Sarapan Cokelat, Ini Manfaat yang Bakal Anda Rasakan

Ririn Indriani Suara.Com
Sabtu, 08 Juli 2017 | 06:43 WIB
Sarapan Cokelat, Ini Manfaat yang Bakal Anda Rasakan
Ilustrasi makan cokelat. (Shutterstock)

Suara.com - Menu sarapan ideal biasanya tidak mengandung cokelat. Ini dikarenakan cokelat bukanlah bahan pangan utama dalam menu makan pagi khas Indonesia.

Maklumlah kebanyakan orang Indonesia terbiasa sarapan nasi dan berbagai lauk gurih. Namun apa salahnya sesekali mematahkan tradisi untuk sesuatu yang baru, apalagi ternyata terbukti sehat?

Ya, sejumlah studi ilmiah memberikan alasan kuat mengapa cokelat dapat menjadi bagian dari menu sarapan yang lezat dan menyehatkan.

Berikut ulasan hellosehat.com tentang manfaat yang dapat Anda rasakan bila sarapan cokelat.

Membantu meningkatkan ketajaman otak
Membiasakan makan cokelat, terutama di pagi hari saat sarapan, dilaporkan bermanfaat terhadap kelancaran kerja otak. Untuk dapat bekerja optimal, bagian otak Anda yang dipakai untuk terus menerus bekerja akan memerlukan bahan bakar yang lebih banyak. Artinya, semakin lancar pasokan darah segar ke otak, semakin meningkat pula aktivitas saraf otak.

Dilansir dari Boston Magazine, dr. Farzaneh Sorond, ketua studi sekaligus seorang ahli saraf di Brigham dan Rumah Sakit Wanita dan asisten profesor neurologi di Harvard Medical School, mengatakan bahwa cokelat meningkatkan suplai darah ke otak, terutama pada orang dengan gangguan aliran darah.

Sorond beserta tim peneliti gabungan dari Harvard Medical School dan Brigham and Women’s Hospital menyelidiki manfaat kesehatan dari flavanol, senyawa antioksidan alami yang ditemukan dalam buah cokelat, dan efeknya terhadap tekanan darah.

Flavanol dalam prosesnya membentuk bahan kimia yang disebut oksida nitrit ketika terserap ke dalam darah. Oksida nitrit telah dibuktikan mampu melemaskan pembuluh darah.

Ada banyak obat tekanan darah yang bekerja memengaruhi kadar oksida nitrat dalam darah, sehingga peneliti menduga kuat bahwa flavanol bisa memiliki efek pengobatan yang sama. Berdasarkan studi ini pula banyak dokter di Amerika Serikat yang mulai meresepkan bubuk kakao untuk pasien mereka yang berisiko hipertensi. Ini dikarenakan kakao terbukti dapat mengurangi risiko penyakit jantung dengan mengurangi tekanan darah.

Studi milik Sorond dan tim kemudian menyimpulkan bahwa konsumsi rutin kakao, bentuk cokelat paling murni, dapat meningkatkan fungsi kognitif otak: hingga 30 persen peningkatan ketajaman ingatan dan kemampuan berpikir di antara subjek yang memiliki gangguan aliran darah ke otaknya setelah 30 hari berlanjut rutin mengonsumsi secangkir minuman cokelat hangat dua kali sehari — pagi dan malam sebelum tidur.

Membantu menurunkan berat badan
Tidak hanya sarapan cokelat bermanfaat untuk kesiagaan otak, tapi si hitam manis ini juga mungkin ampuh untuk menekan nafsu makan dan kebiasaan makan buruk lainnya sepanjang hari.

Untuk membuktikannya, tim peneliti asal Tel Aviv University melakukan penelitian mendalam selama 32 minggu terhadap orang-orang yang menderita obesitas klinis. Hasil studf menemukan bahwa mereka yang memasukkan cokelat (cake, cookies, atau batangan) sebagai bagian dari menu sarapan 600 kalori rata-rata memangkas 18 kilogram lebih banyak daripada mereka yang mengonsumsi sarapan rendah karbohidrat dalam porsi lebih kecil, 300 kalori — walapun kedua grup ini mengonsumsi total kalori harian yang sama (1,600 untuk lelaki; 1,400 untuk perempuan).

Menariknya lagi, menu makan pagi lengkap, termasuk protein, karbohidrat, dan cokelat, membantu Anda menurunkan berat badan dan mempertahankannya lebih lama. Tak hanya Anda memiliki sisa waktu yang lebih panjang untuk membakar kalori dari sarapan super mengenyangkan (dan memuaskan) ini, namun juga dapat menekan keinginan untuk ngemil camilan berkalori kosong sepanjang hari.

Angela Ginn, ahli diet terdaftar dari Academy of Nutrition and Dietetics, dilansir dari Self, mengiyakan hasil studi di atas dan lebih lanjut menjelaskan bahwa sebenarnya kunci utama dari diet sehat bukan menyengajakan melaparkan diri di pagi hari.

Sarapan adalah menu “buka puasa” setelah lama tertidur lelap semalam suntuk. Artinya, tubuh menjadi tidak aktid sepanjang malam sehingga makanan pertama di pagi hari adalah bahan bakar yang penting untuk membangkitkan kembali mesin yang mati.

Lanjut Ginn, agar Anda tidak menderita sugar crush, alias lonjakan energi singkat yang langsung membuat loyo, pastikan untuk menambahkan protein dan atau lemak sehat ke dalam piring makan Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI