Masyarakat Bisa Tidur Nyenyak di Negara Emansipasi, Kok Bisa?

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Selasa, 17 Juli 2018 | 08:04 WIB
Masyarakat Bisa Tidur Nyenyak di Negara Emansipasi, Kok Bisa?
Ilustrasi pasangan tidur nyenyak. (Shutterstock)

Suara.com - Anda mungkin heran mengapa di negara emansipasi, masyarakat bisa tidur nyenyak? Ternyata ini ini terjawab pada penelitian baru yang menemukan bahwa pasangan yang tinggal di negara-negara dengan kesetaraan gender cenderung lebih memiliki kualitas tidur yang lebih baik.

Kesimpulan tersebut didapat setelah peneliti melakukan studi terhadap lebih dari 14.000 orang di 23 negara Eropa, di mana kedua jenis kelamin mendapat manfaat dari kualitas tidur yang lebih baik di negara-negara penganut emansipasi. Lelaki di negara-negara tersebut, menurut peneliti, mempunyai peran lebih aktif dalam pengasuhan anak dan lebih banyak perempuan terjun ke dunia profesional.

Penelitian ini dilakukan oleh tim sosiolog di University of Melbourne, yang menganalisis data dari indeks pemberdayaan gender Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan angka-angka pada kualitas tidur yang dilaporkan diambil dari European Social Survey.

Dilansir dari Independent.co.uk, Inggris menempati peringkat di atas rata-rata pada indeks PBB. Studi ini menemukan bahwa 14 persen lelaki dan 20 persen perempuan di Inggris mengalami kegelisahan saat tidur.

Sedangkan Norwegia menempati urutan tertinggi pada indeks, dengan hanya 3 persen lelaki dan 9 persen perempuan mengalami kegelisah saat tidur.

Sementara itu, Ukraina dinilai paling rendah, dengan tingkat gangguan tidur meningkat menjadi 16 persen untuk lelaki dan 22 persen untuk perempuan.

Meskipun tidak ada cara yang jelas untuk menjelaskan kaitannya, penulis utama Leah Ruppannear percaya bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh kesetaraan gender yang mengurangi tekanan dan kecemasan dalam keluarga yang bisa menyebabkan gangguan tidur.

Sebagai contoh, penelitian ini menemukan bahwa tidur perempuan cenderung lebih terganggu oleh anak-anak dan kewajiban keluarga, sementara ketika tidur lelaki lebih mungkin dipengaruhi oleh tuntutan tempat kerja dan kekhawatiran tentang keuangan rumah tangga.

Jika tanggung jawab ini lebih merata di negara-negara yang memberdayakan perempuan, Ruppannear mengatakan bahwa kedua jenis kelamin dapat memperoleh manfaat dari kualitas tidur yang lebih baik.

baca juga

Itulah yang membuat peneliti bisa menyimpulkan dari studi tersebut bahwa masyarakat bisa tidur nyenyak di negara emansipasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orang Cerdas Tidur Larut Malam

Orang Cerdas Tidur Larut Malam

Health | Senin, 09 Juli 2018 | 17:00 WIB

Tidur Terlalu Banyak Sama Berbahayanya Seperti Kurang Tidur

Tidur Terlalu Banyak Sama Berbahayanya Seperti Kurang Tidur

Health | Sabtu, 16 Juni 2018 | 11:00 WIB

Balas Dendam Tidur di Akhir Pekan, Ini Manfaatnya untuk Anda

Balas Dendam Tidur di Akhir Pekan, Ini Manfaatnya untuk Anda

Health | Kamis, 24 Mei 2018 | 08:53 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×