Suara.com - Desainer fesyen terkenal Kate Spade dilaporkan tewas diduga akibat bunuh diri.
Sejumlah pers Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa dia ditemukan di apartemen Park Avenue oleh asisten rumah tangganya, Selasa (5/6/2018), waktu setempat atau Rabu (6/6/2018), waktu Indonesia.
Meski penyebab pasti kematiannya masih belum diketahui, TMZ menyatakan dia ditemukan gantung diri. Pegawainya mengungkap, Kate Spade meninggalkan catatan saat kematiannya, tetapi menolak berkomentar tentang apa isi catatan tersebut.
Kate Spade yang kini berusia 55 tahun itu dinyatakan meninggal pada pukul 10.26 pagi pada 5 Juni waktu setempat. Polisi mengatakan bahwa suaminya, Andy Spade, berada di tempat kejadian, tetapi belum dijelaskan di mana putrinya saat itu.
Bersama dengan suaminya, Kate mendirikan merek eponimnya pada 1993. Desain-desainnya dikenal cerah dan unik, dengan berbagai tema, seperti hewan hingga bunga di garis terdepan.
Sejak itu, brand ini menjadi terkenal, karena produk tas mereka dan mengeluarkan produk lainnya seperti peralatan rumah tangga. Dia menjual perusahaan pada 2007, dan Kate melanjutkan untuk meluncurkan Frances Valentine; merek aksesori lain, yang diambil dari nama putrinya.
Tahun lalu, Coach membeli Kate Spade Company seharga 2,4 miliar dolar Amerika. Kematiannya telah mengejutkan dunia, dengan banyak orang mengomentari fakta bahwa dia seharusnya menjadi orang yang sedang menikmati begitu banyak keberhasilannya.
Namun sayangnya itu dilumpuhkan dengan penyakit mental. Mantan penerbit Kate Rob Shuter mengatakan kepada Metro.co.uk, "Dia baik hati. Dia layak dan di atas semua itu dia mengajari semua orang di sekitarnya untuk bersikap baik. Kami turut bersedih," ujarnya.