Lulu Lutfi Labibi Menduniakan Lurik

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Senin, 06 November 2017 | 09:32 WIB
Lulu Lutfi Labibi  Menduniakan Lurik
Desainer Lulu Lutfi Labibi di Jakarta Fashion Week (JFW) 2018. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Beberapa tahun lalu, lurik, kain bermotif garis yang dibuat dengan proses penenunan secara tradisional, mungkin belumlah sepopuler saat ini.

Kain khas tanah Jawa ini kerap digunakan sebagai pakaian sehari-hari masyarakatnya, mulai dari kemben, kebaya, hingga gendongan.

Namun pada 2011, melalui tangan seorang desainer Lulu Lutfi Labibi, lurik seakan 'naik kelas' dan bertransformasi menjadi busana yang modern dan kasual.

"Lurik punya banyak keistimewaan. Motifnya yang menggambarkan kesederhanaan, membuat orang melihat lurik sangat membumi. Lurik juga dipakai siapapun, mulai dari Keraton sampai supir andong. Dalam artian seperti tidak memilah-milih siapa yang mau memakainya," ungkapnya kepada suara.com, beberapa waktu lalu.

Saat itulah, desainer yang mengawali kariernya sejak 2005 ini juga mengenalkan gaya drapping atau lipatan sebagai ciri khas dalam karya-karyanya. Lulu memainkan desainnya dengan tali, kain tersebut dililit, diikat dan ditumpuk menjadi tampilan yang unik.

Lelaki kelahiran Banyumas, Jawa Tengah ini mengatakan, gaya drapping sengaja dipilih agar setiap orang yang memakai koleksinya bisa mengkreasikan sendiri busana yang sesuai keinginan dan karakter mereka.

"Aku berharap, si pemakai baju Lulu tidak didikte dengan tren. Aku makanya kasih banyak pilihan. Misalnya ini outer-nya, ini bawahannya. Karena apa? Karena aku ngerasa kalian harus pakai sesuai dengan karakter. Jangan didikte oleh tren, jangan didikte oleh orang-orang yang sudah pake sebelumnya," tambah dia lagi.

Tak heran, jika di tahun tersebut, desainer lulusan Institut Seni Indonesia, Yogyakarta tersebut memenangkan juara pertama Lomba Perancang Mode (LPM). Dengan usaha dan semangat, Lulu akhirnya berhasil memadukan batik kontemporer, lurik Yogyakarta hingga sarung goyor Klaten pada rancangannya.

Ia pun berkesempatan mendapatkan beasiswa selama tiga bulan untuk belajar di The Fashion Institute of Design & Merchandising, Los Angeles, Amerika Serikat. Melalui proses inilah, kini Lulu dan kain lurik seakan menjadi dua hal yang tak terpisahkan.

Dalam menciptakan kain-kain lurik, yang sesuai dengan kebutuhan rancangannya, saat ini Lulu bekerja sama dengan para pengrajin yang tersebar di beberapa daerah di Klaten, Jawa Tengah. Hingga saat ini, kata dia, jumlahnya mencapai 80an pengrajin.

Sayangnya, kata Lulu, semakin hari, para pengrajin lurik semakin sedikit dan masih didominasi oleh lanjut usia (lansia). Hal ini menimbulkan keprihatinan sendiri bagi Lulu.

"Aku ngerasa semakin ke sini, pengrajin lurik yang ATBM semakin sedikit. Kayanya kalau kita nggak pakai karya mereka, 2-3 tahun ke depan bisa jadi udah punah. Karena bayangin sekarang yang nenun tuh udah tua-tua banget. Usianya 70, 80 bahkan ada yang 85 tahun," jelasnya panjang lebar.

Selain terus memberikan lapangan pekerjaan bagi pengrajin, dengan menggunakan kain-kain lurik tersebut untuk rancangannya, Lulu juga kerap berkolaborasi dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membantu proses regenerasi pada pengrajin.

Salah satunya seperti yang dilakukan bersama SMKN 2 Gedangsari, di mana Lulu berbagi pengetahuan tentang lurik dan mengembangkan banyak motif batik ciri khas Gedangsari.

"Setelah di kroscek ya, memang sih upah untuk pengrajin sangat kecil. Ada banyak rantai yang sebenarnya harus diperbaiki, di mana harusnya dari pihak pengrajin sendiri, mereka bisa menjual dengan harga yang sepantasnya. Itu sih harus dibenerin ya," tambah dia.

Meski namanya sudah melambung hingga ke mancanegara, desainer yang menetap di Yogyakarta ini tetaplah menjadi sosok yang rendah hati. Menurutnya karier go international bukanlah tujuan utama.

"Go international tuh bukan goal ya sebenernya. Tapi lebih ke bagaimana pada akhirnya aku mengenalkan busana Indonesia keluar, menurut aku sih itu lebih bijaksana. Artinya, ketika mereka menjadi tahu bahwa lurik dan batik itu dikerjakan sedemikian susah dan lamanya dan mereka mengamini, itulah tujuanku," tutup dia penuh harap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Oscar Lawalata Ajak Anak Muda Jadi Seniman Batik

Oscar Lawalata Ajak Anak Muda Jadi Seniman Batik

Lifestyle | Senin, 30 Oktober 2017 | 11:13 WIB

Johny Raha, Pemilik Kedai Kopi Uncle John

Johny Raha, Pemilik Kedai Kopi Uncle John

Bisnis | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 20:37 WIB

Dian Pelangi Terus Membawa Budaya Indonesia ke Mancanegara

Dian Pelangi Terus Membawa Budaya Indonesia ke Mancanegara

Lifestyle | Senin, 23 Oktober 2017 | 13:32 WIB

Terkini

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Health | Sabtu, 19 September 2026 | 01:44 WIB

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes, Beckham, dan Eliano Dicoret!

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes, Beckham, dan Eliano Dicoret!

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 00:08 WIB

Tuntas di Asia, Timnas Minifootball Indonesia Langsung Bidik Piala Dunia 2027

Tuntas di Asia, Timnas Minifootball Indonesia Langsung Bidik Piala Dunia 2027

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 23:57 WIB

Gedung BPN Cibinong Digeruduk KPK, Koper Dokumen Diangkut Dikawal Polisi Senjata Lengkap

Gedung BPN Cibinong Digeruduk KPK, Koper Dokumen Diangkut Dikawal Polisi Senjata Lengkap

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 23:51 WIB

AQUA Elektronik Resmikan Brand Shop Baru di Cibinong

AQUA Elektronik Resmikan Brand Shop Baru di Cibinong

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 23:25 WIB

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:48 WIB

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:28 WIB

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:20 WIB

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

×