Yuk Kenali Batik Maos, Tersirat "Rahasia" di Balik Motifnya

Dythia Novianty, Risna Halidi

Minggu, 01 Oktober 2017 | 21:00 WIB
Yuk Kenali Batik Maos, Tersirat "Rahasia" di Balik Motifnya
Matik Maos asal Cilacap. [Suara.com/Risna Halidi]

Suara.com - Indonesia dikenal sebagai "rumah" bagi ribuan motif batik. Setiap daerah memiliki ciri khas dan historis tersendiri. Tak terkecuali sebuah kabupaten kecil, Cilacap.

Batik Maos khas Cilacap dipercaya sudah ada sejak 1918 atau pada masa kejayaan Pangeran Diponegoro. Meski sempat jaya dan dijadikan bahasa sandi pada masanya, batik Maos perlahan mati ditelan waktu.

Hingga akhirnya, seorang perempuan bernama Euis Rohani mulai menekuni motif batik Maos sejak 10 tahun lalu.

"Batik Maos itu kalau menurut sejarah kami, itu sudah ada dari tahun 18-an. Jadi sekitar abad 18 pada saat Pangeran Diponegoro," cerita Euis lewat sambungan telepon dalam acara BNI Pesta Batik Indonesia, di Sarinah, Jakarta, (1/10/2017).

Euis bercerita, dulu motif batik Maos dipakai untuk "berkomunikasi" melalui sandi-sandi ketika Cilacap berada dalam ancaman perang. Dikatakan, Laskar Pangeran Diponegoro biasa menginterpretasikan pesan lewat batik supaya tidak ketahuan kelompok lawan.

"Kita ada motif namanya Cebong Punggul, arti filosofi motif itu sebenarnya adalah sandi bahwa Laskar Pangerang Diponegoro itu ada, siap di situ untuk berperang," kisah perempuan berusia 42 tahun tersebut.

Ada lagi, kata Euis, motif Buntal Gabahan yang menggambarkan daerah Maos yang subur. Meski begitu, motif ini menggambarkan jika daerah subur penuh sawah itu memiliki ranjau-ranjau yang tertanam di bawahnya.

"Ada lagi Ladrang Manis. Di sini kan ada tradisi bikin kue ladrang setiap tanggal 10. Tapi untuk sandi perangnya itu mengatakan bahwa persediaan logistik aman untuk para laskar," ujarya.

Meski sarat sejarah, Euis mengaku, jika banyak motif batik Maos yang punah dan bahkan terancam punah. Total, menurut Euis, ada sekitar 1.800 motif batik Maos, namun hanya sedikit yang terdokumentasi dan bisa diselamatkan.

baca juga

"Itupun sekitar kurang lebih 10 tahun ini lah Saya mencoba menggali terus budaya Maos mencari benang merah Maos itu ke mana. Sampai Saya pernah bertanya dengan Pak Iwan Tirta, supaya akar batik di situ jelas," tambahnya.

"Itu lah, karena keterbatasan mungkin karena dokumentasi, kurangnya regenerasi, jadi batik Maos ini sempat mati. Tapi kita hidupkan kembali 10 tahun yang lalu sampai sekarang," pungkas Euis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekspor Batik Tahun Ini Capai 39,4 Juta Dollar AS

Ekspor Batik Tahun Ini Capai 39,4 Juta Dollar AS

Bisnis | Minggu, 01 Oktober 2017 | 13:08 WIB

Batik Chic Merambah Italia

Batik Chic Merambah Italia

Lifestyle | Kamis, 28 September 2017 | 08:17 WIB

Video Vicky Shu Menangis saat Izin Nikah ke Ibunda

Video Vicky Shu Menangis saat Izin Nikah ke Ibunda

Entertainment | Senin, 11 September 2017 | 13:07 WIB

Puspa, Cara 4 Lini Busana Ini Sebar Nasionalisme

Puspa, Cara 4 Lini Busana Ini Sebar Nasionalisme

Lifestyle | Selasa, 15 Agustus 2017 | 19:10 WIB

Serunya "Toejoeh Belasan" di Pasar Tiban Anne Avantie

Serunya "Toejoeh Belasan" di Pasar Tiban Anne Avantie

Lifestyle | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 09:00 WIB

Keren! Membatik Pakai  Biji Asam Hasilkan Lukisan Tokoh Perempuan

Keren! Membatik Pakai Biji Asam Hasilkan Lukisan Tokoh Perempuan

Video | Selasa, 08 Agustus 2017 | 16:29 WIB

Terkini

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×