Ini Makna Tahun Ayam Api Dalam Perayaan Imlek 2568

Adhitya Himawan Suara.Com
Sabtu, 28 Januari 2017 | 08:21 WIB
Ini Makna Tahun Ayam Api  Dalam Perayaan Imlek 2568
Suasana perayaan Tahun Baru Imlek di Kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Perayaan Tahun Baru Imlek 2568 yang dilaksanakan di Wihara Buddhayana, Kampung Cina, Kota Bengkulu berlangsung khidmat.

Biksu Wihara Buddhayana Suhu Nyana Sukha, di Bengkulu, Sabtu, menyatakan perayaan terasa khidmat sejak Jumat (27/1/2017) dimulai dengan ibadah penyalaan pelita.

"Kita harus menerangi hati dan pikiran kita agar jalan yang diambil ke depannya merupakan jalan yang benar, ini salah satu makna penyalaan pelita," kata dia.

Sejak Jumat pagi sampai pukul 22.00 WIB, umat Buddha di Bengkulu datang silih berganti ke wihara bersembahyang dan memanjatkan doa-doa serta harapan untuk tahun berikutnya.

Pada pukul 22.00 WIB sampai malam pergantian Tahun Baru Imlek, jemaah kembali melaksanakan sembahyang terang bulan dan pada pagi Sabtu (28/1/2017), dilanjutkan dengan ibadah parita.

Imlek 2568 ini sesuai tradisi dan budaya Tionghoa menyebutkan sedang berada di tahun ayam api, elemen api melambangkan panas, salah satunya yakni terlihat dari emosi "Kalau dalam budaya dan tradisi silakan percaya atau tidak tentang penjabaran ke dalam berbagai bentuk kehidupan. Tetapi kalau dalam agama tidak mengomentari hal seperti 'shio'," kata biksu itu pula.

Dia mengatakan, dalam agama hanya mengajarkan kebaikan, kebajikan dan kebijaksanaan, dan seluruh agama mengajarkan hal tersebut.

"Jika memang mempercayai shio, dan ayam api yang melambangkan emosi, maka kita mengajak umat serta masyarakat untuk menjaga emosi agar tidak menyebabkan kerusakan baik bagi diri sendiri maupun lingkungan," ujarnya.

Termasuk dalam memperdebatkan apa yang dianut agama lain, setiap agama mempunyai cara beribadah dan istilah masing-masing.

Baca Juga: Ini Harapan Warga Gorontalo Saat Tahun Baru Imlek 2568

"Hal itu seharusnya menjadi keberagaman, jika memperdebatkannya maka akan mendorong emosi menjadi lebih tinggi dan bisa saja berakhir dengan pertikaian," ujarnya pula.

Saling menghargai dan menghormati akan membuat hidup menjadi lebih tenang, damai, dan indah, dengan hal tersebut kata biksu harapannya rezeki lebih berlimpah, panjang umur serta penuh kebahagiaan pada tahun-tahun berikutnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI