Array

Berburu Takjil, Hati-hati dengan Tampilan yang Menggoda Selera!

Sabtu, 03 Juni 2017 | 03:12 WIB
Berburu Takjil, Hati-hati dengan Tampilan yang Menggoda Selera!
Para pedagang takjil di Pasar Benhil, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Berburu takjil menjelang berbuka sudah menjadi rutinitas yang dilakukan masyarakat di Indonesia. Di beberapa ruas jalan bisa dengan mudah kita temukan pedagang takjil mulai dari jajanan pasar, lauk pauk hingga es buah yang tampak begitu menggoda.

Tapi jangan buru-buru tergoda untuk membeli hanya, karena tampilan takjil yang memikat mata. Justru, kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito, makanan dengan tampilan menggoda bisa jadi menggunakan pewarna tambahan yang berbahaya jika dikonsumsi tubuh.

"Kue mangkok warnanya merah muda yang begitu terang itu harus diwaspadai menggunakan rhodamin B, bahan pewarna tekstil yang jika masuk ke dalam tubuh bisa bersifat karsinogenik," ujar dia di sela-sela sidak Pusat Takjil di Pasar Benhil, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).

Sebelum Ramadan hingga jelang Lebaran, BPOM, kata Penny, memang rutin menggelar inspeksi mendadak di pusat kuliner di berbagai daerah. Pihaknya berupaya membantu masyarakat untuk mendapatkan panganan yang sehat dan aman dikonsumsi terutama saat Ramadan.

"Tidak hanya saat Ramadan, bulan-bulan biasa kita juga lakukan inspeksi. Namun di bulan Ramadan ini kami ingin memastikan takjil dan panganan yang beredar aman dan memenuhi persyaratan untuk dikonsumsi," tambah dia.

Kendati demikian, Penny mengakui bahwa jumlah panganan yang ditemukan tidak memenuhi syarat terus menurun tiga tahun belakangan. Ia menyebut pada 2014, hasil intensifikasi pengawasan pangan takjil menemukan 15.5 persen makanan tidak memenuhi syarat karena mengandung berbahaya.Namun pada 2017 menurun hanya 5.3 persen.

"Demikian pula dengan temuan di wilayah Jakarta yaitu 21.16 persen pangan takjil tidak memenuhi syarat pada 2014 lalu turun menjadi 12.46 persen di tahun 2015 dan kembali turun menjadi 6.3 persen di tahun 2016. Harapannya secara nasional bisa 0 persen," tambah dia.

Penny mengimbau kepada pelaku usaha untuk terus menaati peraturan yang berlaku, terutama dengan tidak menggunakan bahan tambahan non pangan yang dapat membahayakan kesehatan konsumennya.

"Masyarakat juga harus cerdas saat membeli pangan takjil. Jangan terkecoh dengan tampilannya yang menarik," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI