Ternyata, Beginilah Cerita di Balik Pisang Ijo

RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 01 Juni 2018 | 16:22 WIB
Ternyata, Beginilah Cerita di Balik Pisang Ijo
Dessert cantik lagi sedap, es pisang ijo khas Makassar [resepkoki.id]

Suara.com - Pecinta kuliner Nusantara pasti sudah tidak asing dengan nikmatnya es pisang ijo khas Makassar, Sulawesi Selatan. Bagi sebagian orang, Ramadan rasanya kurang mantap tanpa kehadiran menu ini saat berbuka puasa.

Es pisang ijo dibuat dari pisang kukus yang dibalut kulit dadar berwarna hijau. Dipotong-potong melintang dan disusun di sebuah wadah, sesudah itu disiram saus kental mirip bubur sumsum dan dituangi sirup merah.

Semakin nikmat lagi bila diberi rekahan es batu sebelum dituangi kuah dan sirup.

Dan selain memiliki citarasa dahsyat, ternyata es pisang ijo juga memiliki kisah unik.

Ceritanya begini, di zaman very old, hidup seorang raja yang bengis dan kejam. Dia tidak segan-segan membunuh rakyat yang berani melawan perintahnya.

Suatu hari, seorang juru masak kerajaan bernama Ijo melakukan kesalahan fatal. Makanan yang dia sajikan dianggap tidak enak oleh sang raja. Raja itu pun marah besar dan mengancam Ijo dengan hukuman mati.

Ngeri membayangkan bakal menerima sanksi yang jelas-jelas melanggar HAM, Ijo mencari cara menyelamatkan diri. Sebuah ide muncul ketika dia mengingat buah kesukaan raja, yakni pisang.

Ijo lalu mengajukan penawaran dengan berjanji membuat olahan pisang terlezat untuk raja. Ijo pun mendapatkan kesempatan kedua dan berhasil meracik kudapan pisang berbalut adonan tepung hijau yang disajikan dengan kuah kental nan gurih itu.

Ternyata, olahan pisang ini sangat pas dengan selera raja. Hukuman mati pun dibatalkan. Menu baru itu kemudian dinamai "pisang ijo" oleh sang raja.

baca juga

Terasa aneh mendengar cerita ini? Kisah ini memang bukan cerita rakyat Makassar yang disampaikan secara turun-temurun, melainkan hanya karangan warga setempat saja.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti, legenda es pisang ijo yang sebenarnya. Sebagian malah ada yang menduga jika penganan ini berasal dari Jawa, mengingat "ijo" adalah penyebutan kata hijau dalam bahasa Jawa. Nah, lho.

Rima Sekarani I.N.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 Potret Es Batangan Jadul, Buka Puasa Jadi Makin Segar

7 Potret Es Batangan Jadul, Buka Puasa Jadi Makin Segar

Lifestyle | Jum'at, 01 Juni 2018 | 14:59 WIB

Cari Ide Pelesir Lebaran? Mari ke Kampung Rendang

Cari Ide Pelesir Lebaran? Mari ke Kampung Rendang

Lifestyle | Jum'at, 01 Juni 2018 | 12:35 WIB

Perhatikan 4 Hal Ini Agar Puasa Anda Penuh Pahala

Perhatikan 4 Hal Ini Agar Puasa Anda Penuh Pahala

Lifestyle | Jum'at, 01 Juni 2018 | 14:00 WIB

Terkini

Review The Good Son: Thriller Psikologis yang Siap Mengacaukan Pikiranmu

Review The Good Son: Thriller Psikologis yang Siap Mengacaukan Pikiranmu

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:15 WIB

BPBD Hulu Sungai Selatan Apresiasi Kepedulian Anak Usaha AALI Tangani Karhutla di Lahan Warga

BPBD Hulu Sungai Selatan Apresiasi Kepedulian Anak Usaha AALI Tangani Karhutla di Lahan Warga

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Perbedaan Sunscreen Wardah Kuning, Oranye, dan Biru Sesuai Jenis Kulit

Perbedaan Sunscreen Wardah Kuning, Oranye, dan Biru Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Dari Premanisme ke Politik Kekuasaan: Ormas Jalanan di Era Pasca Reformasi

Dari Premanisme ke Politik Kekuasaan: Ormas Jalanan di Era Pasca Reformasi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Kejurnas Menembak PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara, PPAL 2 Berjaya di Beregu

Kejurnas Menembak PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara, PPAL 2 Berjaya di Beregu

Sport | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:50 WIB

5 Tanda Donat Overproof, Adonan Terlalu Mengembang hingga Kempes

5 Tanda Donat Overproof, Adonan Terlalu Mengembang hingga Kempes

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kreasi Warga Cengkareng, Bikin Perahu Unta dengan 3.000 Lebih Sampah Botol Plastik

Kreasi Warga Cengkareng, Bikin Perahu Unta dengan 3.000 Lebih Sampah Botol Plastik

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:39 WIB

KPK Tak Bertaji, Tersangka Korupsi Dana Bencana Tidak Dijerat Pakai Pasal Hukuman Mati

KPK Tak Bertaji, Tersangka Korupsi Dana Bencana Tidak Dijerat Pakai Pasal Hukuman Mati

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Apa Itu Zona 1, 2, 3 dalam Lari? Kenali Perbedaan dan Manfaatnya

Apa Itu Zona 1, 2, 3 dalam Lari? Kenali Perbedaan dan Manfaatnya

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Cuma Akal-akalan: Harus Dibatalkan

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Cuma Akal-akalan: Harus Dibatalkan

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:35 WIB

×