Survei: 80% Orang Indonesia Pilih Belanja Nontunai

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Rabu, 30 Agustus 2017 | 10:42 WIB
Survei: 80% Orang Indonesia Pilih Belanja Nontunai
Ilustrasi belanja nontunai dengan kartu debet, kartu kredit atau e-money. (Shutterstock)

Suara.com - Perkembangan teknologi yang saat ini semakin maju, memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk melakukan berbagai hal, termasuk dalam bertransaksi.

Ini terbukti dari hasil survei yang dilakukan oleh perusahaan teknologi pembayaran global Visa berjudul Consumer Payment Attitudes Study 2016.

Menurut penelitian ini, 80 persen masyarakat Indonesia saat ini lebih suka menggunakan kartu pembayaran elektronik alias belanja nontunai dibandingkan dengan uang tunai. Bahkan Presiden Direktur PT. Visa Worldwide Indonesia, Harianto Gunawan menjelaskan, jumlah ini meningkat dari 69 persen pada 2015.

Penelitian tersebut, lanjut dia, juga menemukan bahwa saat ini 34 persen masyarakat Indonesia hanya membawa sedikit uang tunai dibandingkan dengan lima tahun lalu, karena 71 persen dari mereka lebih suka menggunakan kartu pembayaran dan 59 persen menganggap bahwa membawa uang tunai tak lagi aman.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa masalah keamanan merupakan salah satu penyebab masyarakat berpindah ke kartu pembayaran elektronik seperti kartu debit, kredit, ATM, dan uang elektronik. Responden lainnya lebih suka menggunakan metode nontunai sebab lebih mudah dan tidak ribet dibandingkan dengan menggunakan uang tunai," ungkap dia dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Tak hanya itu, lanjut Harianto, transaksi untuk kebutuhan traveling merupakan kebutuhan yang paling banyak menggunakan metode nontunai alias kartu pembayaran elektronik. Ini dikarenakan generasi milenial lebih senang untuk merancang perjalanan mereka sendiri.

Berbagai kebutuhan traveling, seperti memesan pesawat, hotel, kereta api, hingga rental mobil semuanya sudah berbasis online.

"Kecuali kalau mau beli tour paket, mungkin mereka akan mencari travel agent. Tapi zamannya sekarang sudah berubah karena kita lebih senang merancang semuanya sendiri," ungkap dia.

Selain itu survei juga menemukan bahwa 65 persen masyakarakat Indonesia mengaku pernah menggunakan on-demand services (layanan berbasis permintaan) yang disediakan oleh Gojek, Uber, dan Grab untuk memesan taksi, memesan tiket perjalanan, mengantarkan makanan, dan berbelanja.

"Konsumen saat ini juga tidak suka berlama-lama mengantre di kasir, mereka lebih suka berbelanja dari rumah menggunakan aplikasi mobile dan barangnya diantarkan langsung ke rumah. Mereka lebih memilih untuk memesan hotel secara online melalui smartphone," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Alasan Mengapa Kartu Pembayaran Lebih Aman Dibanding Uang Tunai

6 Alasan Mengapa Kartu Pembayaran Lebih Aman Dibanding Uang Tunai

Bisnis | Selasa, 20 Juni 2017 | 13:59 WIB

Terkini

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah NIK KTP Bisa untuk Judol? Perhatikan 10 Hal Penting Ini

Apakah NIK KTP Bisa untuk Judol? Perhatikan 10 Hal Penting Ini

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

Euforia Haji Isam Masuk BYAN, Moodys Malah Pasang Outlook Negatif

Euforia Haji Isam Masuk BYAN, Moodys Malah Pasang Outlook Negatif

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

Bulog Optimalkan 2 Jurus Penugasan Pemerintah untuk Kendalikan Harga Beras

Bulog Optimalkan 2 Jurus Penugasan Pemerintah untuk Kendalikan Harga Beras

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

8 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju yang Lupa Dijemur Setelah Dicuci

8 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju yang Lupa Dijemur Setelah Dicuci

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:05 WIB

Penuh Haru! 10 Kru Selamat KM Virgo Transport 8 Akhirnya Pulang ke Garut

Penuh Haru! 10 Kru Selamat KM Virgo Transport 8 Akhirnya Pulang ke Garut

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 11:02 WIB

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:00 WIB

Drama A Bloody Lucky Day, Mimpi Buruk Sopir Taksi dan Penumpang Terakhir

Drama A Bloody Lucky Day, Mimpi Buruk Sopir Taksi dan Penumpang Terakhir

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 11:00 WIB

Kemarau Panjang Mengintai, Industri Semen Pangkas Pengambilan Air 45 Persen

Kemarau Panjang Mengintai, Industri Semen Pangkas Pengambilan Air 45 Persen

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:58 WIB

Karhutla Indonesia Tembus 202 Ribu Hektare, Ilmuwan Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Pemicu

Karhutla Indonesia Tembus 202 Ribu Hektare, Ilmuwan Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Pemicu

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:55 WIB

×