Hidup Miskin, Nenek Ini Berbagi Gubuk dengan 400 Anjing Terlantar

Ardi Mandiri, Rinaldi Aban

Selasa, 18 April 2017 | 19:10 WIB
Hidup Miskin, Nenek Ini Berbagi Gubuk dengan 400 Anjing Terlantar
Nenek miskin rawat 400 anjing. [Odditycentral/ Jabberwock]

Suara.com - Selama lebih tiga dekade, perempuan bernama Pratima Devi ini merawat 400 ekor anjing terlantar di kiosnya.

Devi yang dijuluki "Dog Lady Of Delhi" ini rela merawat ratusan anjing, meski hidupnya sangat sederhana.

Devi -- yang kini berusia 65 tahun-- terlahir dari keluarga miskin India.

Dinikahkan saat berusia tujuh tahun, dengan lelaki 10 tahun lebih tua darinya.

Anak pertama lahir saat Devi masih 14 tahun. Namun demikian, pernikahannya jauh dari bahagia. Suami Devi yang penangguran, kerap pulang malam mabuk.

Nestapa Devi kian bertambah lantaran kerap disiksa ibu mertua.

Saking miskinnya kehidupan, Devi mengirim anaknya yang berusia lima tahun untuk bekerja ke New Delhi.

Lantaran kerap disiksa suami dan mertua, tak lama kemudian, Devi kabur dari rumah dan hidup bersama anaknya di Delhi. Hidup baru pun dimulai.

Devi bekerja sebagai pembantu di rumah aktor terkenal. Juga membuka sebuah warung teh.

Di warung itulah Devi bertemu dengan anjing-anjing terlantar.



Saat ekonomi mulai membaik, derita kembali dirasakan Devi. Tetangga yang iri akan kesuksesan usaha teh Devi, membakar kios. Kios ludes, anjing liar yang dirawat Devi turut mengalami luka bakar.

Insiden tersebut membuat Devi kembali melarat. Dia hidup di jalan, memulung sampah. Pernah suatu waktu, Devi dan anaknya tak makan empat hari, karena tak punya uang barang sepeser.

Tapi, Devi orang yang ulet. Dia mampu bangkit, kembali membuka usaha kios teh.

Kecintaan merawat anjing terlantar pun tak pudar. Di gubuk beratap terpal, Devi berbagi ruang dengan sekitar 400 anjing terlantar.

Tiap hari, Devi merawat Anjing-anjinya penuh cinta. Makan dan medis diberikan, meski keuangan Devi seadanya.



"Tiap hari mereka makan nasi dan daging. Sekitar 125 kilogram nasi dan 5 kilogram daging," tutur Devi.

Pun jika ada anjing sakit. Devi sekelebat membawa ke dokter hewan, membayar dengan tabungan ala kadarnya.

"Aku suka merawat anjing. Aku bahagia ketika bisa menolong dan membantu mereka. Mereka tidak tidur jika tidak ada aku, mereka juga tidak makan jika aku tidak memberinya. Aku berharap ada seseorang yang mau menggantikanku merawat mereka saat aku tiada kelak," kata Devi. [Odditycentral]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Melanie Subono Resmi Polisikan Diduga Pembunuh Nina

Melanie Subono Resmi Polisikan Diduga Pembunuh Nina

Entertainment | Selasa, 18 April 2017 | 14:54 WIB

Di Negara Ini Ada Kafe yang Menyajikan Es Krim untuk Anjing

Di Negara Ini Ada Kafe yang Menyajikan Es Krim untuk Anjing

Lifestyle | Selasa, 11 April 2017 | 13:01 WIB

Siksa Anjing di Kereta, Pemuda Ini Dipenjara

Siksa Anjing di Kereta, Pemuda Ini Dipenjara

News | Sabtu, 26 November 2016 | 09:47 WIB

Komedian Ini Nekat Tinggal di Kandang Anjing

Komedian Ini Nekat Tinggal di Kandang Anjing

Entertainment | Minggu, 06 November 2016 | 05:02 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×