Nita Kenzo Lestarikan Batik Indigo hingga Curi Perhatian di Eropa

Chaerunnisa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 29 Mei 2017 | 07:00 WIB
Nita Kenzo Lestarikan Batik Indigo hingga Curi Perhatian di Eropa
Nita Kenzo pemilik batik Indigo (Suara.com/Dinda)

Suara.com - Batik menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang punya potensi luar biasa di mata dunia. Tak sedikit yang mau turut melestarikan dan menjaga agar batik terus diproduksi di Indonesia.

Karena itu, Nita Kenzo, pendiri Galeri Batik Jawa Indigo memberikan perhatian khusus pada batik. Namun, dia tak ingat persis kapan mulai tertarik pada wastra Indonesia yang satu ini. Yang pasti, sejak kecil dia terbiasa melihat nenek dan ibunya mengenakan kain batik dalam keseharian mereka.

"Dulu saya tinggal di Pekalongan, dan saya merasakan seperti apa krisis batik yang terjadi di sana. Sampai pembatik Pekalongan tidak bisa lagi menemukan kain. Kemudian, mereka menjual kain-kain batik mereka yang menjadi simpanan," kisah Nita saat ditemui di acara Kafe BCA VI #BelajarLebihBaik dengan tema Khasanah Batik Pesona Budaya, belum lama ini.

Kejadian tersebut seakan menyadarkan pemilik nama asli Mayasari Sekarlaranti ini bahwa batik merupakan sesuatu yang bernilai besar bagi masyarakat. Sejak saat itu, Nita berkeinginan mulai peduli dengan batik.

Salah satu yang dilakukannya adalah, mengangkat dan menonjolkan batik rakyat dari beberapa daerah bersama sang suami, seperti Kebumen, Yogyakarta hingga Imogiri. Sayangnya, gempa yang terjadi di Yogyakarta pada 2006 membuat banyak para pembatik tak lagi bisa menghasilkan karya-karya mereka.

"Setelah gempa Yogyakarta akhirnya saya dan suami saya yang tinggal di Jawa Tengah mulai melakukan pendampingan para pebatik di Imogiri, dengan mendirikan Galeri Batik Jawa Indigo. Misi awal kami membangkitkan kembali Batik Imogiri agar tidak punah," ceritanya.

Dia seakan terus berjuang mencari cara agar batik Indonesia mendapat perhatian dari banyak orang, khususnya pasar international. Dia pun memilih melabeli produknya dengan brand Batik Indigofera Tinctoria.

Pada 2009, dia mulai mengenalkan Batik Indigo yang menjadi koleksi dari Galeri Batik Jawa dengan mengikuti sebuah pameran di Jakarta. Seiring berjalannya waktu, batik yang dikembangkan akhirnya mulai mendapat kesempatan untuk ditampilkan di berbagai pameran luar negeri.

"Batik ini proses pewarnaannya menggunakan daun nila atau Indigofera tinctoria, dan akan menghasilkan warna biru alami. Warna ini adalah warna tertua yang ditemukan pebatik saat zaman penjajahan Belanda," jelas dia.

Menurut Nita, selain motif, makna dan filosofi yang dimiliki batik mengembalikan batik ke pewarna alam menjadi daya tarik tersendiri di pasar international, khususnya Eropa. Mengingat, saat ini banyak masyarakat yang sadar untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan, dibandingkan pewarna sintetis yang bisa merusak lingkungan.

"Animonya sangat luar biasa karena menggunakan bahan alami, saat kami mengikuti pameran di luar negeri. Dari situ, kami sadar bahwa ini peluang untuk Indonesia. Kami juga bermitra dengan para petani indigofera. Inilah peluang-peluang yang bisa menjadi lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat Indonesia," ungkap dia.

Berkat inovasi tersebut, Galeri Batik Jawa Indigo pada 2013 mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai galeri yang mampu menciptakan batik indigo alami untuk segala musim dan diterima di hati masyarakat.

Melalui semua usahanya ini, Nita berharap, pembatik Indonesia bisa mengalami regenerasi, sehingga tak hanya mereka yang sudah tua yang menjadi pembatik, generasi muda pun bisa bangga menjadi seorang pembatik.

"Anak muda saat ini malah inginnya menjadi penjaga toko, bekerja dengan komputer, dan lainnya. Padahal mereka kehilangan banyak waktu dan tradisi dari turunannya karena orangtua sudah menjadi pembatik. Karena itu, kami di galeri juga adakan latihan membatik, kami berikan kainnya, alat, dan pola batik generasi muda bisa terus membatik," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Biar Batik Terus Dikenal, Lakukan Ini

Biar Batik Terus Dikenal, Lakukan Ini

Lifestyle | Kamis, 25 Mei 2017 | 12:48 WIB

Batik Indigo Mencuri Perhatian hingga Eropa

Batik Indigo Mencuri Perhatian hingga Eropa

Lifestyle | Selasa, 23 Mei 2017 | 19:17 WIB

Cari Oleh-oleh Tanjungpinang? Batik Motif Keong Gonggong Aja

Cari Oleh-oleh Tanjungpinang? Batik Motif Keong Gonggong Aja

Lifestyle | Kamis, 18 Mei 2017 | 14:38 WIB

Kolaborasi Budaya dalam Batik Iwan Tirta

Kolaborasi Budaya dalam Batik Iwan Tirta

Lifestyle | Rabu, 17 Mei 2017 | 18:25 WIB

Gandeng Luna Maya, Koleksi Batik Ini Terinspirasi Satria Garuda

Gandeng Luna Maya, Koleksi Batik Ini Terinspirasi Satria Garuda

Lifestyle | Jum'at, 12 Mei 2017 | 11:42 WIB

Tina Andrean Persembahkan Batik Tulis Untuk Kartini Masa Kini

Tina Andrean Persembahkan Batik Tulis Untuk Kartini Masa Kini

Lifestyle | Jum'at, 28 April 2017 | 11:14 WIB

Meski Sederhana, Batik Bantul Kini Jadi Incaran

Meski Sederhana, Batik Bantul Kini Jadi Incaran

Lifestyle | Senin, 06 Maret 2017 | 05:57 WIB

Terkini

Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat

Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 20:42 WIB

Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran

Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 19:59 WIB

Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026

Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?

Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 17:20 WIB

8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran

8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel

7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 16:35 WIB

7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya

7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 16:10 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman

5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 15:25 WIB

10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah

10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 15:15 WIB

Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?

Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 15:10 WIB