Penelitian Ungkap Konsumen Mau Bayar Lebih untuk Pangan Ramah Lingkungan: Kalau Kamu?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:55 WIB
Penelitian Ungkap Konsumen Mau Bayar Lebih untuk Pangan Ramah Lingkungan: Kalau Kamu?
Ilustrasi roti gandum (Freepik/freepik)

Suara.com - Di tengah upaya mencari makanan yang lebih ramah lingkungan, para ilmuwan selama ini banyak fokus pada satu hal: bagaimana cara menanamnya. Namun ada pertanyaan lain yang tak kalah penting, yaitu apakah orang benar-benar mau memakannya?

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Agricultural Economics mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa konsumen bersedia membayar lebih mahal untuk makanan berbahan biji-bijian ramah lingkungan, selama manfaatnya dijelaskan dengan jelas, dan rasanya tetap enak.

Salah satu bahan yang diteliti adalah intermediate wheatgrass, yang lebih dikenal dengan nama dagang Kernza. Tanaman ini digadang-gadang sebagai masa depan pertanian berkelanjutan.

Berbeda dengan gandum biasa yang harus ditanam ulang setiap tahun, Kernza bisa bertahan di tanah selama tiga hingga lima tahun.

Akar tanaman ini juga jauh lebih dalam, sehingga membantu menjaga kesehatan tanah, mengurangi erosi, serta menekan pencemaran akibat pupuk. Meski punya banyak keunggulan lingkungan, masa depan Kernza di pasar tetap bergantung pada dua hal sederhana: rasa dan harga.

Peneliti utama, Jie Li dari Cornell University, mengatakan bahwa selama ini penelitian sering terlalu fokus pada aspek produksi, tanpa memikirkan apakah produk tersebut akan diterima oleh konsumen.

“Produk makanan baru hanya akan berdampak jika orang mau membelinya,” ujar Li.

Untuk menguji hal tersebut, tim peneliti melakukan eksperimen unik berupa uji coba dan lelang roti. Mereka melibatkan konsumen di wilayah New York untuk mencicipi empat jenis roti sourdough: gandum utuh, spelt, serta dua roti yang dicampur dengan Kernza masing-masing sebesar 15 persen dan 25 persen.

baca juga

Peserta tidak hanya mencicipi, tetapi juga diminta menentukan berapa harga yang bersedia mereka bayar. Metode ini digunakan agar hasilnya lebih mendekati perilaku nyata saat membeli.

Hasilnya cukup menarik. Ketika konsumen diberi penjelasan sederhana tentang manfaat lingkungan dari Kernza, seperti kemampuannya menyimpan karbon dan menjaga tanah, mereka bersedia membayar 5 hingga 10 persen lebih mahal dibanding roti biasa.

Roti dengan campuran 15 persen Kernza menjadi yang paling seimbang. Selain dianggap ramah lingkungan, rasa dan teksturnya juga masih sesuai dengan ekspektasi konsumen. Namun, ketika kadar Kernza dinaikkan menjadi 25 persen, minat beli justru menurun.

Peneliti menemukan bahwa roti tersebut terasa lebih padat dan kurang elastis. Hal ini terjadi karena struktur gluten pada Kernza tidak sekuat gandum biasa.

Temuan ini menunjukkan satu hal penting: keunggulan lingkungan saja tidak cukup. Jika rasa tidak memenuhi harapan, konsumen akan ragu untuk membeli, meskipun produknya lebih berkelanjutan.

Saat ini, biji-bijian abadi seperti Kernza masih menyumbang kurang dari 1 persen produksi global. Selain karena hasil panennya belum setinggi tanaman konvensional, pasar untuk produk ini juga masih terbatas.

Meski begitu, studi ini memberi harapan. Jika produsen mampu menjaga keseimbangan antara rasa, harga, dan cerita keberlanjutan yang jelas, maka produk seperti Kernza punya peluang untuk diterima lebih luas.

Pada akhirnya, masa depan pangan ramah lingkungan tidak hanya ditentukan di ladang atau laboratorium, tetapi juga di pilihan sederhana konsumen saat membeli makanan.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Panaskan Opor Berulang! Rahasia Makanan Lebaran Tetap Nikmat dan Bernutrisi

Stop Panaskan Opor Berulang! Rahasia Makanan Lebaran Tetap Nikmat dan Bernutrisi

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:43 WIB

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:05 WIB

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya

Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Jatim | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Hujan Deras Tak Surutkan Militansi Suporter Garuda, Pakansari Membara Jelang Indonesia vs Vietnam

Hujan Deras Tak Surutkan Militansi Suporter Garuda, Pakansari Membara Jelang Indonesia vs Vietnam

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara

Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Sosok Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Sosok Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Riau | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar

Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar

Jatim | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:45 WIB

23 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus untuk Bapak-Bapak, Murah dan Pasti Kepakai

23 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus untuk Bapak-Bapak, Murah dan Pasti Kepakai

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Hujan Deras Guyur Pakansari, Pertanda Timnas Indonesia Hujani Vietnam dengan Banyak Gol?

Hujan Deras Guyur Pakansari, Pertanda Timnas Indonesia Hujani Vietnam dengan Banyak Gol?

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?

Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:35 WIB

×