Lupus Tak Halangi Tiara Savitri Menaklukkan Himalaya

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 21 Mei 2018 | 10:25 WIB
Lupus Tak Halangi Tiara Savitri Menaklukkan Himalaya
Tiara Savitri, pengidap Lupus yang mendirikan Yayasan Lupus Indonesia. (Foto: Dok. Tiara Savitri)

Lupus Menggerogoti Nyaris Seluruh Tubuhnya
Beberapa lama barulah Tiara menyadari bahwa penyakit yang dideritanya tak sesederhana tipus. Ia mengatakan penyakit ini hampir menggerogoti seluruh tubuhnya.

Itu sebabnya tubuhnya menunjukkan aneka gejala yang mengaburkan diagnosis. Alasan ini pula yang membuat lupus juga disebut penyakit seribu wajah.

"Dokter mengatakan salah satu penyebabnya adalah paparan sinar ultraviolet. Itu sebabnya kami odapus, harus melindungi diri dari sinar matahari," lanjutnya lagi.

Hingga akhirnya, Tiara diminta menjadi narasumber untuk melakukan sosialisasi terkait lupus pada para kaum hawa yang akan melakukan program mendaki gunung pada 2012. Tak ingin hanya berperan sebagai narasumber, Tiara pun memberanikan diri untuk ikut mendaki.

Tiara Savitri bersama teman-teman yang hobi kegiatan alam. (Foto: Dok. Tiara Savitri)

Namun tentu saja ia berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan pelatih agar dapat mempersiapkan diri dengan baik.

"Pelatihnya sendiri saya jejali apa itu lupus. Perlu kepercayaan diri walau latihannya sama. Tapi pelatih perlu tahu, karena ada batas yang nggak bisa saya lakukan," ujar perempuan yang juga sebagai pendiri Yayasan Lupus Indonesia ini.

Berencana Mendaki Gunung Kilimanjaro
Satu demi satu gunung didaki, Tiara pun merasa, kegiatan alam ini memberi efek positif bagi perbaikan penyakitnya. Ya, ia merasa lebih bugar usai menjalani hobi mendaki gunung.

Pikirannya juga lebih fresh dan hal ini sangat dibutuhkan odapus agar lebih bisa mengelola penyakitnya. Namun tentu saja pendakian 11 gunung ini bukan tanpa kendala.

Saat kali pertama mendaki, Tiara mengaku mengalami serangan nyeri sendi di kaki yang sangat menyakitkan. Jangankan bergerak, menggeserkan kaki sedikit saja sudah membuatnya meringis kesakitan.

Untungnya Tiara membekali diri dengan obat-obatan sebelum mendaki. Ia juga dikuatkan oleh para pendaki lainnya sehingga mendapat energi positif untuk mengelola serangan.

Berselang 30 menit kemudian, serangan nyeri pun mereda. Tiara kembali melanjutkan pendakian.

"Kalau mendaki, separuh dari barang bawaan saya itu obat-obatan. Itu hal wajib yang saya persiapkan untuk meminimalisir serangan," ceritanya yang juga pernah menyabet gelar Juara Harapan II None Jakarta 1987.

Serangan yang muncul saat mendaki tidak membuat Tiara kapok. Bahkan Agustus mendatang, ia berencana mendaki gunung Kilimanjaro bersama putranya.

Tiara menjadi bukti, odapus bisa menaklukkan ketakutan dan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan orang pada umumnya.

"Kuncinya tetap bugar sebagai odapus adalah bagaimana mengelola stres, pola hidup dijaga. Konsumsi sayur, buah tiga kali sehari wajib. Jangan lupa olahraga minimal 30 menit sehari," jelasnya menutup perbincangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mbok Cikrak, TKI di Taiwan Sukses Jadi Bos Tiket dan Youtuber

Mbok Cikrak, TKI di Taiwan Sukses Jadi Bos Tiket dan Youtuber

Lifestyle | Senin, 14 Mei 2018 | 09:55 WIB

Michael Howard, Mantan Gangster di AS yang Kini Jadi Motivator

Michael Howard, Mantan Gangster di AS yang Kini Jadi Motivator

Lifestyle | Selasa, 08 Mei 2018 | 09:15 WIB

Hengki Widjaja, Arek Surabaya yang Jadi Pengusaha Software

Hengki Widjaja, Arek Surabaya yang Jadi Pengusaha Software

Bisnis | Minggu, 29 April 2018 | 08:16 WIB

Terkini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:42 WIB

×