Menyambangi Keunikan Masjid Pintu Seribu di Tangerang

Ririn Indriani

Jum'at, 18 Mei 2018 | 08:38 WIB
Menyambangi Keunikan Masjid Pintu Seribu di Tangerang
Masjid Agung Nurul Yaqin yang populer dengan sebutan Masjid Pintu Seribu. (Suara.com/Anggy Muda)

Suara.com - Mengunjungi masjid-masjid bersejarah seperti Masjid Pintu Seribu bisa menjadi salah satu pilihan untuk memanfaatkan waktu di akhir pekan Anda selama Ramadan. Di tempat ibadah ini, Anda tak hanya dapat beribadah, tetapi juga menikmati keunikan bentuk bangunan dan sejarahnya.

Nah, kali ini Suara.com berkesempatan menyambangi Masjid Agung Nurul Yaqin yang populer dengan sebutan Masjid Pintu seribu. Masjid bersejarah yang dibangun oleh Syekh Al-Bakhir Mahdi yang akrab disapa Al-Faqir ini, kabarnya menelan dana Rp 19 miliar.

Masjid ini berada di Kampung Bayur, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, dengan arsitektur yang diadopsi dari Mekkah dan didominasi warna hijau, emas, hitam dan putih ini dari luar tampak seperti bangunan tua yang tak begitu terurus.

Namun, jika Anda masuk ke dalam masjid yang memang dibuka untuk umum itu, barulah terlihat kalau bangunan seluas 2.125 meter persegi ini memiliki memiliki nilai sejarah, dimana semua pagar dan pintu menuju lorong Masjid Pintu Seribu berwarna keemasan.

Agung, salah seorang pengurus masjid mengatakan bahwa tidak bisa sembarangan memasuki seluruh ruangan, dan Masjid Pintu Seribu hanya dibuka pada waktu tertentu seperti, perayaan hari besar Islam atau selama Ramadan.

Masjid Agung Nurul Yaqin yang populer dengan sebutan Masjid Pintu Seribu. (Suara.com/Anggy Muda)

"Ini tidak dibuka setiap hari dan tidak semua orang masuk sembarang atau dapat mengabadikan kondisi masjid. Ini memang sudah aturan dan dibukanya juga diwaktu tertentu dengan pendampingan pengurus," katanya saat disambangi Suara.com, beberapa waktu lalu.

Peraturan ini berlaku lantaran ada belasan makam keramat para syeikh, ditambah kondisi bangunan masjid yang sudah tua dan beberapa bagian yang keropos, dikhawatirkan akan ambruk bila terus didatangi pengunjung.

"Kalau mau ibadah atau masuk harus isi buku tamu dulu sebelum memasuki masjid yang dibangun pada 1978 ini," ujarnya.

Masjid Agung Nurul Yaqin yang populer dengan sebutan Masjid Pintu Seribu. (Suara.com/Anggy Muda)

Bentuk masjid dan peraturan yang diberlakukan itu menjadi tantangan para pengurus, karena bangunan masjid yang tak umum, ditambah pernah pula masjid tersebut dituduh sebagai tempat menyebarkan aliran sesat.

"Pernah memang dituduh ada aliran sesat, karena bentuknya yang tak umkum dan tak terawat. Tapi, di sini hanya untuk berdzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya," ungkap Agung.

Tak cuma itu Masjid Pintu Seribu juga memiliki cerita terkait ketidaksanggupan dalam menyelesaikan pembangunan masjid, karena anggaran yang tidak cukup dan wafatnya pencetus dari pembangunan masjid yang dimakamkan di masjid tersebut.

Masjid Agung Nurul Yaqin yang populer dengan sebutan Masjid Pintu Seribu. (Suara.com/Anggy Muda)

Kondisi itulah yang menyebabkan pembangunan akhir tak selesai dan menjadikan Masjid Pintu Seribu seperti bangunan kuno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Sebut Lapangan Kerja Terbuka saat Aksi Bersih 400 Masjid

Sandiaga Sebut Lapangan Kerja Terbuka saat Aksi Bersih 400 Masjid

News | Selasa, 08 Mei 2018 | 20:21 WIB

Corat-coret Masjid, Denda Pelakunya Justru Dibayarkan Imam Masjid

Corat-coret Masjid, Denda Pelakunya Justru Dibayarkan Imam Masjid

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 07:38 WIB

Ini Dia, Mushola Dalam Gedung Pertama di Negara Taiwan

Ini Dia, Mushola Dalam Gedung Pertama di Negara Taiwan

News | Minggu, 24 Desember 2017 | 00:15 WIB

Terkini

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:40 WIB

×