Mencicipi Tiga Makanan Halal Legendaris di Gang Gloria, Glodok

Ririn Indriani, Risna Halidi

Jum'at, 16 Februari 2018 | 11:51 WIB
Mencicipi Tiga Makanan Halal Legendaris di Gang Gloria, Glodok
Mie Kangkung Si Jangkung di Gang Gloria, Jakarta Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Kawasan Pecinan Glodok memang tak ada matinya, pedagang aneka rupa berjejer kiri dan kanan sambil sesekali harus memberi ruang pada pejalan kaki yang sibuk lalu-lalang.

Mereka yang tak mengerti seni berbelanja di gang-gang sempit mungkin bertanya-tanya, apa sih nikmatnya belanja sambil dempet-dempetan?

Tapi percayalah, Glodok, tepatnya di Pasar Petak Sembilan hingga Jalan Pancoran, itu berbeda.

Akiong, pemilik Kari Ayam Kari Lam yang sudah ada sejak 1973 di Gang Gloria, Jakarta Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Lebih dari sekadar gang-gang sempit tempat orang berniaga, di sana ada tradisi, budaya bahkan cita rasa kuliner masyarakat keturunan Tionghoa yang masih terjaga.

Ya, kawasan Glodok memang merupakan surga kuliner di Jakarta. Sayangnya nih, tak semua orang bisa menikmati kuliner di sana, karena mayoritas menggunakan daging babi.

Namun kalau Anda mau bersusah-susah sedikit, coba masuk ke Gang Gloria di Jalan Pancoran, Glodok. Masuk terus sampai ke ujung, Anda akan menemukan satu pujasera dengan konsep terbuka yang cukup sederhana.

Di sana, ada sekitar sembilan sampai belasan penjaja makanan aneka rupa. Tak semua halal, tapi tiga makanan ini tentu saja halal.

Ketiga makanan halal nan lezat itu adalah Kari Ayam Kari Lam, Mie Kangkung Si Jangkung, dan Cakwe Medan Gang Gloria. Mari kita mulai bercerita tentang rasanya satu-persatu.

baca juga

1. Kari Ayam Kari Lam
Kari Lam sudah ada sejak 1973 di Gang Gloria, Jakarta. Sang pemilik, Akiong, adalah orang yang memasak sekaligus melayani pelangganan.

Akiong sudah cukup sepuh, tapi gerakan tangannya saat meracik Kari Lam seperti sebuah tarian berulang-ulang yang sudah ia hafal bahkan jika dilakukan sambil memejamkan mata.

Rasa Kari Lam sangat istimewa karena racikan kuah santan khas keluarga Cina - Medan, yang di sebut mlekoh. Betul saja, rasanya ringan, tidak medok atau bikin enek.

Kari Ayam Kari Lam sudah ada sejak 1973 di Gang Gloria, Jakarta Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Asyiknya lagi, Akiong cukup dermawan dengan memberikan suwiran daging ayam yang dipotong besar-besar. Pengunjung juga dapat memilih tambah nasi atau hanya menggunakan bihun.

Tapi karena porsinya cukup besar, 'PR' juga kalau harus dimakan dengan nasi.

Sudah tiga dekade lebih berdiri, cita rasa Kari Lam, katanya, tidak pernah berubah. Itu terbukti dari kembalinya para pelanggan lama yang tak lain dan tak bukan dulunya warga Glodok dan kemudian pindah ke tempat lain.

Semangkuk kari ayam dijual dengan harga Rp42 ribu. Selain ayam, Akiong juga menjual kari sapi dengan harga semangkuk Rp47 ribu.

"Harga pada (tahun) 2000-an memang melonjak tajam. Padahal dulu sebelum krisis moneter harganya tak sampai Rp2.000," kata Akiong.

Namun dengan harga tersebut, Anda bisa mencicipi kuah kari yang legendaris dan halal. Sepadan, kan!

2. Mie Kangkung Si Jangkung
Geser sedikit ke arah kanan dari kedai Kari Lam, ada Mie Kangkung Si Jangkung yang sama legendarisnya. Bahkan selidik punya selidik, ini adalah salah satu makanan favorit Presiden Soeharto dulu.

Itu terungkap dari mulut salah satu pekerja di kedai Mie Kangkung Si Jangkung lho. Empat komponen utama dari mie kangkung ini adalah mie, kangkung, suwiran ayam, dan kuahnya.

Mie Kangkung Si Jangkung di Gang Gloria, Jakarta Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Mie dari mie kangkung dibuat secara pribadi dan itu salah satu letak keistimewaannya. Sementara kangkung, ya sama seperti kangkung-kangkung lain yang hijau dan bergizi.

Untuk suwiran ayam, ini juga tak kalah istimewa. Suwiran ayam di sini benar-benar ayam dan bukan potongan-potongan tulang ayam.

Untuk kuah, rasanya manis dan kental karena ada tambahan sagu. Mie Kangkung Si Jangkung ini ya, pokoknya enak banget.

Mie Kangkung Si Jangkung dipatok dengan harga Rp30 ribu per porsi.

3. Cakwe Gang Gloria
Ini makanan penutup yang pas. Letak kedainya di antara kedai Kari Lam dan kedai Mie Kangkung Si Jangkung.

Kedai ini menjual cakwe dan kue bantal yang disajikan dalam kondisi sudah dipotong-potong.

Cakwe Gang Gloria, Glodok, Jakarta Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Bukan dengan saus berwarna merah muda, cakwe ini disajikan dengan saus berwarna bening yang asam. Harganya? cukup rogoh kocek Rp3.500 saja.

Itulah tiga makanan halal yang legendaris di Gang Gloria, Glodok, Jakarta Barat yang bisa Anda cicipi bersama keluarga, saudara atau teman-teman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kuliner Kaki Lima Legendaris di Pecinan Glodok dan Petak Sembilan

Kuliner Kaki Lima Legendaris di Pecinan Glodok dan Petak Sembilan

Lifestyle | Selasa, 13 Februari 2018 | 10:16 WIB

Seeng Nini Menyuguhkan Rasa Sunda yang Otentik

Seeng Nini Menyuguhkan Rasa Sunda yang Otentik

Lifestyle | Jum'at, 19 Januari 2018 | 08:59 WIB

Cicipi Gurihnya Ayam Geprek Mozzarella yang Lagi Hits di Sini!

Cicipi Gurihnya Ayam Geprek Mozzarella yang Lagi Hits di Sini!

Lifestyle | Selasa, 09 Januari 2018 | 16:04 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×