Dua Lukisan Van Gogh Senilai Rp1,4 Triliun Dipamerkan Lagi

Tomi Tresnady
Dua Lukisan Van Gogh Senilai Rp1,4 Triliun Dipamerkan Lagi
Lukisan potret diri Vincent Van Gogh. [shutterstock]

Dua lukisan Van Gogh dipamerkan kembali setelah sempat menghilang selama 14 tahun karena dicuri oleh mafia.

Suara.com - Dua lukisan karya Vincent Van Gogh ditampilkan dalam keadaan hampir rusak di museum Amsterdam pada Selasa (21/3/2017) atau  14 tahun setelah lukisan itu dicuri oleh mafia.

Karya itu adalah "View of the Sea at Scheveningen" atau "Pemandangan Laut di Scheveningen", yang dibuat pada 1882, dan "Congregation Leave the Reformed Church in Nuenen" atau "Rombongan Jemaah Meninggalkan Gereja Baru di Nuenen", yang dibuat pada 1884.

Kedua karya itu berasal dari masa sangat penting bagi perkembangan master pasca-impresionis itu sebagai pelukis.

"Mereka kembali," kata direktur museum Van Gogh Axel Rueger menjelang penampilan kedua lukisan itu, yang masing-masing dihargai oleh peneliti senilai 50 juta euro (sekitar Rp720 miliar), setelah ditemukan oleh polisi Italia enam bulan lalu.

"Saya tidak pernah berpikir akan bisa mengatakan kalimat ini," katanya, seperti dilansir dari Antara.

Karya itu ditemukan jauh di jantung Italia pada September di balik dinding palsu di vila, yang menurut jaksa, milik Raffaele Imperiale, yang dituduh menggerakkan rantai perdagangan kokain internasional.

Lukisan pemandangan laut, menunjukkan sebuah kapal melawan gelombang di lepas pantai di bawah langit Belanda yang murung, penting untuk museum tersebut karena lukisan itu adalah karya satu-satunya pelukis tersebut saat berada di Den Haag, tempat dia belajar.

Lukisan yang satunya menggambarkan gereja di provinsi selatan, provinsi Brabant, tempat ayah Van Gogh bertugas sebagai menteri. Setelah Ayahnya meninggal, Van Gogh menambahkan sosok berpakaian hitam di lukisan itu sebagai bentuk berkabung.

"Lukisan ini kembali dengan aman sekarang dan mereka benar-benar aman," kata Rueger, setelah menarik kembali layar untuk menampilkan lukisan itu yang berada di balik bingkai kaca tebal.

"Mereka akan tetap sini selama bebebara generasi yang akan datang," katanya.

Peneliti Italia percaya jika Imperiale hidup di Dubai dan menjalankan bisnis konstruksi di sana. Penangkapan 11 orang yang diduga anggota jaringannya pada Januari lalu, termasuk satu orang yang berbalik menjadi saksi bagi negara, membawa tim penyidik ke lukisan itu.

Mereka menghilang pada 2002 setelah pencuri naik tangga ke atap museum dan masuk ke gedung dalam pencurian dilakukan hanya empat menit. Mereka melarikan diri dengan meluncur ke bawah dengan menggunakan tali.

Lukisan pemandangan laut mengalami kerusakan ringan akibat dilepas dari bingkainya, kehilangan selembar kertas pelapis dari sudut kiri bawah. Adalah "keajaiban" ketika lukisan itu tidak berada dalam bahaya selama 14 tahun itu, kata Rueger.

Beberapa barang turut ditemukan dalam penyerbuan pada September itu, termasuk pesawat pribadi. Salah satu penyidik melihat dinding tampak tidak biasa di tempat itu, yang di belakangnya, kedua lukisan itu ditemukan terbungkus kain.

Baca Juga
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS