Rilis Kalender Perempuan Bikini, VietJet Tuai Kritikan Pedas

Ririn Indriani, Risna Halidi

Rabu, 03 Januari 2018 | 20:17 WIB
Rilis Kalender Perempuan Bikini, VietJet Tuai Kritikan Pedas
Inilah kalendar 2018 yang diluncurkan maskapai penerbangan Vietnam, VietJet Ait. (FotoL VietJet)

Suara.com - Maskapai penerbangan Vietnam, VietJet, kembali membuat kontroversi dengan menerbitkan kalender yang menampilkan model berpakaian minim. Menurut pihak VietJet, manuver tersebut merupakan bagian dari teknik pemasaran.

Sementara itu, kritikus menilai apa yang dilakukan VietJet malah membuat citra staf maskapai semakin rendah. Terlebih saat ini, muncul perdebatan di kalangan pelaku industri penerbangan global mengenai maraknya kasus pelecehan seksual, baik terhadap pelanggan maupun staf penerbangan.

"Kami tidak kecewa ketika masyarakat mengasosiasikan kami dengan bikini. Jika hal tersebut dapat membuat orang senang, maka kami akan senang," kata Managing Director VietJet Aviation, Luu Duc Khanh, dalam sebuah surat elektronik kepada Reuters.

Pemilik VietJet, Nguyen Thi Phuong Thao, merupakan perempuan Vietnam pertama dari segelintir perempuan di dunia yang berkecimpung dalam industri penerbangan besar secara global. Meski tidak bisa dimintai keterangan langsung, Luu mengatakan bahwa Phuong Thao merasa semua orang memiliki hak untuk menggunakan pakaian apapun yang mereka mau.

"Orang-orang memiliki hak untuk mengenakan apapun yang mereka suka, entah bikini atau pakaian tradisional," kata Luu lagi.

Kalender 2018 yang diterbitkan maskapai VietJet telah menjadi sensasi dunia maya sejak akhir 2017. Bahkan video pemotretan yang diunggah di akun YouTube telah disaksikan oleh lebih dari 900 ribu kali. Salah satu penonton video, Van Nhi mengatakan bahwa maskapai VietJet menciptakan skandal untuk mendapatkan perhatian.

Bukan hanya dari kalangan masyarakat umum, kritik juga datang dari pramugari senior di Amerika Serikat, Heather Poole. Katanya, VietJet membawa budaya busuk 50 tahun lalu dimana perilaku hiper-seksual banyak mengorbankan perempuan hanya untuk mendapatkan beberapa dollar dari berjualan kalender.

"Perempuan harus bekerja keras untuk dianggap serius. Dan dalam kasus ini, perempuan bertanggungjawab untuk membawa kembali kita ke masa di mana perempuan menawarkan, kopi, teh, atau aku?", kata Poole.

Meski begitu, pihak VietJet mengatakan bahwa awak maskapainya telah dilatih untuk menangani situasi pelecehan seksual. Mereka juga mengatakan bahwa hasil penjualan kalender kontroversiual tersebut akan digunakan untuk kepentingan amal. (Asiaone)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia Tiga Maskapai Penerbangan yang Ramah Anak

Ini Dia Tiga Maskapai Penerbangan yang Ramah Anak

Lifestyle | Selasa, 26 Desember 2017 | 08:00 WIB

YLKI Desak Pemerintah Beri Teguran Keras pada Garuda Indonesia

YLKI Desak Pemerintah Beri Teguran Keras pada Garuda Indonesia

News | Sabtu, 02 Desember 2017 | 10:08 WIB

Pramugari Ini Ungkap Rahasia Tersembunyi dari Pekerjaannya

Pramugari Ini Ungkap Rahasia Tersembunyi dari Pekerjaannya

Lifestyle | Rabu, 27 September 2017 | 07:51 WIB

Terkini

Tokoh Salafi Yaman Ancam Kelompok Houthi: Jangan Berani Bergerak ke Selatan

Tokoh Salafi Yaman Ancam Kelompok Houthi: Jangan Berani Bergerak ke Selatan

News | Senin, 21 September 2026 | 10:05 WIB

6 Tips Memilih Sepatu Recovery Run agar Kaki Tetap Nyaman setelah Lari Berat

6 Tips Memilih Sepatu Recovery Run agar Kaki Tetap Nyaman setelah Lari Berat

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 10:02 WIB

Cushion Korea yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan yang Tahan Lama dan Bikin Glowing

Cushion Korea yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan yang Tahan Lama dan Bikin Glowing

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 10:01 WIB

Bansos Bukan Barang Gratis: Ada Amanah yang Harus Dijaga

Bansos Bukan Barang Gratis: Ada Amanah yang Harus Dijaga

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 10:00 WIB

Gara-gara Gadget, Budaya Baca Terancam? Ini Peringatan Tegas Wakil Ketua DPRD Jateng

Gara-gara Gadget, Budaya Baca Terancam? Ini Peringatan Tegas Wakil Ketua DPRD Jateng

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 09:51 WIB

Nusron Wahid Jadi 'Gelandangan Politik' saat Diterpa Badai Korupsi?

Nusron Wahid Jadi 'Gelandangan Politik' saat Diterpa Badai Korupsi?

News | Senin, 21 September 2026 | 09:50 WIB

GPU dan Motherboard AMD Bakal Naik Harga, Apakah Ryzen Ikut Terdampak?

GPU dan Motherboard AMD Bakal Naik Harga, Apakah Ryzen Ikut Terdampak?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 09:50 WIB

Pertamina Mandalika Racing Series Dorong Ekosistem Motorsport Indonesia Tembus Panggung Dunia

Pertamina Mandalika Racing Series Dorong Ekosistem Motorsport Indonesia Tembus Panggung Dunia

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:47 WIB

Barang Mewah Tak Lagi Sekadar Gaya Hidup, Kini Bisa Jadi Aset yang Lebih Fleksibel

Barang Mewah Tak Lagi Sekadar Gaya Hidup, Kini Bisa Jadi Aset yang Lebih Fleksibel

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:44 WIB

Jejak Kontroversi Jule sebelum Terseret Kasus Narkoba: Perselingkuhan hingga Lepas Hijab

Jejak Kontroversi Jule sebelum Terseret Kasus Narkoba: Perselingkuhan hingga Lepas Hijab

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:44 WIB

×