Oscar Lawalata Ajak Anak Muda Jadi Seniman Batik

Chaerunnisa, Risna Halidi

Senin, 30 Oktober 2017 | 11:13 WIB
Oscar Lawalata Ajak Anak Muda Jadi Seniman Batik
Oscar Lawalata membawa batik mendunia lewat

Suara.com - Batik merupakan proses, bukan motif. Begitu seperti yang diungkapkan salah seorang desainer kenamaan Tanah Air, Oscar Septianus Lawalata.

Lelaki yang akrab disapa Oscar Lawalata itu tampak semakin fokus mengembangkan, dan mengenalkan batik di kancah internasional.

Bahkan, Oscar tidak lama lagi akan membuat agenda bertajuk 'Batik For The World' di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Perancis, Juni 2018 mendatang.

Sebelum sampai ke sana, desainer berusia 40 tahun itu membina puluhan perajin batik yang tingal di berbagai desa di Pulau Jawa. Tujuannya, mengangkat derajat batik tradisional sekaligus melakukan pemberdayaan ekonomi pada perajin batik yang mayoritas sudah berusia sepuh.

Selama berpetualang mencari perajin, Oscar mengaku banyak melihat anak muda yang tinggal atau berasal dari keluarga perajin batik memilih menjalani profesi lain, dan memandang profesi sebagai perajin batik merupakan hal yang kuno.

"Anak muda sekarang lebih memilih profesi lain seperti menjadi sales promosi girl (SPG), dan memandang profesi sebagai pembatik dan penenun itu kuno. Harus lebih ada pendekatan, salah satunya dengan (memperkenalkan) fesyen," kata Oscar.

Dengan pendekatan fesyen, kakak kandung Mario Lawalata itu menilai, akan lebih banyak pemuda daerah yang kembali mengagumi batik sebagai identitas bangsa. Oscar bahkan tak segan mengatakan mereka, anak-anak para perajin batik beruntung karena dikelilingi orang kreatif dan tak jarang memiliki kemampuan yang sama, yaitu membatik.

"Kalau sudah begitu, nanti mereka lebih semangat. Saya selalu bilang kepada mereka, saya saja yang desainer tidak bisa membatik, tapi kalian bisa. Saya juga mengatakan bahwa mereka bukan buruh kain, tapi seorang seniman. Motivasi itu mulai ditularkan agar mereka merasa bangga dengan profesi mereka," ungkapnya.

Meski begitu, Oscar mengaku, beberapa kendala yang membuat anak muda enggan mengikuti karier leluhurnya jadi pengrajin batik. Salah satunya, karena mereka tinggal jauh dari pusat fesyen dan hanya beberapa kali 'terpapar' pameran fesyen.

baca juga

Dia juga melihat beberapa perajin lama masih kesulitan melakukan padu padan warna atau sedikit melakukan perubahan mengikuti pasar.

"Kalau diminta berubah, mereka seperti berpikir apakah hasil karyanya akan laku. Itu menjadi ketakutan utama mereka ketika diminta sedikit berubah," jelasnya.

Berubah, bukan berarti beralih metode dari tulis tangan atau cap ke metode printing. Melainkan, lebih kepada padu padan warna serta motif yang lebih disesuaikan agar bisa dipakai anak muda.

"Memang tantangannya bagaimana kekhasan dari motif batik di daerah itu ada pembaharuan agar anak muda tetap mau memakai batik khas entah mengubah warna atau motif lebih sederhana," imbuhnya.

Saat situasi seperti ini, Oscar menganggap apa yang terjadi di dunia batik perlu melakukan sedikit penyesuaian untuk kebutuhan pasar. Meski begitu, Oscar juga ingin ada orang-orang yang mau mempertahankan kerumitan proses pembuatan batik yang otentik.

Ketika ditanya mengenai eksistensi batik printing, Oscar mengakui perlu adanya edukasi di masyarakat bahwa batik yang dibuat proses printing berbeda dengan batik yang dibuat lewat metode tulis atau cap.

"Karena sekali lagi, batik merupakan proses, bukan motif," imbuhnya.

Lalu, apakah Oscar menganggap batik printing telah menjadi acamanan bagi para perajin batik?

"Iya, bisa dibilang begitu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Oscar Lawalata Bawa Batik Mendunia

Cara Oscar Lawalata Bawa Batik Mendunia

Lifestyle | Rabu, 25 Oktober 2017 | 18:50 WIB

Bangga Pakai Batik, Bentuk Dukungan Lawalata Bersaudara

Bangga Pakai Batik, Bentuk Dukungan Lawalata Bersaudara

Lifestyle | Rabu, 25 Oktober 2017 | 17:59 WIB

Dian Pelangi Terus Membawa Budaya Indonesia ke Mancanegara

Dian Pelangi Terus Membawa Budaya Indonesia ke Mancanegara

Lifestyle | Senin, 23 Oktober 2017 | 13:32 WIB

Susi Pudjiastuti, Menteri yang Tak Lulus SMP tapi Gemar Membaca

Susi Pudjiastuti, Menteri yang Tak Lulus SMP tapi Gemar Membaca

Lifestyle | Senin, 16 Oktober 2017 | 10:31 WIB

Atlet Perempuan Ini Buktikan Hijab Tak Halangi Dirinya Sabet Emas

Atlet Perempuan Ini Buktikan Hijab Tak Halangi Dirinya Sabet Emas

Lifestyle | Senin, 02 Oktober 2017 | 08:44 WIB

Talita Setyadi dan Misi Membawa Pastry Indonesia Mendunia

Talita Setyadi dan Misi Membawa Pastry Indonesia Mendunia

Lifestyle | Senin, 18 September 2017 | 07:00 WIB

Togu, Sarjana IT yang Sukses "Meracik" Kopi

Togu, Sarjana IT yang Sukses "Meracik" Kopi

Lifestyle | Senin, 18 September 2017 | 09:15 WIB

Nafas Asia di Tangan Oscar Lawalata

Nafas Asia di Tangan Oscar Lawalata

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2015 | 11:30 WIB

"The Ceremony of Java" dari Oscar Lawalata

"The Ceremony of Java" dari Oscar Lawalata

Lifestyle | Rabu, 05 November 2014 | 07:56 WIB

Oscar Lawalata Rancang Kostum Peserta NBL Indonesia

Oscar Lawalata Rancang Kostum Peserta NBL Indonesia

News | Selasa, 16 September 2014 | 07:03 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×