Sutopo, Korban Bully yang Jadi Tokoh Penting Bidang Kebencanaan

Ferry Noviandi, Risna Halidi

Senin, 05 Maret 2018 | 07:30 WIB
Sutopo, Korban Bully yang Jadi Tokoh Penting Bidang Kebencanaan
Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. (Risna Halidi/Suara.com)

Tak Asing dengan Cobaan

Sutopo tak memungkiri jika dirinya kerap bertanya-tanya dari mana asal penyakit kanker paru yang ia derita.

"Saya tidak merokok dan silsilah keluarga juga tidak ada. Saya bahkan termasuk orang dengan gaya hidup lumayan sehat," katanya kebingungan.

Di areal bencana, Sutopo memang mengaku beberapa kali terpapar asap kebakaran hutan yang dahsyat terutama pada 1997, 2013, 2014, dan 2015 di beberapa daerah di Indonesia.

"Saya tidak tahu apakah ini (penyakit kanker paru-paru) dari asap kebakaran. Kita tidak pernah tahu."

Tapi yang pasti, Sutopo adalah seorang perokok pasif yang kerap terjebak oleh kepulan asap baik saat di kantor BNPB terdahulu atau saat di area bencana. "Di lapangan (area bencana) saat rapat, pasti banyak yang merokok," katanya lagi.

Saat ini kanker paru merupakan masalah paling nyata yang harus Sutopo hadapi. Tapi ia mengenang bagaimana dirinya pernah beberapa kali jatuh namun berhasil bangkit dari keterpurukan.

Saat duduk di Sekolah Dasar, Sutopo adalah bocah kampung yang ia gambarkan sendiri sebagai anak yang 'bodoh, miskin dan dekil'.

Saking bodohnya, kata Sutopo, ia belum bisa membaca hingga kelas 2 SD dan pernah mendapat nilai 0 untuk pelajaran Bahasa Indonesia saat duduk di kelas 4 SD.

baca juga

"Saat itu ada tugas 'lawan kata'. Lawan kata 'besar', saya tulis 'tidak besar'. Lawan kata 'panjang', saya tulis 'tidak panjang'. Dan saya dapat nol besar," kenang lelaki asal Boyolali tersebut sambil tertawa.

Hidup miskin dan bodoh membuat Sutopo kerap jadi bahan ledekan teman-temannya. Sampai pada suatu hari, seorang guru memergoki Topo Kecil yang tengah menyapu halaman rumah.

Guru itu, Ibu Sri Suarti namanya, diakui Sutopo merupakan sosok paling berjasa membentuk karakternya sekarang.

"Saat itu beliau puji saya sebagai anak yang rajin karena mau membantu orangtua. Saat dipuji di kelas, rasanya enak. Dari situ saya mulai sering belajar."

Sutopo tak butuh waktu lama untuk bisa setara dengan bintang kelas lainnya. Ia menjadi langganan lima besar sejak kelas 5 SD hingga kemudian duduk di bangku SMA.

Itulah waktu di mana Sutopo yakin akan mendapat jalur undangan dan masuk Teknik Nuklir UGM dengan rapor yang ia miliki. Nahas, lagi-lagi  kenyataan tak sejalan dengan harapan.

Nilai rapor tiba-tiba tak jadi jaminan bagi siswa berprestasi mendapat free pass ke jurusan dan universitas negeri pilihan.

Dengan terpaksa, kata Sutopo, ia masuk ke Fakultas Geografi UGM dan belajar sesuatu yang tidak ia harapkan.

"Semester awal saya masih kufur. Tidak bersyukur dan kuliah semaunya. IP tidak pernah sampai tiga. Tujuan awal saya membahagiakan orangtua malah saya lupakan," kenang Sutopo lagi.

Masuk semester tiga, Sutopo kembali berusaha mengejar ketertinggalan. Ia menjadi giat belajar hingga berhasil lulus dengan gelar Cum Laude.

"Saat kelulusan, yang duduk di sebelah saya dapat gelar Summa Cum Laude. Dia dari Fakultas Hukum. Dia jadi yang terbaik di UGM saat itu. Namanya Retno, sekarang jadi istri saya," kata Sutopo penuh bangga.

Pada November 2012, Sutopo pernah hampir diberi gelar Profesor oleh LIPI. Tapi secara mendadak pemberian gelar tersebut dibatalkan dengan dalih Sutopo bukan sosok dari lembaga riset.

Padahal katanya, orangtua Sutopo telah membuat syukuran di kampung. Bahkan jas anak-anak Sutopo pun sudah rapi dijait, siap untuk dikenakan.

Pembatalan tersebut, tentu saja memberikan rasa kecewa. Tapi ayah Sutopo selalu berusaha membesarkan hatinya. "Kata ayah saya, orang hidup tidak selamanya lurus, lempeng. Ada kalanya bertemu jurang. Itu takdir yang harus diterima, hidup tidak usah terlalu ngoyo."

Nasihat tersebut, kata Sutopo, menjadi penguatnya saat itu dan sekarang ketika ia harus bergelut dengan penyakit kanker paru-paru.

Ikhtiar dan Terus Bekerja

Saat ini, Sutopo masih menjalani pengobatan penyakit kanker paru-paru yang ia derita sambil terus bekerja di BNPB.

Selain kemo dan radiasi, Sutopo pernah menjalani prosedur PET Scan atau Positron Emission Tomography untuk mengatasi sel kanker yang sudah menyebar serta metode Trans Arterial Chemk Infusion atau TACI di RSPAD.

Bahkan saat menjalani pengobatan, Sutopo masih menyempatkan waktu untuk bekerja dan memberitakan perihal kebencanaan.

Saat gempa menggoyang Pulau Jawa bagian Barat pada 23 Januari lalu misalnya, Sutopo tengah menjalani pengobatan di Malaysia.

Sambil sedikit kliyengan, ia menyempatkan waktu untuk membuat rilis dan dan disebarkan ke media.

Pun saat bencana longsor Brebes pada 22 Februari lalu, Sutopo masih menyempatkan waktu memberikan informasi terkait bencana longsor via telepon kepada media.

"Sambil nunggu di tempat tidur (RS), sambil live di TV dan radio. Ini jadi cara saya untuk tetap melayani masyarakat," tutup ayah dari dua anak tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:12 WIB

Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!

Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:40 WIB

Cek Fakta: Kabar Aty Kodong Meninggal Dunia, Foto Krisdayanti Pakai Baju Serba Hitam Dianggap jadi Bukti Kuat

Cek Fakta: Kabar Aty Kodong Meninggal Dunia, Foto Krisdayanti Pakai Baju Serba Hitam Dianggap jadi Bukti Kuat

Entertainment | Rabu, 11 Januari 2023 | 08:48 WIB

Kasus Gratifikasi Pengalihan IUP Rp 27 Miliar, Eks Kadis ESDM Tanah Bumbu Dituntut 5 Tahun Penjara

Kasus Gratifikasi Pengalihan IUP Rp 27 Miliar, Eks Kadis ESDM Tanah Bumbu Dituntut 5 Tahun Penjara

Bisnis | Senin, 06 Juni 2022 | 23:24 WIB

Terkini

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

×