Banyak Perempuan Butuh Cokelat Saat Haid, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 | 15:29 WIB
Banyak Perempuan Butuh Cokelat Saat Haid, Ini Alasannya
Ilustrasi perempuan sedang haid, PMS. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap perempuan biasanya tahu jika waktu menstruasi segera tiba dari tanda-tanda yang mereka rasakan. Mulai dari kram perut, berjerawat, payudara nyeri dan perubahan suasana hati.

Inilah yang membuat banyak perempuan menginginkan makanan manis untuk mengalihkan perhatian dari kesengsaraan PMS. Salah satunya adalah cokelat.

Tapi, pernahkah Anda menyadari mengapa kita selalu menginginkan coklat pada masa menstruasi kita? Menjawab hal ini, Melanie McGrice, ahli diet terakreditasi dari Australia, menerbitkan sebuah postingan blog yang menjelaskan berbagai cara yang telah para peneliti lakukan untuk mencoba mengetahui teka-teki cokelat ini.

Banyak orang percaya bahwa itu semua ada karena ketidakseimbangan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi. Seiring tingkat progesteron dan estrogen Anda menurun pada awal menstruasi, ini menyebabkan Anda menjadi lebih lapar.

Tingkat serotonin Anda juga menurun, sementara pada saat bersamaan tingkat kortisol Anda terus meningkat. Pengurangan hormon perasaan baik Anda yang dipasangkan dengan peningkatan hormon stres, membuat Anda menginginkan makanan manis. Sehingga Anda bisa meningkatkan kadar serotonin sekali lagi dan menghibur diri sendiri.

Meskipun banyak orang yakin oleh teori ini, McGrice mengaku bahwa tidak ada bukti pasti bahwa ketidakseimbangan hormon benar-benar berperan dalam mempengaruhi keinginan Anda terhadap makanan saat menstruasi.

Dengan pemikiran tersebut, para peneliti memutuskan untuk menyelidiki alasan psikologis yang kemungkinan ada di balik kebutuhan bulanan Anda akan cokelat.

McGrice mengutip sebuah penelitian tahun 2004, yang membandingkan keinginan perempuan Spanyol dan Amerika terhadap coklat. Banyak perempuan Amerika secara khusus memilih siklus haid mereka sebagai waktu yang paling mungkin untuk mereka mengemil cokelat.

Di sisi lain, sejumlah perempuan Spanyol mengatakan bahwa mereka sangat menginginkan cokelat saat makan malam atau saat bekerja, dibandingkan dengan waktu menstruasi. Inilah sebabnya mengapa orang sekarang telah dituntun untuk percaya bahwa hasrat cokelat disebabkan oleh isyarat yang telah kita ajarkan pada diri kita sendiri.

Baca Juga: Pelesiran ke London, Inilah Waktu yang Terbaik, Mengapa?

Banyak perempuan mengasosiasikan menstruasi dengan memakan cokelat. Itu sebabnya mereka sekarang secara otomatis mendambakannya sebelum atau selama siklus menstruasi.

"Setelah meninjau penelitian saat ini, saya percaya bahwa keinginan cokelat sebelum menstruasi kita adalah campuran antara pengkondisian fisiologi, psikologi dan budaya," McGrice menyimpulkan.

Perubahan hormonal kita selama hari-hari menjelang siklus menstruasi, kata dia membuat kita merasa stres dan lelah, yang akan coba kita lenyapkan dengan menikmati makanan favorit kita.

"Ini akhirnya menciptakan siklus dimana kita mendambakan makanan tinggi lemak dan gula saat kita mendapatkan menstruasi setiap bulan," tutup dia. [Independent]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI