Fransiska dan Mathilda Siap Taklukkan Puncak Everest

Ririn Indriani, Risna Halidi

Kamis, 29 Maret 2018 | 20:21 WIB
Fransiska dan Mathilda Siap Taklukkan Puncak Everest
Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari yang bergabung dalam tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (Wissemu) saat konferensi pers bertajuk 'Ibu Pertiwi di Pucuk Dunia, di Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, (29/3/2018). (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari merupakan dua sosok perempuan yang bergabung dalam tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar atau Wissemu.

Rencananya, baik Fransiska dan Mathilda yang masing-masing masih berusia 24 tahun akan bertolak menuju Everest pada malam ini, Kamis (29/3/2018) untuk menutup ekspedisi Wissemu yang dimulai dari 2014.

"Everest merupakan puncak tertinggi di Asia yang akan menjadi penutup Seven Summits sekaligus puncak tertinggti di dunia juga," papar Mathilda saat acara konferensi pers Ibu Pertiwi di Pucuk Dunia, di Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, (29/3/2018).

Everest yang berada di area Pegunungan Himalaya memiliki tinggi 8.848 meter dari atas permukaan laut dan memiliki julukan Mother Goddess of The Universe dan juga Sagarmatha atau Dewi Langit.

"Kita tahu Everest merupakan gunung tertinggi di dunja dan oksigen sangat sedikit yang bisa terserap, hanya 30 persen. Kita akan kekurangan oksigen hingga 70 persen. Kami sudah menyiapkan fisik sejak empat tahun lalu, pengalaman telah kami perdalam dan kamk terus latihan dan menambah kepercayaan diri," tambah Fransiska lagi.

Pada pendakian kali ini, Fransiska dan Mathilda akan menggunakan jalur Utara melewati Tibet dan diprediksi akan membutuhkan waktu 57 hari untuk mencapai puncak Everest.

"Selama 57 badan perlu beradaptasi dengan oksigen yang semakin tipis. selama 57 hari juga saya hanya punya Didi (Fransiska Dimitri) dan Didi hanya punya saya. Kita harus saling menguatkan. Belum lagi masalah cuaca yang akan berubah-ubah secara drastis kita harus menyiapkan mental dan kesehatan," tambah Mathilda Dwi Lestari.

Gunung Everest akan menjadi puncak terakhir dalam ekspedisi Wissemu dalam menyelesaikan misi Seven Summits.

Baik Fransiska dan Mathilda telah berhasil mencapai enam puncak gunung tertinggi di dunia yaitu Gunung Carstensz Pyramid, Gunung Elbrus, Gunung Kilimanjaro, Gunung Aconcagua, Gunung Vinson Massif dan Gunung Denali dalam waktu empat tahun ke belakang, suatu prestasi yang mengagumkan!

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hebat! Lelaki Penderita Kanker Ini "Taklukkan" Gunung Everest

Hebat! Lelaki Penderita Kanker Ini "Taklukkan" Gunung Everest

Health | Selasa, 13 Juni 2017 | 08:00 WIB

Ibu 2 Anak  di India Naik Puncak Everest 2 Kali dalam Sepekan

Ibu 2 Anak di India Naik Puncak Everest 2 Kali dalam Sepekan

News | Minggu, 21 Mei 2017 | 14:00 WIB

Unik Banget! Pasangan Ini Gelar Pernikahan di Everest

Unik Banget! Pasangan Ini Gelar Pernikahan di Everest

Lifestyle | Jum'at, 12 Mei 2017 | 19:40 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

×