Lupus Menggerogoti Nyaris Seluruh Tubuhnya
Beberapa lama barulah Tiara menyadari bahwa penyakit yang dideritanya tak sesederhana tipus. Ia mengatakan penyakit ini hampir menggerogoti seluruh tubuhnya.
Itu sebabnya tubuhnya menunjukkan aneka gejala yang mengaburkan diagnosis. Alasan ini pula yang membuat lupus juga disebut penyakit seribu wajah.
"Dokter mengatakan salah satu penyebabnya adalah paparan sinar ultraviolet. Itu sebabnya kami odapus, harus melindungi diri dari sinar matahari," lanjutnya lagi.
Hingga akhirnya, Tiara diminta menjadi narasumber untuk melakukan sosialisasi terkait lupus pada para kaum hawa yang akan melakukan program mendaki gunung pada 2012. Tak ingin hanya berperan sebagai narasumber, Tiara pun memberanikan diri untuk ikut mendaki.

Namun tentu saja ia berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan pelatih agar dapat mempersiapkan diri dengan baik.
"Pelatihnya sendiri saya jejali apa itu lupus. Perlu kepercayaan diri walau latihannya sama. Tapi pelatih perlu tahu, karena ada batas yang nggak bisa saya lakukan," ujar perempuan yang juga sebagai pendiri Yayasan Lupus Indonesia ini.
Berencana Mendaki Gunung Kilimanjaro
Satu demi satu gunung didaki, Tiara pun merasa, kegiatan alam ini memberi efek positif bagi perbaikan penyakitnya. Ya, ia merasa lebih bugar usai menjalani hobi mendaki gunung.
Pikirannya juga lebih fresh dan hal ini sangat dibutuhkan odapus agar lebih bisa mengelola penyakitnya. Namun tentu saja pendakian 11 gunung ini bukan tanpa kendala.
Saat kali pertama mendaki, Tiara mengaku mengalami serangan nyeri sendi di kaki yang sangat menyakitkan. Jangankan bergerak, menggeserkan kaki sedikit saja sudah membuatnya meringis kesakitan.
Untungnya Tiara membekali diri dengan obat-obatan sebelum mendaki. Ia juga dikuatkan oleh para pendaki lainnya sehingga mendapat energi positif untuk mengelola serangan.
Berselang 30 menit kemudian, serangan nyeri pun mereda. Tiara kembali melanjutkan pendakian.
"Kalau mendaki, separuh dari barang bawaan saya itu obat-obatan. Itu hal wajib yang saya persiapkan untuk meminimalisir serangan," ceritanya yang juga pernah menyabet gelar Juara Harapan II None Jakarta 1987.
Serangan yang muncul saat mendaki tidak membuat Tiara kapok. Bahkan Agustus mendatang, ia berencana mendaki gunung Kilimanjaro bersama putranya.
Tiara menjadi bukti, odapus bisa menaklukkan ketakutan dan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan orang pada umumnya.
"Kuncinya tetap bugar sebagai odapus adalah bagaimana mengelola stres, pola hidup dijaga. Konsumsi sayur, buah tiga kali sehari wajib. Jangan lupa olahraga minimal 30 menit sehari," jelasnya menutup perbincangan.