Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman

Vania Rossa

Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:12 WIB
Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman
Review Buku Milenial Bisa Memimpin. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Dr. Irwan Dewanto meluncurkan buku di Jakarta pada 20 Mei 2026 mengenai strategi kepemimpinan milenial dalam organisasi modern.
  • Buku ini menawarkan konsep The Big 4 dan LEAD-PRO untuk membangun ekosistem kerja kolaboratif serta inovatif yang inklusif.
  • Kegagalan beradaptasi dengan model kepemimpinan baru berisiko menyebabkan penurunan produktivitas serta kehilangan talenta terbaik bagi sebuah perusahaan.

Suara.com - Buku Milenial Bisa Memimpin karya Dr. Irwan Dewanto hadir sebagai salah satu bacaan yang mencoba menjawab tantangan besar dunia kerja saat ini: bagaimana generasi milenial tidak hanya menjadi bagian dari sistem, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pemimpin di tengah perubahan yang serba cepat.

Disusun berdasarkan riset akademik yang berasal dari disertasi doktoral penulis, buku ini tidak sekadar menawarkan teori kepemimpinan, tetapi juga mengemasnya dalam bahasa yang lebih praktis dan relevan dengan realitas organisasi modern.

Peluncuran buku ini digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026), dan mendapat perhatian dari kalangan akademisi serta praktisi sumber daya manusia. Salah satu sorotan utama datang dari gagasan bahwa kepemimpinan di era sekarang tidak lagi bisa bertumpu pada struktur hierarki yang kaku.

Dalam pandangan Dr. Irwan, organisasi perlu bertransformasi dari pola kepemimpinan berbasis kekuasaan menuju ekosistem kolaboratif yang menekankan tujuan bersama.

“Keberlanjutan organisasi saat ini tidak lagi bisa bertumpu pada pola kepemimpinan lama. Kita harus berani bertransisi dari struktur hierarki kaku yang berbasis kekuasaan menuju ekosistem kolaboratif,” ujarnya dalam peluncuran buku.

Salah satu konsep utama yang ditawarkan dalam buku ini adalah The Big 4, yakni empat pilar kepemimpinan yang dianggap penting di era disrupsi. Keempatnya mencakup pembangunan budaya kerja yang sehat, apresiasi terhadap pencapaian tim, pemanfaatan teknologi untuk mempercepat kerja, serta komunikasi dua arah melalui mentoring.

Dari keempat pilar tersebut, budaya organisasi menjadi fokus yang paling ditekankan. Menurut buku ini, lingkungan kerja yang transparan, terbuka, dan kolaboratif menjadi kunci utama dalam mendorong kreativitas serta inovasi.

Selain membahas konsep kepemimpinan, buku ini juga mengulas tantangan yang dihadapi organisasi apabila gagal beradaptasi dengan perubahan generasi kerja. Salah satunya adalah risiko talent drain, yakni kehilangan talenta terbaik akibat sistem kerja yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Tak hanya itu, penulis juga menyoroti potensi penurunan produktivitas akibat kurangnya komunikasi antar-level dalam organisasi yang semakin kompleks.

baca juga

Dalam perspektif jangka panjang, buku ini menawarkan gagasan Multiplier Leadership sebagai bagian dari visi menuju Indonesia Emas 2045. Konsep ini menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dan mengambil peran strategis.

Selain itu, framework LEAD-PRO yang diperkenalkan juga menempatkan milenial sebagai pilar kepemimpinan, sementara Gen Z diposisikan sebagai penggerak produktivitas digital.

Meski sarat dengan konsep dan framework, buku ini tetap mencoba menghadirkan pesan yang sederhana: kepemimpinan bukan lagi soal usia atau jabatan, tetapi soal kemampuan beradaptasi dan membangun kolaborasi.

Dengan pendekatan tersebut, Milenial Bisa Memimpin menjadi salah satu buku yang relevan bagi para profesional muda, manajer, hingga organisasi yang sedang berproses menghadapi perubahan zaman.

Buku ini tidak hanya memotret kondisi dunia kerja saat ini, tetapi juga mengajak pembaca untuk mulai mengubah cara pandang terhadap kepemimpinan di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Einstein Aja Gak Tau! Buku Sains yang Bikin Hal Sepele Jadi Sangat Menarik

Einstein Aja Gak Tau! Buku Sains yang Bikin Hal Sepele Jadi Sangat Menarik

Your Say | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:00 WIB

Kala Kota jadi Ruang Sepi: Membaca Antologi Apakah Kota Ini Kamar Tidurku?

Kala Kota jadi Ruang Sepi: Membaca Antologi Apakah Kota Ini Kamar Tidurku?

Your Say | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:05 WIB

Kritik Ekologi dalam Fabel Camar dan Kucing Karya Luis Seplveda

Kritik Ekologi dalam Fabel Camar dan Kucing Karya Luis Seplveda

Your Say | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:45 WIB

Terkini

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri

Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Cashback Rp7,5 Juta dari BRI untuk Pembelian iPhone 18 di Tokopedia dan TikTok

Cashback Rp7,5 Juta dari BRI untuk Pembelian iPhone 18 di Tokopedia dan TikTok

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:48 WIB

Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Ternyata Hanya Bisa Diakses Don Ritto

Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Ternyata Hanya Bisa Diakses Don Ritto

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung

Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Siak Diminta Lakukan PJJ

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Siak Diminta Lakukan PJJ

Riau | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:30 WIB

KPK Proses Laporan Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

KPK Proses Laporan Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Update PP Tunas: Akun Anak Diblokir Tak Cukup, Komdigi Minta Platform Ubah Fitur

Update PP Tunas: Akun Anak Diblokir Tak Cukup, Komdigi Minta Platform Ubah Fitur

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya

Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya

Jawa Tengah | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Ancaman RUU Penyiaran: Larang Investigasi hingga Pangkas Kode Etik Jurnalis

Ancaman RUU Penyiaran: Larang Investigasi hingga Pangkas Kode Etik Jurnalis

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

×