Diet Berlebihan Bisa Bikin Perempuan Susah Hamil

Vania Rossa, Firsta Nodia

Rabu, 28 Maret 2018 | 08:41 WIB
Diet Berlebihan Bisa Bikin Perempuan Susah Hamil

Suara.com - Tak semua perempuan mendapat kemudahan untuk hamil begitu usai menikah. Ada banyak penyebabnya, dan salah satunya menurut Spesialis Andrologi dan Seksologi dari Siloam Hospitals TB Simatupang, Dr. Mira Krishtania, adalah ketidaksuburan.

"Gejala fisik ketidaksuburan adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah berhubungan intim tanpa proteksi. Pada lelaki biasanya disebabkan faktor gaya hidup tidak sehat dan produksi sperma tidak normal. Pada perempuan, meliputi kegagalan ovulasi akibat penyimpangan hormonal atau diet dan berolahraga berlebihan," ujar dr. Mira dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Selasa (28/3/2018).

Selain itu, pada perempuan, kerusakan tabung saluran indung telur, jaringan parut setelah operasi, dan endometriosis atau jaringan yang biasanya tumbuh di rahim lalu tertanam di bagian tubuh lain, merupakan faktor lainnya dalam menghambat proses kehamilan.

Oleh karena itu, salah satu program utama dalam memiliki keturunan adalah mempersiapkan janin yang sehat dan kuat dalam proses kehamilan. Selain asupan gizi yang baik, kondisi kesehatan calon ibu dan ayah harus terjaga sehingga pasangan suami-istri penting menjalani pemeriksaan kesehatan agar proses kehamilan berjalan baik.

Terutama lelaki, Mira mengingatkan untuk menjaga pola hidup sehat guna mencegah gangguan reproduksi yang dapat memengaruhi proses kehamilan pasangannya.

"Bagi perokok, segera berhenti merokok jika ingin memiliki anak dan jalankan pola hidup sehat. Sedangkan alternatif medis yang berpotensi membantu adalah teknologi tinggi pada metode bayi tabung," tambah dia.

Dr.dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K), MPH, staf Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, menambahkan bahwa program bayi tabung sendiri merupakan proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh ibu.

"Pembuahan dilakukan di dalam gelas atau tabung, lalu embrio kecil yang terbentuk dimasukkan ke rahim agar berkembang menjadi bayi," tambah dr Andon.

Kasus infertilitas sendiri, kata dr. Andon, cukup banyak di Indonesia maupun dunia. Data infertilitas di seluruh dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan laporan lainnya memperkirakan 8-12 persen dari jumlah total pasangan atau mencapai 60-80 juta pasangan belum dikaruniai anak.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Paparan Bahan Kimia Saat Hamil Bisa Hambat Perkembangan Otak Anak

Paparan Bahan Kimia Saat Hamil Bisa Hambat Perkembangan Otak Anak

Health | Selasa, 27 Maret 2018 | 17:15 WIB

Kekurangan Vitamin D Saat Hamil, Ini Risikonya pada Anak

Kekurangan Vitamin D Saat Hamil, Ini Risikonya pada Anak

Health | Kamis, 22 Maret 2018 | 20:36 WIB

Diet 5:2 Bagus Untuk Penderita Jantung?

Diet 5:2 Bagus Untuk Penderita Jantung?

Health | Rabu, 21 Maret 2018 | 12:09 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×