Mengatasi Bau Badan?

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 12:46 WIB

Staycation Bernuansa Betawi: Mercure Jakarta Grogol Hadirkan Cerita Lokal di Tengah Kota

Staycation Bernuansa Betawi: Mercure Jakarta Grogol Hadirkan Cerita Lokal di Tengah Kota

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 12:22 WIB

4 Rekomendasi Spot Treatment untuk Flek Hitam yang Sudah BPOM dan Mudah Didapat

4 Rekomendasi Spot Treatment untuk Flek Hitam yang Sudah BPOM dan Mudah Didapat

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 12:03 WIB