Kelainan Bawaan Down Syndrome Bisa Dideteksi Sejak Kandungan Lho

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Rabu, 28 Maret 2018 | 08:33 WIB
Kelainan Bawaan Down Syndrome Bisa Dideteksi Sejak Kandungan Lho
Ilustrasi memeriksa kandungan. [Shutterstock]

Suara.com - Tak ada orangtua yang berharap anaknya lahir dengan kondisi Down Syndrome, yakni kelainan bawaan akibat kelebihan kromosom. Meski demikian, orangtua bisa mendeteksi adanya kelainan ini lebih dini, seperti sejak dalam kandungan. Disampaikan Spesialis Anak Konsultan, Dr dr Johanes Edy Siswanto Sp A(K), deteksi dini kondisi down syndrome sejak dalam kandungan bisa dilakukan dengan pemeriksaan USG.

"Ketika dilihat di USG 4D seperti ada garis itu salah satu tanda adanya kelainan bawaan down syndrome. Jadi ketika lebih awal diketahui, maka saat lahir bisa langsung dilakukan penanganan," ujar dr Edy pada temu media Pekan Down Syndrome Day di RSAB Harapan Kita, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Dokter Edy menambahkan, anak yang terlahir dengan kondisi tersebut, umumnya memiliki ciri fisik tertentu, seperti floppiness (kekakuan otot), kondisi mata yang miring dan mulut kecil dengan lidah yang lebih menonjol. Selain itu, orang yang memiliki down syndrome cenderung mengalami tingkat kesuIitan belajar yang berbeda.

Meski tak ada obat untuk anak dengan Down syndrome, tetapi ada fasilitas dukungan yang tersedia, seperti Pusat Deteksi Dini dan Tata Laksana Kelainan Bawaan Lahir (PDTKBL) atau Birth Defects Integrated Center (BIDIC) yang sudah berdiri di RSAB Harapan Kita sejak 2014 lalu. Ia juga menyinggung hasil penelitian yang mengatakan bahwa kondisi ini bisa diatasi dengan pemberian terapi gen maupun sel punca.

"Begitu lahir sebenarnya ada penelitian yang mengatakan bisa diubah dengan terapi gen atau pemberian sel punca. Di Semarang sedang dilakukan penelitiannya," tambah dia.

Kelainan bawaan menjadi isu utama karena akibat yang ditimbulkan berpengaruh terhadap kelangsungan dan kualitas hidup anak serta besaran biaya yang dibutuhkan untuk mengatasinya. Meski demikian, dr Edy mengatakan bahwa penatalaksanaan kelainan bawaan pada anak ditanggung BPJS Kesehatan.

"Bisa dilayani dengan BPJS. Satu-satunya asuransi yang mengcover kelainan bawaan. Begitu lahir bisa langsung ditatalaksana tepat waktu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Down Syndrome Rentan Masalah Gigi, Apa yang Harus Dilakukan?

Anak Down Syndrome Rentan Masalah Gigi, Apa yang Harus Dilakukan?

Health | Selasa, 27 Maret 2018 | 19:15 WIB

Bayi Kelainan Genetik Bisa Dideteksi Sejak di Kandungan

Bayi Kelainan Genetik Bisa Dideteksi Sejak di Kandungan

Health | Rabu, 13 Desember 2017 | 18:28 WIB

Model "Down Syndrome" Ini Akan Ramaikan New York Fashion Week

Model "Down Syndrome" Ini Akan Ramaikan New York Fashion Week

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2015 | 14:17 WIB

Down Syndrome Tak Surutkan Semangat Gadis Ini Untuk Menjadi Model

Down Syndrome Tak Surutkan Semangat Gadis Ini Untuk Menjadi Model

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2015 | 19:47 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×